Sejarah dan Perkembangan

22 May 2017 Written by

SEJARAH DAN ERKEMBANGAN TAEKWONDO

 

 

Taekwondo merupakan salah satu jenis beladiri yang berasal dari Korea Selatan. Sejak beberapa tahun ke belakang, popularitas seni beladiri ini semakin banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Kurang sempurna rasanya apabila sudah banyak yang mengikuti beladiri ini namun belum tahu sejarah dan asal-usul dari seni beladiri ini sendiri. Oleh karena itu, berikut kami sajikan mengenai asal-usul serta sejarah salah satu seni beladiri terbesar di dunia ini.

ASAL USUL NAMA TAEKWONDO

Sebagaimana yang sudah disebutkan pada awal paragraf tadi, Taekwondo adalah salah satu cabang seni beladiri yang berasal dari Negeri Gingseng, Korea Selatan. Oleh karena itu, tentu saja asal kata Taekwondo juga berasal dari bahasa Korea, maknanya adalah:

Tae: Kaki.
Kwon: Pukulan dengan tangan.
Do: Sistem/seni.

Sehingga makna keseluruhan Taekwondo tersebut kurang lebih: Seni menggunakan kaki atau tangan sebagai senjata untuk membela diri.


PERKEMBANGAN DAN PENYEBARANNYA

Sejarah mencatat, Taekwondo mulai muncul pada tahun 37M pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Pada saat itu, masyarakat menyebut seni beladiri ini dengan beberapa nama yang berbeda, antara lain Subak, Taekkyon dan Taeyon. Sejak saat itu hingga awal abad 20, Taekwondo masih digunakan untuk pertunjukkan acara-acara budaya dan beladiri bagi para ksatria pada dinasti-dinasti saja.

Pada saat zaman penjajahan Jepang kepada Korea, perkembangan seni beladiri ini sangat ditekan bersamaan dengan budaya-budaya tradisional lainnya. Hingga pada saat Korea sudah merdeka di tahun 1945, rakyat Korea baru mulai mengembangkan dan mengajarkan anak-anak mereka dengan seni beladiri Taekwondo ini.

Pada tahun 1973, seorang master Taekwondo yang bernama Kim Un Yong mendirikan satu Federasi Taekwondo Internasional (World Taekwondo Federation) yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan. Semenjak saat itu, Taekwondo mulai dikenal oleh dunia luar dan lebih dari 180 divisi pertahanan dari berbagai negara yang menggunakan seni ini sebagai beladiri resmi untuk kesatuan polisi dan tentara mereka.

 

PERPECAHAN YANG TERJADI DALAM TAEKWONDO



Tidak lama setelah dibentuknya Word Taekwondo Federation, rupanya ada kelompok yang masih seperguruan yang berbeda pandangan maupun teori dengan kelompok yang dipimpin oleh Kim Un Yong tadi. Sehingga kelompok yang berbeda tadi membuat organisasi sendiri yang bermarkas di Kanada yang diberi nama International Taekwondo Federation. Kubu ini juga dipimpin oleh seorang master Taekwondo yang bernama Chong Hi.

Diduga perpecahan ini disebabkan oleh perbedaan aliran, filosofi serta metode dalam pengajarannya.

 

MASUKNYA TAEKWONDO KE INDONESIA

Tahun 1973 adalah tahun pertama kalinya kejuaraan Taekwondo kelas dunia digelar. Kejuaraan ini sangat menyita banyak perhatian berbagai negara, termasuk Indonesia. Sehingga, pada tahun 1975 masuklah seni beladiri ini ke Indonesia. Pada saat itu, ada 2 organisasi Taekwondo di Indonesia yang mewaliki kedua aliran internasional. Aliran ITF diwakili dengan PTI (Persatuan Taekwondo Indonesia) dipimpin oleh Letjen Leo Lopulisa, sedangkan aliran WTF diwakili dengan FTI (Federasi Taekwondo Indonesia) yang dipimpin oleh Marsekal Muda Sugiri.

Namun perpecahan ini tidak berlangsung lama. 5 tahun berselang, yaitu sekitar tahun 80-an, KONI membuka peluang cabang olahraga untuk Taekwondo sebagai anggotanya tetapi dengan syarat hanya ada satu wadah Taekwondo di Indonesia. Maka, pada tahun 1981 kedua organisasi tersebut mengadakan musyawarah nasional yang menghasilkan keputusan disatukannya kedua organisasi tersebut dalam satu organisasi baru yang diberi nama Taekwondo Indonesia yang dipimpin oleh Letjen Leo Lupolisa sebagai ketua umumnya.

 

FILOSOFI SABUK TAEKWONDO

Sabuk yang diikatkan kepada para peserta Taekwondo (taekwondoin) dengan berbagai macam warna bukanlah sabuk tanpa makna. Inilah makna sabuk yang ada di setiap tingkatan Taekwondo:

  • Putih: Melambangkan awal atau dasar dari semua warna. Pada tingkatan ini para taekwondoin mempelajari teknik dasar (gibon) 1.
  • Kuning: Melambangkan bumi. Di tingkatan ini mulai diajarkan dasar-dasar Taekwondo (TKD) dengan kuat dengan mempelajari gibon 2 dan 3.
  • Hijau: Melambangkan pepohonan. Pada tingkatan ini, teknik-teknik dasar tadi mulai dikembangkan dengan mempelajari taeguk 2.
  • Biru: Melambangkan birunya langit yang menyelimuti bumi yang bermaksud bahwa taekwondoin harus mulai mengetahui makna apa yang telah dipelajari, dengan cara memahami pelajaran taeguk 4.
  • Merah: Melambangkan matahari yang bermakna taekwondoin sudah harus bisa menjadi pedoman bagi orang dan bisa mengontrol sikap, dengan mempelajari taeguk 6.
  • Hitam: Melambangkan kegelapan, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri. Pada sabuk ini, masih ada tingkatan 1-9 yang masih harus dijalani.

 

SUMBER: http://www.satujam.com/sejarah-taekwondo/

Polisi wanita (Polwan) Polda Jawa Barat berwajah ayu ini, ternyata jago olahraga Taekwondo. Ia selalu mendampingi Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charlian, dalam setiap kunjungan kerja ke daerah.

Struktur & Kepengurusan

10 May 2017 Written by

DEWAN PEMBINA : Letjen TNI (Purn) Marciano Norman
    Letjen TNI (Purn) Erwin Sudjono, SH
    Letjen  (Mar) Purn Suharto
     
Staf Khusus : Marsma TNI Donald Kasenda ST, SIP, MM
    Drs. Acen Tanuwijaya
     
PENGURUS    
Ketua Umum : Letjen TNI (Purn) H. M. Thamrin Marzuki, S.Sos
Wakil Ketua Umum I : Irjen Pol (Purn) Syafrizal Ahiar, SH, MM
Wakil Ketua Umum II   : Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST
Wakil Ketua Umum III   : Zulkifli Tanjung, SE
Wakil Ketua Umum IV Omar Danni Hasan, MSs, Eng  
     
Ketua Harian    : Ir. Musa Anthony Siregar, SH, MH, MKn

Sekretaris Jenderal 

: Ir. Tb. Indra  M. Ari. Zuhri
Wk. Sekretaris Jenderal (Bid. Dalam Negeri) : Billy Apriansyah, S.Kom
Wk. Sekretaris Jenderal (Bid. Luar Negeri)  Irwan Nugraha Kurnia, SE 
     
Bendahara : Stefi Harum Natalisa, SE, S.Kom
     
Ketua  I Bidang Organisasi  : Brigjen TNI (Purn) Untung Waluyo, SE
Komisi Hubungan DN/LN dan Antar Lembaga  Fernando Sinisuka, SH 
    Rahmi Kurnia, SE
     
Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi : Yefi Triaji, S.ip
Komisi Pertandingan : Charles Lumban Gaol, SE
Komisi Perwasitan  Mukhlis Ba Alwi, S.Pt
    Sabrina Wijaya, SE, ME
     
Ketua III Bid. Pendidikan, Kepelatihan & Pengembangan : Dr. Fachmy Fachrezzy, M.Pd
Komisi Kepelatihan  Dra. Ina Febriana Sari Hard Putri
Komisi UKT Ir. Hari Kusmayadi 
Komisi Iptek dan Sport Science : Kolonel CKM Dr. Bagus Sulistyo, Sp.Kj.M.Kes
    Mayor CKM dr. Maulidi, Sp. FR
     
Ketua IV Bidang Pembinaan Hukum : Rendy Aloysius Kailimang, SH, MH
Anggota : Bobby Chan Syafri, SH, MH
  : Kabed Sinambela, SH
     
Ketua V Bid. Perencanaan, dana dan Usaha   : Fianto
Anggota : Sam Martino Soerjonegoro
  David Suryabara 
     
Ketua VI Bidang Humas  Kolonel Inf. Drs. Ruminta, MS.i 
Anggota  : Kapten Inf. Abdus Suud
  Andi Trinanda, SE, MM 
     

 

 

 

KPNP

Daftar Pengurus Taekwondo Indonesia seluruh Provinsi:

  1.     Provinsi Nanggro Aceh Darussalam
  2.     Provinsi Sumatera Utara
  3.     Provinsi Sumatera Barat
  4.     Provinsi Riau
  5.     Provinsi Kepulauan Riau
  6.     Provinsi Jambi
  7.     Provinsi Sumatera Selatan
  8.     Provinsi Bangka Belitung
  9.     Provinsi Bengkulu
  10.     Provinsi Lampung
  11.     Provinsi DKI Jakarta
  12.     Provinsi Jawa Barat
  13.     Provinsi Banten
  14.     Provinsi Jawa Tengah
  15.     Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 
  16.     Provinsi Jawa Timur
  17.     Provinsi Bali
  18.     Provinsi Nusa Tenggara Barat
  19.     Provinsi Nusa Tenggara Timur
  20.     Provinsi Kalimantan Barat
  21.     Provinsi Kalimantan Tengah
  22.     Provinsi Kalimantan Selatan
  23.     Provinsi Kalimantan Timur
  24.     Provinsi Kalimantan Utara
  25.     Provinsi Sulawesi Utara
  26.     Provinsi Sulawesi Barat 
  27.     Provinsi Sulawesi Tengah
  28.     Provinsi Sulawesi Tenggara
  29.     Provinsi Sulawesi Selatan
  30.     Provinsi Gorontalo
  31.     Provinsi Maluku
  32.     Provinsi Maluku Utara
  33.     Provinsi Papua Barat
  34.     Provinsi Papua

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Cari

Peta Kantor PBTI