Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sulawesi Tenggara sukses menyelenggarakan Musyawarah Propinsi di Kendari 27/10/2018. Musprov TI tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dan diikuti oleh 17 Pengkab/kota diseluruh Sulawesi Tenggara.

Sebelum Musprov TI digelar, calon Ketua Pengprov sebenarnya ada 4 orang calon, yaitu Sumatiti (Muna), Mardin (univ.Haluoleo), Tasman (dari Koni),dan Dedi Muskar. namun hanya Dedi Muskar yang terus maju, dan yang lainnya mengundurkan diri. Sehingga secara aklamasi peserta sepakat menunjuk Dedi Muskar sebagai Ketua terpilih Pengprov TI Sultra untuk masa bhakti 2018-2022.

Dalam sambutannya, Dedi Muskar menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan konsolidasi dan mengambil langkah-langkah konstruktif untuk menata organisasi yang lebih baik lagi kedepan.
“Sebagai langkah awal kita perlu melakukan konsolidasi organisasi dan menata pelaksanaan kompetisi secara berjenjang.” Ujar Dedi.

Pihaknya juga meningkatkan pembinaan atlet untuk berperan aktif dalam berbagai kompetisi lokal maupun nasional. Termasuk melanjutkan program dari pengurus TI sebelumnya. Apalagi dalam waktu dekat pihaknya menghadapi tiga kegiatan sekaligus.

“Desember nanti akan dilaksanakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kolaka. Selain itu, ada kejuaraan nasional (Kejurnas) junior serta pendidikan dan latihan wasit,” tambahnya.
Oleh karenanya, dirinya mengajak semua pengurus cabang maupun TI Sultra membantu menjalankan roda organisasi. Ia menyadari tidak bisa menjalankan organisasi seorang diri, tanpa dukungan semua pengurus TI.

“Saya berharap komunikasi kita tetap terjaga, baik Pengcab maupun pengurus besar (PB) TI. Dengan demikian semua program kita laksanakan bisa berjalan dengan baik,” Jelas owner KTTC itu.

Wakil Ketua I KONI Sultra, Tasman Taewa berharap ketua yang terpilih bisa mendorong kemajuan taekwondo di Sultra. “Pembinaan atlet usia dini mesti diperhatikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PB TI, Brigjen TNI (purn) H Noor Fadjari juga berharap pengurus TI Sultra mampu memadukan kemampuan dan keterampilan atlet dengan perkembangan teknologi. Pasalnya saat ini, perkembangan dan dinamika olahraga taekwondo amat pesat dan terus mengikuti perkembangan zaman. Oleh karenanya PBTI berharap TI Sultra juga mampu menyelaraskan sekaligus mengakomodasi kebutuhan kompetensi para pelatih dan wasit Sultra, sehingga proses pembinaan, pengembangan dan prestasi taekwondo di Sultra berjalan baik kedepannya.

Sumber : Taekwondo Indonesia News (TIN)

Musyawarah Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Barat tahun 2018 sukses digelar di Hotel Lilianto Polman, 25/10/2018 lalu. Dalam acara tersebut hadir wakil Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST yang mewakili Ketua Umum PBTI, perwakilan dari KONI Sulbar, dan Para Pengurus Kabupaten Kota Se Sulawesi Barat sebagai peserta yang terdiri dari perwakilan Pembina dan 5 Pengkab, yakni Pengkab TI Mamuju, Pengkab TI Majene, Pengkab TI Mamasa, Pengkab TI Mamuju Tengah, dan Pengkab TI Polewali Mandar.

Ketua panitia Musprov TI Sulbar, Usman Waris yang juga merupakan Sekertaris Provinsi Sulbar menjelaskan bahwa saat ini perkembangan taekwondo di Sulbar berjalan dengan dinamis. Seluruh Kabupaten-Kota bersatu padu mengembangkan taekwondo di daerahnya masing-masing. Sinergisnya seluruh daerah dalam upaya mengembangkan pembinaan dan prestasi taekwondo di Sulbar berdampak positif bagi prestasi Sulbar, khususnya di beberapa kejuaraan bergengsi sekelas kejurnas.

“Para pengurus di Kabupaten berhasil melakukan upaya pembinaan, terbukti prestasi Sulbar beberapa tahun ini terus meningkat” Terang Usman Waris.

Sementara itu, wakil ketua Umum PBTI, Brigjen TNI H. Noor Fadjari, ST ketika membacakan amanah ketua Umum mengatakan, bahwa taekwondo adalah olahraga sport olympic atau olahraga yang dipertandingkan di Olmipiade. Perkembangan olahraga ini sangat dinamis. Karena dinamis, berbagai aturan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Terkait hal itulah maka daerah diminta untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kualitas program pembinaan dan prestasi, sehingga nantinya dapat memberikan kontribusi positif bagi timnas taekwondo Indonesia di kancah internasional.

“harapannya tentu prestasi taekwondo meningkat ditahun-tahun mendatang, utamanya TI dapat menyumbangkan medali di Olimpade” Ujar Noor Fadjari.

Dalam Musprov TI ini, secara aklamasi telah terpilih Ketua Pengprov TI Sulbar yang baru yakni H. Andi Yan Alibalmasydar, SH, mantan Ketua IMI Sulbar yang berprofesi pengusaha (putra Gubernur Sulbar ).

Terpilihnya H Andi Yan Alibalmasydar, SH ini juga diharapkan memberikan angin segar bagi TI Sulbar, dan seluruh pengkab optimis berbagai agenda program yang akan dilaksanakan oleh TI Sulbar akan berjalan dengan efektif. Khususnya program-program terkait peningkatan kompetensi para pelatih dan wasit di Sulbar. Apalagi mengingat Sulbar hingga kini belum memiliki wasit nasional.

 

*) Sumber : Taekwondo Indonesia News (TIN)

Musyawarah Provinsi TI Papua Barat sukses dilaksanakan pada tanggal 29 September 2018 bertempat di Hotel Billy, di kota Manokwari, Papua Barat.  Perwakilan dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST didampingi oleh anggota komisi Pertandingan PBTI Fernando Sinisuka. Kehadiran pengurus PBTI tersebut sesuai dengan surat tugas yang diberikan Ketua Umum PBTI No 15/IX/PBTI/2018, tgl 25 september 2018

Hadir pada acara tersebut, Koni Provinsi(Org), Dispora, 6 Kabupaten/kota. Pada pemilihan Ketua Pengprov TI Papua Barat, terdapat 2 calon, yaitu  Nico Saidui, Kabag di Pemda Papua Barat dan pengurus/ pejabat yang lama Drs. Yustus Meidodga, yang menjabat sebagai Kabag Kepegawaian Provinsi.

Dan hasil pemungutan suara  menetapkan Drs Yustus Meidodga selaku Ketua Umum Pengprov TI Papua Barat periode 2018 – 2022 dengan meraih 5 suara, sementara Nico Saidui saat pemungutan suara hanya meraih 2 suara. Terpilihnya Drs Yustus Meidodga merupakan kali kedua menjabat sebagai ketua Pengprov TI Papua Barat

Dalam sambutannya selaku Ketua terpilih Drs Yustus Meidodga mengatakan bahwa Periode yang lalu Pengprov selalu mempunyai kendala anggaran dari KONI yang tidak pernah cair. dan hal ini diakui oleh KONI yang hadir. Untuk itu diharapkan untuk periode berikutnya agar KONI lebih memperhatikan tata kelola TI Papua Barat mengingat PON 2020 di tanah Papua.

Selain itu, kendala pembinaan yang menonjol terkait tata kelola TI Papua Barat salah satunya disampaikan oleh Drs Yustus Meidodga adalah tersebarnya Kabupaten di pulau pulau. Namun kedepan dirinya optimis untuk periode berikutnya kegiatannya akan dibuat tersebar baik itu di Manokwari dan Sorong.

 

Musyawarah Provinsi TI Papua Barat sukses dilaksanakan pada tanggal 29 September 2018 bertempat di Hotel Billy, di kota Manokwari, Papua Barat.  Perwakilan dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST didampingi oleh anggota komisi Pertandingan PBTI Fernando Sinisuka. Kehadiran pengurus PBTI tersebut sesuai dengan surat tugas yang diberikan Ketua Umum PBTI No 15/IX/PBTI/2018, tgl 25 september 2018

Hadir pada acara tersebut, Koni Provinsi(Org), Dispora, 6 Kabupaten/kota. Pada pemilihan Ketua Pengprov TI Papua Barat, terdapat 2 calon, yaitu  Nico Saidui, Kabag di Pemda Papua Barat dan pengurus/ pejabat yang lama Drs. Yustus Meidodga, yang menjabat sebagai Kabag Kepegawaian Provinsi.

Dan hasil pemungutan suara  menetapkan Drs Yustus Meidodga selaku Ketua Umum Pengprov TI Papua Barat periode 2018 – 2022 dengan meraih 5 suara, sementara Nico Saidui saat pemungutan suara hanya meraih 2 suara. Terpilihnya Drs Yustus Meidodga merupakan kali kedua menjabat sebagai ketua Pengprov TI Papua Barat

Dalam sambutannya selaku Ketua terpilih Drs Yustus Meidodga mengatakan bahwa Periode yang lalu Pengprov selalu mempunyai kendala anggaran dari KONI yang tidak pernah cair. dan hal ini diakui oleh KONI yang hadir. Untuk itu diharapkan untuk periode berikutnya agar KONI lebih memperhatikan tata kelola TI Papua Barat mengingat PON 2020 di tanah Papua.

Selain itu, kendala pembinaan yang menonjol terkait tata kelola TI Papua Barat salah satunya disampaikan oleh Drs Yustus Meidodga adalah tersebarnya Kabupaten di pulau pulau. Namun kedepan dirinya optimis untuk periode berikutnya kegiatannya akan dibuat tersebar baik itu di Manokwari dan Sorong.

 

Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Selatan periode 2018-2022 yang di nakhkodai H M Giri Ramanda N Kiemas sebagai ketua umum resmi dikukuhkan di Hotel Premium, Palembang, Selasa (25/9/2018). Jajaran pengurus propinsi Sumsel tersebut di lantik oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST yang mewakili Ketua Umum PBTI Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman.

Setelah pelantikan berlangsung, Pengprov Taekwondo Sumsel langsung mengulirkan Kejuaraan Provinsi (Kejurporv) Taekwondo Indonesia Sumatera Selatan (TISS), di Gedung Widya Dharma Harapan Palembang.

Kejurprov diikuti sebanyak 350 taekwondoin yang berasal dari berbagai Kabupaten dan Kota se - Sumatra selatan

“Kami sengaja langsung menjalankan program kerja dengan menggelar Kejurporv. Kami ingin mendapatkan atlet yang bakal dipersiapkan menuju berbagai kejuaraan tingkat nasional, salah satunya PON tahun 2020 di Papua,” kata Giri Ramanda saat ditemui usai pelantikan.

Giri menyebut, Kejurprov Taekwondo yang sedang bergulir mempertandingkan telah lima tahun tidak digelar. Tapi, kali ini pihaknya sengaja menggelar Kejurprov Taekwondo di saat bersamaan pelatikan kepengurusan.

Pada Kejurprov Taekwondo tahun ini, dipertandingkan 10 nomor Kyorugi (Fighter) dan satu nomor Putra-Putri Poomsae (Peragaan Jurus) di kelas Junior dan 8 nomor Kyorugi dan 1 nomor Poomsae Putra/Putri di kelas senior. Dengan melibatkan lebih orang 350 Taekwondoin.

“Mereka yang ambil bagian dari Kejurprov ini datang dari 15 kabupaten/kota, mulai dari PALI, Empatlawang, Ogan Ilir, OKU Selatan, dan Banyuasin, OKI, Prabumulih, Muba, OKUT, Palembang, OKU, Lahat, Muratara, Muaraenim, dan Lubuklinggau,” Ujar Giri.

Wakil Ketua Umum PBTI Noor Fadjari menambahkan, Kejurprov yang dilangsungkan di Sumsel ini sangat baik untuk meningkatkan level para Taekwondoin Indonesia. Apalagi berkaca dari pengalaman di Asian Games 2018 lalu, Indonesia masih tertinggal beberapa level dari negara lain di Asia.

“Kita harapkan atlet-atlet yang ada di daerah-daerah meningkatkan kualitasnya karena kita lihat saat ini agak kurang. Kemarin pada saat Asian Games, banyak negara yang levelnya sudah lumayan tinggi dan banyak juga yang memperbaiki levelnya. Sehingga kita harap kita dapat mengejar level tersebut,” jelas Fadjari.

Seperti diketahui, setelah melalui proses yang tak begitu panjang, akhirnya H M Giri Ramanda N Kiemas terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sumatera Selatan (Sumsel) Periode 2018-2022 melalui Musyawarah Provinsi (Musprov) yang berlangsung pada Desember 2017 lalu. Ketua DPRD Sumsel tersebut didaulat sebagai ketua Umum taekwondo di Sumsel setelah para Pengurus Daerah (Pengda) Taekwondo Indonesia kabupaten/kota memiliih dirinya secara aklamasi melalui Musprov yang berjalan secara demokratis dan penuh kekeluargaan tersebut.

 

*) Sumber : Taekwondo Indonesia News

PBTI Lantik Kepengurusan TI NTT

21 Sep 2018
1586 times

Harry Alexander Riwu Kaho, SH, MM resmi memimpin Taekwondo NTT masa kepengurusan 2018-2022 setelah dikukuhkan dan dilantik Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Purn. Marciano Norman yang diwakili Wakil Ketua Umum II, Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST.

Upacara pengukuhan dan pelantikan Pengprov TI NTT berlangsung di Balroom Palicio, Aston Hotel Kupang, Sabtu (15/9/2018) pukul 10.00 WITA. Hadir Asisten III Setda NTT, Ir.Stevanus Ratoe Oedjoe, MT mewakili Gubernur NTT, Kepala BIN Daerah NTT, Brigjen TNI Adrianus Suryo, serta pejabat yang mewakili unsur Forkompinda NTT. Alexander Riwu Kaho, SH,MM menjadi Ketua Umum Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) dengan Ketua Harian Micky O Natun, ST, MSi dan Sekretaris, Donny T Messah, SH. M.Hum. Wakil Sekretaris Umum, Hamdan Batjo, Sp, Bendahara Umum, Bobby Liyanto, SE, MBA dan Wakil Bendahara Fransiska Tamu Ina, S.Kom.

Susunan personilia Pengprov TI NTT masa bakti 2018-2022 dilengkapi sejumlah ketua bidang dan komisi. Ketua I Bidang Organisasi dipercayakan kepada Ebenhaezer KanadjaBaca: Ramalan Zodiak Malam ini Sabtu 15 September-Leo Tidak Ada Terimakasih Atas Arogansi Andara, SE, Ketua II Bidang Pembinaan Prestasi, Erik Mella, SH. Ketua III Bidang Dana dan Usaha ; A Kale Manu, ST, Msi dan Ketua Bidang IV Bidang Penelitan dan Pengembangan, Indah Kristin Dethan, SE, M.Ec.Dev.

Persiapan PON 2019 Papua

Pasca pelantikan, pengurus sudah langsung bekerja, bahkan sebelumnya, setelah Musprov TI NTT yang digelar Februari lalu dan telah mengesahkan Harry Alexander Riwu Kaho, SH, MM sebagai ketua pengprov NTT. Jajaran pengurus sudah mulai melakukan persiapan dan strategi tata kelola organisasi, khususnya dalam rangka menghadapi PON 2019 di Papua.

Salah satu tartegi tersebut adalah melakukan monitoring dan pemetaan atlet potensial berprestasi yang akan terjaring di di Porprov 2018. “Pemantauan dan pemetaan atlet tersebut dilakukan untuk menyiapkan para atlet menjelang Pra PON 2019 dan PON 2020 di Papua dan nanti kita akan panggil para atlet untuk seleksi lagi," Terang Harry Alexander Riwu Kaho.
Seusai Porprov 2018, para pengurus PBTI NTT sendiri akan melangsungkan rapat kerja daerah untuk menyusun program jangkan pendek, menengah dan jangka panjang.
Program jangka pendek sendiri, jelasnya, para atlet akan disiapkan untuk gelaran Pra PON di Denpasar, Bali 2019 mendatang. Sedangkan program jangka panjang, para atlet akan dilatih dan dipersiapkan juga untuk Sea Games dan Asian Games di waktu mendatang.

Selanjutnya, Ketua Umum PBTI NTT masa bakti 2018-2022 ini juga menyebutkan para taekwondoin junior yang berusia rata-rata 19 tahun juga sudah dipersiapkan untuk menghadali pelbagai kejuaraan yang ada. "Empat tahun lalu kita juga sudah punya atlet junior yang berlaga di PON," katanya.

Dalam rakerda, demikian Harry menjelaskan, para pengurus akan membahas rencana berjenjang konsolidasi organisasi, penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur yang baik. Ia optimistis di bawah kepemimpinannya, olahraga taekwondo di NTT dapat berkembang jauh lebih baik.

*) Taekwondo Indonesia News 

 

Program Pelatihan Pelatih Taekwondo tingkat Provinsi Banten kembali bergulir di Pandeglang, Banten, Kamis (13/9/2018).

Program Pelatihan Pelatih Taekwondo yang merupakan angkatan V berlangsung selama 4 hari hingga 16 September 2018 diikuti sekitar 60 peserta yakni para pelatih berasal dari Kabupaten dan Kota se Provinsi Banten.

Assiten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kemenpora RI, Herman Chaniago menyatakan, kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan mercusuar yang dilakukan Kantor Kemenpora dalam upaya percepatan dan pengembangan prestasi olahraga nasional sesuai arahan dari Presiden Joko Widodo tahun ini.

"Upaya percepatan itu dipastikan membutuhkan sumber daya manusia mumpuni yakni pelatih dengan kopetensi ideal yakni mengerti ilmu keolahragaan,” Ujar Herman.

Program pelatihan sendiri mengejar target secara kuantitas, kualitas berdasarkan sertivikasi dan leveling mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional dan internasional bermuara pada kuatnya pondasi olahraga nasional.

Kegiatan Pelatihan Pelatih Taekwondo Angkatan V se Provinsi Banten yang menjadi bagian program Pelatihan 100.000 Pelatih dan Instruktur Kemenpora 2018.

Peserta diberikan materi diklat New Rule Competition 2018 menghadirkan narasumber dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia, PBTI Master Indra MZ,Irene Soeitoe & Mr Lee Serta Dispora dan KONI Provinsi Banten.

"Kegiatan ini diharapkan meningkatkan kemajuan ,kualitas &Profesional Wasit dan Pelatih TI Banten." Terang Sekum Pengprov TI Banten Fiva Zabreno

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI Banten pada tanggal 11 – 12 Mei 2018 menyelenggarakan Pendidikan Kepelatihan (Diklat) Penguji dan Pelatih Daerah. Diklat kali ini diikuti oleh 60 peserta dari seluruh Pengkab/Pengkot Banten, yang dilaksanakan atau bertempat di Badan Diklat Provinsi Banten Pandeglang.

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Harian Pengprov TI Banten Ir Andi Soko dan dihadiri oleh Pengurus dari KONI Banten serta jajaran Pengurus Pengprov TI Banten lainnya. Menurut Ketua Umum TI Banten, Andi Soko mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan agar Teaekwondoin Banten lebih berprestasi. Dengan begitu menurutnya akan makin banyak atlet asal Banten yang memberikan kontribusi untuk mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia, baik dikancah nasional maupun internasional.

Sementara itu, dalam sambutannya Sekum TI Banten Fiva Zabreno mengatakan bahwa kegiatan Diklat Penguji dan Pelatih Daerah TI Banten ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas serta profesional para Penguji dan Pelatih Daerah Banten.

Menurut Fiva, diharapkan dengan kegiatan tersebut para Penguji daerah bisa mendampingi penguji Nasional yg ada di Propinsi Banten dalam kegiatan UKT Geup dan pelatih bisa menerapkan ilmunya pada siswa/siswi di Dojang/Pengkab/pengkot masing-masing sesuai metode program kepelatihan.

“Diklat Penguji dan Pelatih Daerah ini adalah bagian dari rangkaian program TI Banten untuk mensinergikan seluruh potensi yang ada dalam rangka fokus persiapan menuju prestasi TI Banten di PON XX Papua 2020 nanti. Harapannya, tentu dengan berbagai materi yang up to date yang diberikan oleh para instruktur, baik penguji maupun pelatih dapat segera mentransformasikannya ke para atlet. dan menjadikan pengetahuan yang baru mereka peroleh tersebut untuk menajamkan kegiatan kepelatihannya di daerah masing-masing dilingkungan Propinsi Banten.” Ujar Fiva

Intruktur atau narasumber kegiatan DIklat kali ini berasal dari Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Grand Master TB Indramulia Arie Zuhri, didampingi oleh Sabeum Pino. Ketua komisi perwasitan PBTI itu, menjelaskan dan mensimulasikan banyak hal terkait dengan berbagai aturan terbaru yang diterapkan sesuai dengan rule World Taekwondo.  

Menurut Indra, dirinya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pengprov TI Banten sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan kualitas Penguji dan pelatih di lingkungan TI Banten. Dirinya berharap dengan terus di agendakannya kegiatan kepelatihan, ia yakin TI Banten akan semakin sukses dalam pembinaan dan pengembangan prestasi taekwondo.

 

Sebanyak 368 atlet mengikuti kejuaraan Road To PON XX 2020 Taekwondo Championship 2018 se-Papua di GOR Cenderawasih Jayapura, Senin (30/4). Direncanakan kejuaran tersebut akan berlangsung selama empat hari, dari tanggal 30 – 3 Mei 2018.

Menurut Ketua Panitia pelaksana kejuaraan, Fadri,  dirinya mengungkapkan bahwa kejuaraan tersebut merupakan agenda Pengprov Taekwondo Papua dalam rangka pemanasan sekaligus pemantapan sebelum mengikuti event POPNAS, PPLP dan PORPROV yang akan berlangsung Oktober 2019.  Nantinya, hasil dari kejuaraan-kejuaran tersebut akan diseleksi Pengprov TI Papua untuk diproyeksikan menuju PON XX yang akan berlangsung di Papua 2020 mendatang.

Kejuaraan tahun ini mengambil tema, “Taekwondo Papua Menuju Prestasi POPNAS Tahun 2019 dan PON XX Tahun 2020 di Tanah Papua,”.

“Kejuaraan Taekwondo Championship 2018 ini tidak hanya diikuti oleh Kabupaten/Kota di Papua, tapi juga ada perwakilan dari Provinsi Papua Barat,” kata Fadri.

Ditambahkan Fachri, kejuaran ini pempertandingkan nomor Kyorugi dan Poomsae kategori Pra Cadet, Junior dan Senior, yang berlangsung dari tranggal 30 April - 3 Mei 2018.

Fadri menjelaskan untuk target dan sasaran kejuaraan ini juga lebih kepada POPNAS dan PPLP, POPPROV di bulan Oktober kita akan meliht atlet disitu lagi untuk POPNAS. Untuk PPLP nanti kita akan melihat dari hasil kejuaraan ini. “Juara-juara terbaik akan kita ambil untuk memperkuat tim POPNAS Papua jika ada atlet senior yang bagus dan terbaik disini akan dipersiapkan untuk PON XX 2020 nantinya,”ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan, atlet yang berjuang dalam kejuaraan tersebut harus menjunjung sportifitas untuk menjadi juara sejati. Menurutnya para atlet harus bertanding dengan cara yang fair untuk mendapatkan hasil yang terbaik, tunjukan sportifitas dalam pertandingan agar menjadi juara sejati. Kalian harus junjung tinggi kedisplinan menjadi yang terbaik agar kalian bisa memperkuat Taekwondo Papua di ajang PON XX 2020.

*) TIN

 

Pengurus Propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan menyelenggarakan Rapat Kerja Propinsi (Rakerprov) yang digelar di Grand Malaka Hotel, Palembang, Sumsel Sabtu, (21/4).
Rakerprov kali ini diikuti oleh 14 dari 17 Pengkot/Pengkab TI Sumsel. Selain dari perwakilan Pengkot/Pengkab, Rakerprov juga dihadiri oleh Kepala Bidang Organisasi Pengprov TI Sumsel, Asdi Abdullah dan perwakilan dari Dispora Sumsel, Marlin. Acara dibuka oleh Kepala Bidang Organisasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Yefi Triaji sekaligus memantau jalannya rakerda.

Tema Rapat Kerja Propinsi kali ini adalah “Dengan Rakerprov Taekwondo Indonesia Sumatra Selatan,Kita Dukung Program KONI Propinsi Sumatra Selatan Menuju PON XX 2020, Papua dan Ikut Mensukseskan Asian Games Ke XVIII Tahun 2018”

Menurut Yefi Triaji, Rakerprov yang dilakukan oleh Pengprov TI ini merupakan bagian dari agenda kerja Pengprov TI sesuai dengan aturan yang terdapat dalam AD/ART Taekwondo Indonesia. Menurutnya, Rakerprov ini penting dilakukan agar pengprov TI dapat mengevaluasi berbagai pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan, sekaligus memformulasika proyeksi arah, pengembangan dan prestasi taekwondo di daerah kedepan. Oleh karenanya, lanjut Yefi, Rakerda menjadi salah satu momentum penting untuk mengintegrasikan kembali semangat dan komitmen berorganisasi dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang terjadi.

“Dengan Rakerprov, berbagai persoalan, saran dan masukan serta solusi akan menjadi efektif karena bersumber langsung dari para pengurus Pengkot/Pengkab dan dibangun berdasarkan komunikasi dua arah yang sinergis antara pengprov dengan Pengkot/pengkab, sehingga dari komunikasi tersebut, arah dan formulasi serta strategi pengembangan kapasitas organisasi dan prestasi taekwondo dapat disatu-padukan dan kemudian menjadi prioritas pekerjaan rumah bersama antara pengkot/pengkab dengan pengprov”. Ujar Yefi


Terkait pelaksanaan Rakerprov Pengprov TI Sumsel kali ini, Kabid Organisasi PBTI itu mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi seluruh jajaran pengurus, baik Pengprov maupun Pengkot/Pengkab yang berdiskusi, bertukar informasi dan memberikan masukan secara konstruktif. Hal tersebut menandakan terkonsolidasinya dengan baik komunikasi organisasi terkait berbagai program kegiatan yang telah dan akan dilakukan oleh Pengprov TI Sumsel kedepan.

Lebih lanjut Yefi mengatakan bahwa dirinya melihat begitu banyak masukan-masukan positif dari para pengkot/pengkab TI Sumsel. Utamanya terkait dengan proyeksi menuju PON XX Papua 2020 mendatang. Berbagai masukan-masukan tersebut dikorelasikan dengan makin berkembangnya sentra-sentra pembinaan atlet Junior seperti di Sekolah Olahraga Nasional (SON) di Palembang dan PPLD di Musi Banyu Asin.

Selain itu, dalam Rakerprov kali ini, concern peserta juga mengarah pada upaya perbaikan organisasi yang disepakati bersama menjadi salah satu agenda kedepan dalam rangka penataan organisasi kearah yang lebih baik lagi. Program penataan organisasi tersebut diharapkan kedepan dapat menunjang berbagai program pembinaan, pengembangan dan prestasi taekwondo di Sumsel.

“Harapan saya, tentu setelah digelarnya Rakerprov ini, arah menuju prestasi taekwondo Sumsel kedepan akan semakin baik dan tentunya pula dapat bersaing secara kompetitif di ajang PON XX Papua 2020 mendatang”. Terang Yefii.

 

 

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Cari

Peta Kantor PBTI