Pada hari Minggu 1 Oktober 2017 bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila. Pengurus Taekwondo Indonesia Kabupaten (Pengkab TI) Tangerang mengadakan kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Geup Periode ke 2 Tahun 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pusat Pemerintah Gedung Serbaguna Pemda Kab.Tangerang.

Menurut Ketua panitia UKT Geup Taekwondo KabupatenTangerang M.Suyudi mengatakan bahwa kegiatan UKT Periode ke 2 ini diikuti 650 peserta Taekwondoin Kab.Tangerang dari 19 Club yakni klub Garda,.CTC, .GTI KTC, .GTI MKA,GTI SPEED, GTI STAR, GTI AMIN, ILNA, RPDA, SCUBA, ZEBR, INTYAL, TBI, ICB, APM, GARUDA, BJTC (BLACK JAGUAR),  dan  FRITDAY. 

Ditambahkan Suyudi, kegiatan UKT ini dilaksanakan 1 Tahun 3 kali untuk tujuan menyemai bibit Taekwondo Kabupaten Tangerang agar dapat terjaring potensi Taekwondo yang berprestasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas Taekwondo Kabupaten Tangerang yang gemilang. 

Selain itu UKT juga untuk meningkatkan pembinaan mental karakter atlet yang handal, bermoral serta beriman dan bertakwa. 

Senada dengan hal tersebut Ketua Harian Pengkab TI Tangerang Master Komarudin mengatakan bahwa Taekwondo Kabupaten telah berpartisipasi dan menorehkan beberapa prestasi di antara pada ajang Kejuaraan di Thailand, kejuaraan poomsae Master Jogja, Bandung Internasional Taekwondo Championship, bahkan beberapa waktu lalu Team Poomsae telah menjuarai Liga Pelajar Propinsi Banten. 

Kegiatan ini juga sebagai ajang pemanasan PORKAB yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-8 Oktober 2017 mendatang, termasuk persiapan dalam rangka menghadapi Kejurda, POPDA serta Porprov Banten. 

UKT di buka oleh Pengurus Pengprop TI Banten yang diwakili oleh Sabemnim Malik Firdaus. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Taekwondo Kabupaten Tangerang selama ini telah memberikan sumbangsihnya untuk kemajuan Taekwondo Banten dengan beberapa atlet yang berada di pemusatan latihan PPLP Banten dan Pelatda Jangka Panjang untuk persiapan PON Papua. Ia berharap Taekwondo Kabupaten Tangerang melahirkan atlet-atlet  yang tangguh dan berprestasi.

Selain ujian dan pemberian motivasi oleh para pengurus, dalam acara tersebut juga digelar demonstrasi poomsae dan pemecahan benda (Kyukpa) oleh para taekwondoin. 

*) M, Suyudi

 

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalimantan Selatan, menyelenggarakan Diklat Kepelatihan Kyorugi dan Poomsae di Banjarmasin 8 – 10 September 2017. Kegiatan kepelatihan ini diikuti sebanyak 68 peserta terdiri dari para pelatih dan atlet.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengutus Komisi Kepelatihan Dr. Fachmi Fachrezzy, MPd dan Ina Febriana Sari Hard Putri, SS selaku instruktur pelatih. Untuk materi kepelatihan Kyorugi, physical training, Kepelatihan mental dan motivasi disampaikan oleh Dr. Fachmi. Sementara Ina Febriana Sari Hard Putri, SS memberikan materi kepelatihan poomsae. 

Menurut Fachmi Fachrezzy, prestasi seorang atlet sangat tergantung pula dengan kualitas pelatih. Menurutnya, mentalitas, kedisiplinan dan motivasi juara memang berasal dari dalam diri seorang atlet. Namun instrumen semangat, dorongan dan contoh perilaku dalam menjalankan latihan juga berasal dari peran seorang pelatih. Termasuk  menurutnya adalah faktor ketegasan. Masalah ketegasan inilah yang saat ini sangat penting menjadi sikap dan komitmen pelatih  kepada para atlet. Karena dengan ketegasan inilah, semua program kepelatihan akan berjalan maksimal. 

“Olahraga beladiri, dalam hal ini taekwondo kuncinya adalah kedisiplinan. Disiplin itu identik dengan ketegasan. Dengan ketegasanlah, berbagai program kepelatihan bisa dijalankan secara maksimal”. Ujar Fachmi.

Ditambahkan Fachmi, ketegasan tidak diindetikkan dengan kekerasan. Sangat berbeda. Respect atlet terhadap pelatih menurutnya tidak terbentuk dari sikap keras pelatih terhadap atletnya. Respect atlet menurutnya akan timbul apabila pelatih mampu memberikan contoh yang kongkrit terhadap materi kepelatihannya. Itu artinya pelatih ya memang harus kompeten di bidang ilmu kepelatihan. Tidak berhenti sampai disitu, kompeten di bidang kepelatihan saja belum cukup jika tidak dibarengi dengan skill berkomunikasi yang  baik (good communication skill) terhadap atlet. Sebab dengan komunikasi yang baik, mudah dicerna dan dipahami oleh atlet, berbagai instruksi dan program kepelatihan termasuk penerapan strategi dapat dijalankan dengan baik.

“Intinya, jangan ragu untuk bersikap tegas terhadap atlet. Tegas yang terarah dan terukur.” Ungkap Mantan pelatih nasional dan Dosen Universitas Negeri Jakarta yang juga pernah menangani tim nasional atlet atletik Indonesia itu kepada TIN.

Fachmi menelaah, salah satu aspek yang perlu di dorong lebih efektif adalah pola atau metode kepelatihan fisik (physical training) dan strategi atau metode kepelatihan dalam upaya membentuk mentalitas  dan motivasi atlet. 

Senada dengan Fachmi, Master Ina Febriana Sari yang juga duduk sebagai komisi kepelatihan di PBTI mengatakan bahwa semua aplikasi strategi kepelatihan ketika diterapkan dalam pertandingan, tidak akan berguna jika kondisi mental dan fisik atlet tidak mendukung. Banyak atlet kita yang sebenarnya secara teknis memiliki skill yang baik, namun tidak terlihat konsistensinya dalam pertandingan. Hal tersebut dikarenakan tidak diimbangi dengan kondisi fisik dan mental juara yang prima.  “Kalo tidak kondisi fisiknya yang menurun yang berakibat tidak konsistennya penampilan di tiap ronde, power atlet kita yang kurang. Menurut Master Ina, itulah problem mendasar atlet taekwondo kita yang harus terus ditingkatkan dan dievaluasi.

Oleh karenanya, ia amat bersyukur apabila setiap daerah memiliki concern yang sama dengan faktor atau problem krusial ini. Dengan concern yang sama, maka setiap daerah akan punya program atau agenda kepelatihan yang simultan dan kontinyu. Sebab pengetahuan pelatih harus terus diasah dan di-update. Menurutnya sekarang ini eranya sport science. Semua bisa diukur dalam pendekatan dan perpektif ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini penting karena menurutnya, atlet nasional Indonesia itu dikontribusi oleh daerah. Daerahlah yang mencetak atlet.  Jika atlet diproduksi dengan metode kepelatihan yang baik, maka diharapkan ouputnya juga akan baik bagi tim nasional Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Pengprov TI Kalimantan Selatan, M. Jupari mengatakan bahwa pihaknya berharap dengan adanya program coaching clinic kepelatihan yang dibawakan langsunh oleh komisi kepelatihan PBTI ini, dapat diterapkan dengan baik oleh para pelatih di Kalsel. Ia berharap materi yang disampaikan berguna bagi bekal para pelatih dan makin mendorong semangat para pelatih untuk mencetak para atlet Kalsel yang berkualitas di masa yang akan datang. Ia juga menjelaskan bahwa program kepelatihan yang diselenggarakan ileh pengprov TI Kalsel ini akan menjadi program rutin yang materinya diharapkan akan terus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang berkembang, seiring dengan perkembangan olahraga taekwondo.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Master Fachmi dan Master Ina atas segala waktu dan kontribusinya dalam memberikam materi kepelatihan ini. Semoga semua materi yang telah disampaikan, menjadi bekal bagi para pelatih Kalsel dan dapat diterapkan dengan baik oleh mereka kepada para atlet ” Ujar Jupari.

Diakhir acara, Master Fachmi dan Master Ina menyematkan medali sebagai tanda kepesertaan bagi seluruh peserta, dan penghargaan utamanya bagi peserta terbaik dalam acara tersebut..

Pengprov TI Banten bekerjasama dengan KONI Propinsi Banten sukses menggelar seri Liga Taekwondo Remaja Banten 2017 (9/9). Kejuaraan antar klub taekwondo se-propinsi Banten ini merupakan terobosan baru bagi program Pengprov TI Banten dalam rangka mencari bibit generasi potensial taekwondo Banten secara massif. Total peserta yang mengikuti kejuaraan ini mencapai 940 peserta atlet berasal dari 60 klub propinsi Banten 

Seperti diketahui kejuaraan bersifat beregu yang mempertandingkan 7 atlet putra dan 7 atlet putri dari berbagai kategori, junior maupun senior, baik dinomor poomsae maupun kyorugi, serta dimainkan dengan sistem gugur.

Liga Taekwondo Remaja Banten 2017 ini dibagi dua zona.  Zona 1 meliputi Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Pandeglang, dan Lebak. Di zona 1 ini  Liga Taekwondo sukses digelar di Graha Pena Radar Banten, Sabtu-Minggu (12-13 Agustus 2017 lalu, diikuti sebanyak 26 klub.  

Di Zona 1 ini taekwondo Kabupaten Serang berhasil meraih juara. Keberhasilan Taekwondo Kabupaten Serang tersebut dicapai setelah di final mengalahkan tim taekwondo Cilegon Baja Club (CBC) Kota Cilegon dengan hasil 10 – 4.

Perolehan Liga pelajar taekwondo Propinsi Banten Zona I ini jadi sejarah bagi tim Taekwondo kabupaten Serang, karena selama ini, disetiap kejuaraan selalu didominasi oleh tim taekowndo Kota Serang serta Cilegon. Dengan hasil yang diperoleh Kabupaten Serang tersebut menjadikan taekwondo Kabupaten Serang maju ke final Liga Remaja Taekwondo Banten 2017 yang dilaksanakan di GOR Pancasila Pandeglang pada tanggal 9 September 2017. Selain tim taekwondo CBC CIlegon, runner up 1 juga memiliki kesempatan untuk melaju ke partai final,

Pelatih Taekwondo Kabupaten Serang, Dicky Hardiansyah mengaku tidak ada persiapan khusus timnya jelang tampil di Liga Remaja Taekwondo Banten 2017. “Kami latihan seperti biasa secara rutin. Mau ada kejuaraan atau tidak, kami tetap latihan. Hasil ini bagi kami merupakan hadiah dari sebuah kerja keras dan latihan intens yang dilakukan atlet,” kata Dicky.

Dicky menambahkan, menghadapi putaran final nanti, ia juga memastikan hanya melakukan latihan rutin biasa. Meski demikian ia tetap optimistis anak asuhnya mampu meriah hasil terbaik.

Menurut Sekum Pengprov Ti Banten, Fiva Zabreno, kesuksesan Kabupaten Serang menjadi juara ini mengisyaratkan bahwa tingginya persaingan. "Ini histori untuk Kabupaten Serang. Ditiap-tiap kejuaraan taekwondo, kabupaten Serang selama ini belum memiliki prestasi seperti ini. Dan itu artinya menurut Fiva persaingan di tingkat daerah sudah makin merata da makin sengit.

Sementara itu, kontingen Taekwondo Kota Tangerang akhirnya berhasil menjuarai Liga taekwondo Remaja Banten Zona 2 yang diikuti 34 klub taekwondo. Liga diselenggarakan pada tanggal 19 - 20 Agustus 2017 lalu. Liga remaja zona 2 ini berlanngsung di gedung balai Diklat Kabupaten Tangerang selama dua hari. Hari pertama mempertandingkan taekwondo dengan atlet yang kelahirannya maksimal tahun 2007. Sedangkan hari kedua kategori remaja kelahiran tahun 2002. Untuk juara taekwondo dengan kategori kelahiran tahun 2007 dimenangkan oleh taekwondo kota Tangerang setelah difinal mengalahkan taekwondo Saptohoedoyo dari Kabupaten Tangerang.

Dipartai final yang diselenggarakan di 9 September 2017 di gedung Graha Pancasila, Pandeglang Banten, Tim taekwondo Kabupaten Serang dan tim Taekwondo Cilegon Baja Club (CBC)  sukses menjabet gelar juara pada masing-masing kategori di Liga Taekwondo Remaja tahun 2017. Hasil tersebut diketahui setelah usai babak final Liga Taekwondo Remaja  Banten I 2017, telah dilaksanakan di  graha Pancasila, Pandeglang, Banten, Minggu 9 September 2017. 

Tim Taekwondo Pengcab TI Serang meraih juara  pada kategori Junior setelah difinal mengalahkan perlawanan tim taekwondo Pengkot TI Tangerang  dengan skor 9 – 5.  Sedangkan peringkat  ketiga kategori Junior menjadi milik tim taekwondo Pengurus Pusat (PP) Nine Taekwondo Club (Tangerang Selaran) dengan skor 12- 2,

Pada kategori pra junior, tim taekwondo CBC sukses keluar sebagain juara umum usai mengalahkan perwalanan tim taekwondo Pengkot Tangerang dengan skor  4 – 2. Sedangkan peringkat ketiga diraih oleh tim taekwondo Sapto 9 KabupatenTangerang yang sukses mengalahkan tim taekwondo Pengcab TI Kota Serang dengan skorn 4-3.

Sementara itu untuk kategori poomsae junior, keluar sebagai juara adalah tim Pengkab Tangerang, posisi kedua ditempati oleh taekwondo GKTC 1995 (Pandeglang). Peringkat ketiga diraih oleh tim pengkot Tangerang dan posisi 

Terkait dengan telah dilakanakannnya ajang Liga Taekwondo remaja Banten 2017 ini, Ketua KONI Banten Rumiah Karteredjo mengatakan bahwa ajang yang digelar untuk pertama kalinya ini merupakan wadah KONI Banten untuk menjaring atlet terbaik dari cabor taekwondo guna dipersiapkan untuk menghadapi PON Remaja II di Kalimantan Timur tahun 2018.

“Potensi atlet taekwondo junior Banten sangat bagus. Saya rasa cabor taekwondo bisa memberikan kontribusi terbaik bagi Banten di ajang PON Remaja di Kalimantan nanti” Katanya optimis.

Ketua Pengprov TI Banten E Kosasih Samanhudi menyatakan, Liga Remaja Taekwondo Banten 2017 merupakan agenda terbaru Pengprov TI Banten sebagai wadah menemukan potensi taekwondoin remaja Banten. “Ini wadah untuk kami menemukan potensi atlet terbaik. Kami yakin dengan adanya Liga Remaja akan membantu menemukan atlet berprestasi,” ucapnya.

Hasil Liga Remaja nanti, lanjutnya, akan menjadi tim bayangan taekwondo Banten untuk menghadapi PON Remaja II 2018 di Kalimantan Timur. “Kami memiliki aturan atau batasan usia atlet yang boleh ambil bagian, maksimal yang kelahiran tahun 2002. Itu artinya, atlet tersebut masih bisa diturunkan di PON Remaja 2018. Kami siapkan dari sekarang melalui Liga Remaja,” tutup Kosasih. (Andre AP)

Sementara itu, 7 atlet terbaik yang telah dijaring dan disaring dari diajang ini langsung akan mengikuti Pelatda untuk persiapan PON II remaja.

Demi mendapatkan taekwondoin terbaik sebelum dikirim ke kejuaraan nasional November mendatang, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim bulan depan bakal menggelar seleksi ketat kepada atlet-atlet terbaik mereka yang datang dari sembilan daerah yang sudah berlangsung di  Gedung Dojang Taekwondo, Polder Air Hitam Jl A Wahab Syahranie, Samarinda.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) TI Kaltim, Agus Sujito mengungkapkan taekwondoin yang mengikuti seleksi selain atlet yang berlaga pada PON XIX di Jawa Barat 2016 lalu juga atlet debutan. Dua Taekwondoin Kaltim yang tergabung dalam timnas SEA Games 2017 yaitu Mariska Halinda dan Ruhil juga akan tampil di kejurnas namun  tak ikut seleksi, langsung otomatis tampil di Kejurnas. “Mereka ada kuota khusus untuk langsung ikut dengan kita di Kejurnas. Tapi kalau misalnya dari PB TI tidak melepas mereka dari Pelatnas, ya kami akan siapkan pengganti mereka,” ungkapnya. 

Nantinya atlet yang tampil di kejurnas akan langsung lolos ke Porprov 2018 Kutai Timur. Termasuk Mariska dan Ruhil yang tak melalui seleksi.

Taekwondo Indonesia Sumatra Utara menggelar kejuaraan daerah (Kejurda) piala Gibernur Sumut 2017 yang berlangsung di GOR Bulutangkis 12 – 13 Agustus 2014.. Kejuaraan dibuka oleh wakil ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Brigjen TNI 9Purn) H. Noor Fadjari, ST dihadiri oleh Ketua Umum TI Sumut Musa Rajeckshah, pejabat KONI daerah Sumut dan beberapa undangan lainnya.

Kejuaraan yang diikuti 250 atlet dari klub-klub tersebar dari 14 Pengkot/Pengcab  di wilayah Sumatra Utara tersebut berakhir dengan keluar sebagai juara umum adalah taekwondo kota Medan dengan sukses meraih total medali sebanyak 6 emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Sementara juara umum kedua diraih tim Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut dengan total raihan enam medali emas. Kemudian diikuti tim Karo dengan raihan 3 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.

Usai penyerahan medali, Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Sumut, Musa Rajeckshah mengatakan, pihaknya menggelar kejurda kali ini lain dibandingkan tahun sebelumya, karena untuk mengangkat semangat dan motivasi para atlet.

“Membuat kejurda tahun ini lebih semarak karena para atlet peraih emas dan perak diberi uang pembinaan. Juara umum satu sampai tiga hadiahnya lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya,” tuturnya.

“Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak karena terselenggaranya event ini.”

Dengan hasil tersebut, Pengkot Medan berhak mendapat uang pembinaan sebesar Rp 7.5 juta sebagai juara umum pertama. Sedangkan PPLP Sumut (juara umum kedua) meraih Rp 5 juta, dan tim Karo mendapat Rp 2.5 juta.

Selain juara umum, ada juga pemenang lima kategori individu antara lain yakni atlet terbaik putri junior yang diraih Putri Rosdayani (PPLP Sumut), atlet terbaik putra junior, Cris John (Karo), atlet terbaik putri senior, Oppie Daneda Ginting (Medan), atlet terbaik putra senior (Karo), dan wasit terbaik, Rosihan.

Setelah kejuaraan daerah tersebut, menurut informasi, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Utara akan kembali menghelat dua kejuaraan Taekwondo hingga akhir tahun 2017. Hal itu diungkapkan Ketua Umum Pengprov TI Sumut, Musa Rajeckshah, dalam acara penutupan Kejuraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) 2017.

Pria yang akrab disapa Ijeck itu berharap agar para pemenang jangan cepat berpuas diri dan bagi yang kalah teruslah berlatih di kejuaran berikutnya.

“Maka dari itu, semua atlet Teakwondo se-Sumut terus berlatih karena Pengprov TI Sumut akan mengadakan dua kejuaraan lagi pada Oktober dan Desember 2017,” ujar Ijeck.

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Agung Sunarno, para perwakilan Pengkot/Pengcab TI se-Sumut.

Agung memberikan apresiasi atas terselenggaranya kejuraan, apalagi TI Sumut selalu memberik kontribusi dan medali dalam setiap event olahraga. Dia juga mengatakan, Kejuaran Taekwondo Oktober mendatang merupakan seleksi untuk Kejurnas di bulan November.

“Dan siapa yang terpilih mewakili Sumut dan meraih medali, otomatis masuk Program Sumut Emas (PSE) untuk PON 2020,” ucap Agung sekaligus menutup Kejurda Taekwondo.

 

Dalam rangka mensosialisasikan peraturan pertandingan terbaru yang dikeluarkan oleh Organisasi Taekwondo Dunia (WTF) 2017, dan sekaligus merupakan tindak lanjut dari hasil Diklat dan Penyegaran Wasit yang telah di lakukan oleh Komisi Perwasitan PBTI, Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) DKI Jakarta, menindaklanjutinya dengan program serupa. Yakni Diklat dan Penyegaran Wasit yang diperuntukkan untuk para wasit DKI Jakarta.

Acara Penyelengaraan Diklat dan Penyegaran Wasit DKI Jakarta 2017 yang dibuka langsung oleh Ketua Pengprov TI DKI Jakarta, Brigjen TNI Ivan R Palealu itu diikuti oleh 42 orang peserta Diklat dan 30 peserta Penyegaran wasit. Kegiatan berlangsung dari tanggal 14 – 16 Juli 2017 bertempat di Hotel Puri Jaya, Jakarta.

Dalam arahannya, Ketua Pengprov TI DKI mengatakan bahwa acara diklat dan penyegaran wasit ini dilaksanakan sebagai upaya Pengprov TI DKI untuk membekali para wasit DKI yang nantinya akan bertugas, bukan saja pada event-event yang berada di DKI, tapi juga event-event kejuaraan yang berada di seluruh Indonesia. Hal tersebut dikatakannya, mengingat PBTI mulai tahun ini, sesuai dengan ketentuan organisasi taekwondo dunia-WTF menyatakan bahwa peraturan terbaru pertandingan wajib dilaksanakan oleh anggota member WTF mulai tahun ini. Oleh karena itu, penting bagi Taekwondo DKI untuk bersinergi dengan PBTI, terutama dalam rangka ikut membekali para wasit daerah dan nasional asal DKI Jakarta untuk meningkatkan kompetensi pengetahuan perwasitannya sesuai dengan kondisi dan peraturan terbaru. Termasuk menurut Ketua Pengprov TI DKI, Diklat kali ini juga diharapkan memunculkan tunas-tunas baru di perwasitan DKI Jakarta.

“Diklat dan Penyegaran Wasit DKI Jakarta ini merupakan media sosialisasi sekaligus sarana bagi para wasit DKI Jakarta untuk meng-upgrade pengetahuan perwasitannya karena keharusan kewajiban menguasai aturan pertandingan taekwondo terbaru. Juga saya harapkan dari Diklat kali ini, muncul pula generasi atau tunas-tunas baru wasit DKI, sehingga DKI tidak akan pernah kekurangan stok sumber daya wasit karena proses perekrutan dan pemeliharaan  SDM wasit di DKI dilakukan secara terus-menerus.” Ujar Ivan

Sementara itu, komisi perwasitan DKI Jakarta, Tjin Kie Tjauw mengatakan bahwa sosialisasi peraturan WTF terbaru ini mutlak harus di pahami oleh seluruh wasit. Sebab menurutnya, kualitas pertandingan nanti akan sangat tergantung dari sejauhmana peran wasit dalam memimpin pertandingan. Ragam ketentuan yang mengatur dan hal-hal yang dianggap larangan dan pelanggaran harus secara jeli dan detail dipahami. Oleh karenanya ia meminta seluruh peserta penyegaran wasit untuk selalu meningkatkan skill perwasitannya, jangan ragu bertanya kepada yang lebih memahami, termasuk jangan bosan untuk terus belajar dan mempelajari berbagai literatur berupa artikel, video tutorial, video pertandingan resmi dan sebagainya yang di berbagai media sudah dipublikasikan. 

Ditambahkan Kie Tjauw ia berharap dengan adanya sosialisasi ini kualitas wasit DKI Jakarta akan semakin terus meningkat. Hal ini tentunya akan sangat berdampak pada penugasan di berbagai pertandingan, Semakin banyak wasit asal DKI yang sering bertugas dan menjadi yang terbaik dalam penugasannya, maka itu juga merupakan prestasi bagi DKI Jakarta.

Pengurus Taekwondo Propinsi  (Pengprov TI) Banten siap menggelar kejuaraan taekwondo liga remaja antar klub  se-Propinsi Banten September 2017 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Umum Pengprov TI Banten, Fiva Zabreno dihadapan sekitar 63 klub taekwondo se - Propinsi Banten bertepatan dengan acara Halal Bil Halal di Gedung KONI, Serang-Banten (11/7).  Selain dihadiri oleh klub-klub di Banten, hadir dalam acara tersebut Ketua Umum KONI Banten, Hj. Rumiah Kartoredjo, MH, Pengurus propinsi TI Banten, para pengurus Pengkot/Pengkab se-Propinsi Banten serta para tokoh dan praktisi senior taekwondo Banten.

Menurut Fiva Zabreno, acara Halal Bil Halal ini sengaja digelar selain sebagai media silaturahmi merekatkan ukhuwah Islamiah, juga dimanfaatkan untuk menginformasikan dan mensosialisasikan rencana program pengprov TI Banten untuk menggelar seri kejuaraan taekwondo bertajuk liga taekwondo remaja dan pelajar se – Propinsi Banten.

Ditambahkan Fiva, Pengprov TI Banten memilih liga taekwondo remaja, karena menurutnya event tersebut adalah event yang paling tepat untuk mengidentifikasi potensi dan kualitas regenerasi taekwondo Banten. Apalagi menurutnya liga taekwondo remaja dan pelajar se-Propinsi Banten tersebut menjadi salah satu ajang bagi para klub-klub taekwondo di Banten untuk menunjukkan eksistensi dan prestasinya, mengingat output kejuaraaan ini sangat jelas, yakni akan menjadi ajang bagi Pengprov TI Banten untuk melakukan seleksi bagi atlet dalam rangka menghadapi PON Remaja tahun 2018 di Kalimantan Timur.

“Liga Taekwondo Remaja dan pelajar se-Propinsi Banten ini menjadi bagian dari proses analisis pengurus TI Banten setelah sebelumnya melakukan banyak evaluasi terhadap perkembangan dan prestasi taekwondo Banten selama ini. Saya melihat Klub/ dojang adalah jantungnya prestasi taekwondo. Dari dojang/klub lah kita bisa melihat sejauhmana perkembangan kualitas pembinaan atlet. Hasil Analisa itu menunjukkan bahwa  nantinya ajang ini akan menjadi  titik awal bagi peningkatan prestasi taekwondo Banten kearah yang lebih baik.” Terang Fiva.

Lebih lanjut Fiva menegaskan bahwa optimisme tersebut terpacu karena liga taekwondo remaja yang mempertandingkan kategori kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus) ini dipastikan melibatkan partisipasi hampir semua klub taekwondo di Banten. Oleh karena itu, pihaknya berharap proses identifikasi bakat, hingga proses rekrutmen dan seleksi atlet  akan makin lebih efektif dan akan mengefektifkan pula rencana TI Banten dalam menyusun target pencapaian prestasi di event-event nasional. Menurut Fiva, dalam waktu dekat memang targetnya adalah untuk menghadapi PON Remaja di Kaltim. Namun jangka panjangnya tentu para atlet yang terseleksi nanti, akan menjadi atlet Banten yang akan mewakili Banten baik di event nasional maupiun di event internasional.

Ditambahkan Fiva, karena liga taekwondo remaja dan pelajar se-Propinsi Banten ini merupakan mata rantai seluruh proses pengidentifikasian baik secara kualitas maupun kuantitas taekwondo Banten, ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran klub yang ada di Banten untuk wajib mengikuti kejuaraan tersebut. 

“Sangat disayangkan apabila ada klub yang tidak mengutus atletnya di kejuaraan ini. Karena selain wajib, ajang ini menjadikan pengurus dapat melihat sejauhmana perkembangan potensi dan kualitas atlet yang terdapat di Banten”. Tegas Fiva 

Menurutnya, diperkirakan akan ada ribuan peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut.  Oleh karenanya, melalui sosialisasi ini, ia berharap para klub dan pelatih menyiapkan atletnya jauh hari dari sekarang. Harapan PengrovTI Banten adalah kejuaraan nanti diikuti oleh peserta terbaik dari klub di kelasnya masing-masing.

Sementara itu, Ketua Umum TI Banten Engkos Kosasih Samanhudi, berharap seluruh praktisi dan stekholders taekwondo Banten, khususnya klub-klub taekwondo yang ada diseluruh Banten terlibat dalam gelaran event tersebut. Menurutnya, TI Banten dalam hal ini sangat serius hendak berupaya meningkatkan prestasi taekwondo Banten. Menurut Ketum TI Banten, Ajang liga remaja merupakan bagian penting dari proses regenerasi atlet sekaligus pintu masuk utama bagi TI Banten dalam menyusun langkah strategis program pembinaan dan pengembangan prestasi TI Banten kedepan.  Melalui ajang inilah Ia optimis, dalam waktu yang tidak terlalu lama, Banten akan berkontribusi besar kepada PBTI dalam ikut serta memproduksi atlet berprestasi di tingkat nasional. Optimisme tersebut menurut Ketum TI Banten dikarenakan TI Banten memiliki ketersediaan sumber daya yang cukup besar. Antara lain, selain lebih kurang 15 ribu atlet taekwondo Banten saat ini tersebar di berbagai klub, banyak pelatih handal, baik kyorugi maupun poomsae yang eksistensi dan prestasinya telah diakui ditanah air ada di Banten. 

Sebanyak 800 atlet taekwondo dari berbagai daerah di Jawa Barat berlaga  dalam kejuaraan Taekwondo Gubernur Open di GOR Laga Tangkas, SPORT Jabar, Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Jumat (19/5/2017).

Kejurda Taekwondo Piala Gubernur Jabar 2017 ini diikuti oleh lebih dari 800 atlet yang berasal dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Kejurda kali ini, mempertandingkan nomor kyorugi (tarung) dan poomsae (jurus) di tiga kategori usia. Yakni kategori usia pra kadet bagi atlet kelahiran tahun 2008-2006, lalu kategori usia kadet bagi atlet kelahiran 2005-2003, dan kategori usia junior bagi atlet kelahiran 2002-2000.

Menurut Ketua Umum TI Jawa Barat,  Benny Gautama, saat ini, ada beberapa atlet andalan taekwondo Jabar sudah memasuki masa pensiun. Diantaranya merupakan atlet-atlet yang membela Jabar di ajang PON XIX tahun 2016 dimana tim Taekwondo meraih 12 medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu serta keluar sebagai juara umum.

“Untuk itu, kaderisasi itu mutlak dilakukan dan diperlukan. Tiga tahun kedepan yakni tahun 2020, kita akan menghadapi PON XX di Papua. Dan kita pun harus sudah mulai menyiapkan atlet pelapis kedua hingga ketiga sehingga saat PON XX dimulai mereka pun sudah siap menggantikan para seniornya,” terangnya.

Untuk PON XX di Papua sendiri, lanjut Benny, pihaknya berharap bisa mempertahankan apa yang sudah dicapai saat PON XIX tahun 2016 di Jabar. Raihan 12 medali emas, menjadi standar prestasi yang harus bisa dipertahankan atau bahkan ditingkatkan di ajang yang sama berikutnya.

Pihaknya pun sudah mulai menyiapkan atlet sejak saat ini untuk PON XX di Papua pada tahun 2020 mendatang. Salah satunya dengan terus mengasah kemampuan atlet dalam beberapa even kejuaraan.

“Nanti akan ada try in dan try out atlet Jabar di beberapa kejuaraan. Hasil dari kejuaraan tersebut akan kita filtrasi. Jika ada atlet potensial baru, kita akan poles sedemikian rupa sehingga siap menggantikan seniornya. Mudah-mudahan, prestasi yang sudah diraih di PON XIX bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” tegasnya.

 

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Aceh , menyelenggarakan Diklat wasit dan pelatih serta sosialisasi New Rule Of Competition Kyorugi 2017. Diklat wasit ini merupakan tindak lanjut dari PWN yang telah dilakukan oleh PBTI Sebelumnya yang telah dilangsungkan di 3 kota besar (Batam, Makasar dan Jakarta).

Urgensinya dilakukan diklat wasit ini merupakan upaya sosialisasi terhadap adanya aturan baru pertandingan yang dikeluarkan oleh World Taekwondo Federation (WTF) kepada seluruh member anggotanya, yang wajib dilaksanakan muloai tahun 2017 ini. Adapun pelaksanaan aturan baru pertandingan WTF yang akan diimplementasikan di Indonesia, direncanakan akan mulai berlaku setelah bulan Juni 2017. Bagi Pengprov Ti Aceh, Diklat wasit ini tentu sangat penting mengingat Aceh akan menghadapi Pra PORA dan PORA tahun 2018. Kegiatan diklat kali ini diikuti  18 kota/ Kabupaten di Propinsi Aceh.

Kegiatan Diklat berlangsung selama tiga hari, mulai dari 19 hingga 21 Mei 2017 dan dibuka resmi oleh Wakil Ketua KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, di Aula Asrama Haji Aceh, Jumat (19/5/2017).

Pengurus Taekwondo Provinsi Aceh, Ilmiza Saaduddin Djamal mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mensinergikan program dan peraturan Taekwondo Indonesia. Menurutnya, ada peraturan-peraturan baru yang ditetapkan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indoensia (PBTI) yang harus segera disosialisasikan, baik kepada pengurus, pelatih dan wasit.

"Kami atas nama pengurus Taekwondo Indonesia Aceh menyampaikan terima kasih dan berharap agar peserta mengikuti materi dengan tekun, sehingga pembinaan hingga ke tingkat bawah bisa berjalan dengan baik," ujarnya 

Ilmiza juga berharap, agar PORA tahun 2018 yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Besar bisa berjalan baik dan prestasi Taekwondo Aceh juga semakin baik. "Kita berharap agar prestasi kita terus meningkat, baik di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, mengapresiasi dilaksanakannya sosialisasi tersebut. Karena, katanya, memang banyak peraturan-peraturan baru yang harus segera disosialisasikan.

"Apalagi kegiatan ini dihadiri oleh pemateri-pemateri cukup kompeten dan saya berharap agar pada pertandingan Pra Pora sudah bisa menggunakan ketentuan baru dan di PORA nanti, saya katakan sudah wajib menggunakan aturan baru," tutur Rayuan.

Terkait Pra Pora, Teuku Rayuan menyebutkan, hanya cabang-cabang yang punya minimal dua belas pengurus cabang yang boleh ikut serta, salah satunya adalah cabang taekwondo. "Dan kami minta agar di PORA nanti kita tidak lagi menggunakan atlet-atlet luar. Ini nanti dibuktikan baik dengan KTP maupun KK," tambahnya.

Pengprov TI Jawa Tengah juga Laksanakan Diklat Wasit

Sebelumnya ditempat berbeda Pengurus Propinsi (Pengprov TI) Jawa Tengah juga menyelenggarakan Diklat wasit dan Sosialisasi New Rule Of Competition Kyorugi 2017. Kegiatan tersebut berlangsung di Puri Anjosmoro, Semarang Jawa Tengah dari tanggal 15 - 19 Mei 2017.

Intruktur yang memandu jalannya diklat terdiri dari Master Indra Mulia Ari Zuhri, Master Herman Andhikara, Master Ferdiyansyah, Master Rizki Purwadentafa mereka dibantu oleh asisten instruktur Master Irene Yosephine Soeitoe yang diikuti oleh 22 peserta yang berasal dari Pengkab/ Pengkot yang tersebar di Jawa Tengah.

Terkait pelaksanaan Diklat dan sosialisasi ke berbagai daerah tentang aturan terbaru pertandingan Kyorugi 2017 ini, Ketua Komisi Perwasitan PBTI, Master Indra Mulia Ari Zuhri mengatakan bahwa, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) setelah ini akan memastikan bahwa kejuaraan-kejuaraan yang berlangsung di tanah air sudah harus menggunakan aturan terbaru. Ia berharap mulai Juni 2017 ini hal tersebut sudah bisa direalisasikan. Menurutnya ini perintah WTF yang harus kita ikuti agar pertandingan taekwondo yang digelar di tanah air sesuai dengan standard yang diinginkan.

" Dengan telah terlaksananya PWN & PWD di berbagai Pengprov,  maka  PBTI  direncanakan akan membuat edaran ke Pengprov,  bahwa semua pertandingan, efektif tanggal 1 Juni 2017,  harus menggunakan Peraturan Pertandingan terbaru hasil PWN/ PWD." Ujar Master Indra

Ditambahkan Master Indra peraturan pertandingan ini juga perlu di sosialisasikan oleh Komisi kepelatihan terhadap pelatih-pelatih agar metode kepelatihan menyesuaikan dengan peraturan yang ada 

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Banten menyelenggarakan kegiatan Diklat Wasit Daerah dan Coaching Clinic untuk para pelatih. Acara tersebut diikuti sebanyak 86 peserta plus 4 peserta berasal dari luar Banten. Yakni  DKI Jakarta, Kalimantan Barat dan Maluku Utara bertempat di Badan Diklat Propinsi Banten 20 – 21 Mei 2017. Acara dibuka oleh Ketua Umum KONI Banten, Brigjen TNI (Purn) Rumiah Kartoredjo dan dihadiri oleh sejumlah pengurus KONI dan Pengurus TI Banten.

Dalam rilis yang diterima redaksi TIN, Ketua Umum KONI Banten mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh Pengprov TI Banten adalah merupakan kegiatan yang sangat positif. Pihaknya sangat mendukung acara tersebut karena akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan pengalaman para praktisi taekwondo, khususnya para pelatih dan wasit yang bergelut langsung dengan kegiatan pembinaan dan prestasi atlet. 

Ditambahkannya, melalui kegiatan ini, diharapkan informasi yang up to date, khususnya terkait dengan berbagai peraturan dalam taekwondo dapat segera disosialisakan ke seluruh cabang dan unit latihan nantinya. Sehingga penerapannya dapat segera ditindaklanjuti oleh pelatih.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengprov TI Banten, Fiva Zabreno mengatakan bahwa kegiatan Diklat Wasit Daerah ini merupakan tindak lanjut dari hasil Penyegaran Wasit Nasional (PWN) yang dilaksanakan oleh komisi perwasitan PBTI yang dipusatkan di tiga kota sebagai zona wilayah penyelenggaraan kegiatan yakni, Batam, Makasar dan Jakarta beberapa waktu yang lalu. 

Ditambahkan Fiva, Diklat dan Penyegaran Wasit Daerah ini adalah bentuk sosialisasi komisi perwasitan PBTI kepada seluruh daerah agar proses transformasi mengenai aturan pertandingan terbaru yang dikeluarkan oleh WTF dapat diimplementasikan dilingkungan taekwondo Banten, Khususnya ketika ada kejuaraan-kejuaraan baik yang berskala daerah maupun nasional. 

“Penerapan standard dan aturan pertandingan akan wajib dilaksanakan oleh setiap penyelenggara kejuaraan. PBTI-pun sudah memiliki SOP yang berkaitan dengan aturan pertandingan itu. Oleh karenanya Pengprov TI di daerah, termasuk dalam hal ini juga tidak terkecuali Pengprov TI Banten, wajib ikut serta mendukung program PBTI itu mempercepat proses sosialisasi tersebut berjalan maksimal “ Ujar Fiva.

Terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menugaskan Instruktur Diklat dan Penyegaran wasit Daerah kali ini kepada Ketua komisi perwasitan, Master Ir. Tb. Indra Mulia Ari Zuhri yang didampingi oleh Master Ferdiyansyah dan Master Sandy Suwardi.

Selain acara diklat dan penyegaran wasit daerah, diwaktu yang sama Pengprov TI banten juga menggelar Coaching Clinic bagi para pelatih. Apalagi sebagian besar wasit juga merupakan pelatih di Pengcab dan unit latihannya masing-masing.

Pentingnya dilakukan coaching clinic kepada para pelatih ini juga bertujuan agar metode dan penerapan standard kepelatihan bagi para pelatih bisa dilaksanakan di Banten. 

“Dengan pola dan metode kepelatihan, termasuk studi komparatif yang dilakukan oleh pelatih nasional kepada pelatih daerah, diharapkan memberikan dampak positif, utamanya bagi peningkatan prestasi atlet Banten nantinya yang tengah serius mempersiapkan diri menghadapi PON XX di Papua 2019 mendatang.. Dalam ”Terang Fiva Zabreno yang merupakan mantan atlet nasional di era 90-an ini. 

Pelatih nasional yang ditugaskan oleh Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) kali ini adalah Master Dr. Fachmy fachrezzy, MPd, selaku anggota komisi kepelatihan PBTI dan Taufik Krisna, SPd selaku pelatih nasional yang saat ini dipercaya melatih timnas Taekwondo Indonesia.

Harapan Pengprov TI Banten, semoga berbagai materi yang di sajikan dalam diklat kali ini dapat diserap dan diterapkan dengan baik oleh peserta sebagai bekal bagi mereka dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai praktisi taekwondo di Banten.

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Cari

Peta Kantor PBTI