Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki resmi melantik jajaran pengurus propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalimantan Barat masa bhakti 2021 – 2025 yang berlangsung di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, Minggu (12/9).

Hadir dalam pelantikan tersebut KONI Kalimantan Barat, Fachrudin D. Siregar didampingi Sekretaris KONI H. Erwin Anwar yang juga merupakan Ketua Pengprov TI Kalbar periode sebelumnya.. Selain itu hadir pula dari unsur pemerintah, mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sugeng Haryadi.

Pelantikan tersebut merupakan pengukuhan secara resmi, setelah sebelumnya sesuai dengan mekanisme organisasi, Pengprov TI Kalimantan Barat telah menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada tanggal 11 Juli 2021 lalu. Dimana dalam Musprov tersebut, terpilih Muji Wagito sebagai ketua Umum TI Kalbar menggantikan H. Erwin Anwar.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terpilih dan dilantiknya Muji Wagito sebagai Ketua Pengprov TI Kalbar beserta seluruh jajaran pengurus TI kalbar periode 2021-2025.

Dalam arahannya, Ketua Umum PBTI menginstruksikan kepada saudara Muji Wagito untuk melaksanakan amanah kepemimpinan ini dengan mempedomani petunjuk organisasi sesuai yang tertuang di dalam AD/ART.

“Laksanakan prinsip-prinsip tata kelola kegiatan taekwondo sesuai dengan ketentuan yang telah dikeluarkan oleh PBTI sebagai dasar pijak kegiatan. Dan yang paling penting adalah tetap kobarkan semangat untuk selalu berusaha mencapai prestasi terbaik untuk taekwondo Kalimantan Barat dengan pelibatan partisipasi semua pihak dalam suasana keharmonisan dan kebersamaan serta kegotong-royongan.” Ujar Thamrin.

Selain itu, Ketua Umum juga mengingatkan ditengah masa pandemi Covid- 19 ini, pengurus harus terus melakukan kreativitas dan inovasi agar roda kegiatan taekwondo dan tata kelola organisasi terus berjalan dengan baik.

“Sudah banyak kejuaraan-kejuaraan yang digelar. Bahkan atlet-atlet kita banyak yang berprestasi di level kejuaraan internasional. Pola latihan dan pembinaan serta pengembangan sumber daya atlet, pelatih dan wasit juga kita saksikan diberbagai daerah tetap berlangsung. Saya minta ini semua terus dijaga atmosfirnya. Termasuk yang dilakukan di Kalimantan Barat. Saya percaya dan yakin saudara Muji Wagito beserta jajaran pengurus lainnya bisa melaksanakannya, dan saya yakin taekwondo Kaimantan Barat akan makin lebih baik kedepan.” Terang Ketua Umum PBTI itu.

Khusus kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang mungkin akan diselenggarakan di Kalimantan Barat, Selaku ketua Umum PBTI, Thamrin Marzuki juga mengingatkan agar pengurus tetap mengedepankan sinergitas dan kolaborasi terkait masalah prosedur, perizinan, peran dan partisipasi serta pengawasan PBTI, Pengprov, Pengkab/Pengkot dan sebagainya.

PBTI meminta yang dilakukan terkoordinasi dengan baik sesuai dengan tata laksana/SOP pertandingan dan perizinan yang sudah sama-sama kita pedomani. Karena semua kegiatan ada pertanggungjawabannya. Hal tersebut penting agar setiap kegiatan memiliki output dan outcome yang maksimal. Yakni menjaga agar api semangat dan atmosfir positif perkembangan taekwondo, khususnya di berbagai daerah terjaga dengan baik secara sportif dan profesional yang dapat melahirkan sumber daya dan regerenasi atlet yang baik kedepannya.

Sementara itu, Ketua Pengprov TI Kalimantan Barat, Muji Wagito dalam sambutanya berjanji akan melaksanakan instruksi PBTI untuk meningkatkan sinergi kerjasama dengan institusi terkait di Propinsi Kalimantan Barat. Khususnya pemerintah daerah, KONI dan Dinas Pendidikan pemuda, olahraga dan pariwisata.  

“Sinergi dan kerjasama dengan berbagai instansi terkait sangat dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang prestasi olahraga di Kalimantan Barat, Khususnya cabor taekwondo. Terutama di ajang POPDA dan upaya untuk mengikutsertakan cabor taekwondo di gelaran O2SN. ” Ungkap Muji.

Untuk rencana hal tersebut, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat terkait agar bisa terealisasi. Sebelumnya dirinya juga mengungkapkan bahwa TI Kalbar sudah melakukan Rapat Kerja daerah pada 11 September 2021 lalu, yang telah menghasilkan dan merumuskan berbagai rencana dan agenda kerja kepengurusan.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) resmi melantik jajaran pengurus propinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Kalimantan Tengah periode 2021-2025 dikukuhkan secara tatap muka, di Palangka Raya dan melalui sarana virtual disaksikan langsung jajaran  Pengurus Besar (PB) TI,Sabtu (4/9).

Pelantikan tersebut merupakan pengukuhan secara resmi, setelah sebelumnya sesuai dengan mekanisme organisasi, Pengprov TI Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada tanggal 1 April 2021 lalu. Dimana dalam Musprov tersebut, Heriansyah terpilih kembali menjadi Ketua Provinsi Kalimantan Tengah masa bakti 2021 - 2025, melanjutkan kembali kepemimpinan periode sebelumnya (2017 – 2021).

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki dalam sambutannya setelah pelantikan mengucapkan ucapkan selamat atas diamanahkannya kembali saudara Heriansyah sebagai Ketua Pengprov TI Kalteng periode 2021-2025.

Ketua Umum PBTI meminta setelah resmi dilantik, ketua Pengprov dan jajaran pengurus baru agar dapat segera melaksanakan tugas-tugas organisatorisnya secara efektif. Apalagi terkait dengan perhelatan PON Papua yang sudah didepan mata. Selain persiapan PON dan berbagai agenda program kerja lainnya, Ketua Umum PBTI juga meminta kepada Pengprov TI Kalteng nantinya untuk mengupayakan agar taekwondo bisa masuk dalam  Pemusatan Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Kalteng.

“Cabor Taekwondo harus dipikirkan masuk menjadi bagian dari Program PPLP Propinsi. Target ini harus dipikirkan masuk dalam kepengurusan baru. Ini penting saya sampaikan karena cabor taekwondo di Kalteng termasuk cabor unggulan, dan salah satu  cabor yang tertib organisasi dan menjadi contoh cabor-cabor lainnya. Jadi wajar Kalteng harus punya target bahwa cabor taekwondo harus ada PPLP provinsinya disini. ” Terang Thamrin

Selain memberikan pesan tentang fokus program kedepan ketua Umum PBTI juga memberikan apresiasi terkait pencapaian taekwondo Kalteng.

“Selaku ketua Umum PBTI, saya mengapresiasi sejauh ini pencapaian kepemimpinan saudara Heriansyah. Bukan saja dalam hal mengembangkan atmosfir taekwondo di kalteng, tapi juga menyangkut soal kualitas atlet, pelatih dan wasit taekwondo di Kalimantan Tengah. Ada grafik positif yang terlihat berkaitan dengan prestasi atlet, jumlah wasit dan kompetensi pelatih di Kalimantan Tengah.” Ujar Thamrin.

Selain itu, Ketua Umum PBTI juga mengapresiasi aktifnya berbagai kegiatan taekwondo yang dikelola oleh pengprov TI. Terbukti berdasarkan laporan KONI Kalimantan Tengah, ternyata dari 48 Pengprov cabor di Kalimantan Tengah, 14 KONI Kabupaten/ Kota, Cabor taekwondo adalah termasuk salah satu cabor yang paling aktif menggelar berbagai kegiatan yang sangat berdampak positif bagi perkembangan olahraga di Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut Ketua Umum PBTI, H.M. Thamrin  Marzuki  meminta kepengurusan yang dinakhodai H. Heriansyah dkk dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi yang lebih aktif dan produktif kepada stakeholders terkait, dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng khususnya Dispora dan induk cabang olahraga KONI Kalteng. Ketua Umum meminta program kerja yang dibuat nantinya harus sejalan dan sesuai dengan kalender kegiatan, sehingga program kerja pengprov Ti kalteng yang telah disusun bisa menjadi bagian integral dengan program-program olahraga yang di tata kelola oleh pemerintah daerah dan KONI daerah.

Selain itu, Ketua Umum PBTI juga mengingatkan bahwa dalam masa pandemi Covid -19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4  di Kalteng, dirinya berharap  pengurus memiliki ide-ide kreatif agar kaderisasi atlet juga latihan terus tetap  berjalan dengan tetap menjalankan protokol  kesehatan (Prokes) ketat.

Kegiatan pelantikan yang dipusatkan di gedung Gedung Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Peternakan Provinsi Kalteng ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng, Falery Tuwan  mewakili Gubernur , H. Sugianto Sabran dan Sekretaris Umum KONI Kalteng, H. Elbadi Fardian serta perwakilan  KONI Kabupaten Katingan.

 

Atlet taekwondo Indonesia sukses meraih 5 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu di ajang Online 2021 World Taekwondo Asia Poomsae Championship. Penilaiannya sendiri telah dilakukan sejak tanggal 3 Juli – 19 Agustus 2021. 
 
Medali Emas diraih oleh Shegina Rahma (Colorbelt Under Junior Female) asal klub Itenas Bandung, Richard Novelino (Colorbelt. Under Junior Male) dari klub Reborn Bandung, Winata Vitrianov (Colorbelt. Junior Male) asal klub  LTC Karanganyar, Wahyu Candrawati (Colorbelt. U 30 Female) asal klub LTC Karanganyar dan Spartan (Colorbelt. U 30 Male) asal klub LTC Karanganyar
 
Medali Perak diraih Defia Rosmaniar (Black Belt. U 30 Female) dari Indonesia National Team dan Rimadani Syafira (Colorbelt. Junior Female) asal klub LTC Karanganyar. Adapun medali  Perunggu diraih oleh Vitriati Indartini ( Colorbelt. U 30 Female) asal klub LTC Karanganyar.
 
Kejuaraan Online 2021 World Taekwondo Asia Poomsae Championship ini diikuti puluhan negara di Asia. Antara lain, Korea, Iran, Turki, China, Thailand, China Taipe, Hongkong, Myanmar, Malaysia, Afganistan, Kazakhtan, Filipina, Pakistan, Srilangka, India, Bangladesh dan Indonesia.   
 
Untuk diketahui bahwa kejuaraan Internasional taekwondo Asia ini menjadi kejuaraan bergengsi karena masuk menjadi agenda resmi WT dan Asian Taekwondo yang digelar setiap tahun. Oleh karenanya selain diikuti atlet-atlet berkualitas, perhelatannya juga persis sama dengan kualitas pertandingan internasional pada situasi normal (diluar pandemi).
 
Selain berpartisipasi di kejuaraan tersebut, Indonesia juga dipercaya untuk mengirimkan dua orang wasitnya. Yaitu Irwan NK dan Ina Febriana. Keduanya selain sebagai pengurus PBTI juga berstatus sebagai International Referee taekwondo.
 
Terkait dengan kesuksesan meraih medali di kejuaraan Internasional tersebut Ketua umum  PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengucapkan selamat dan bangga. 
 
Menurutnya keberhasilan meraih medali diajang kejuaraan internasional ini membuktikan bahwa pembinaan klub-klub daerah masih berjalan cukup baik. 
 
Dirinya optimis sekaligus berharap daerah-daerah lain, terutama klub-klub taekwondo di Indonesia, lebih berperan aktif lagi dengan melihat dan mengikuti agenda kejuaraan-kejuaraan taekwondo online yang digelar di banyak negara.
 
“Dengan sering mengikuti kejuaraan karena memanfaatkan teknologi  dan media informasi saat ini, para pelatih bisa terus menjaga atmosfir dan semangat berlatih para atletnya." Ujar Ketua Umum.
 
Lebih lanjut ketua Umum PBTI itu menyatakan bahwa bagaimanapun keikutsertaan atlet diajang kompetisi atau pertandingan adalah salah satu indikator untuk mengukur kualitas keberhasilan pembinaan di klub. 
 
" Untuk hasil di kejuaraaan tersebut, inilah kado hari kemerdekaan RI ke 76 dari taekwondo Indonesia." Pungkas Thamrin Marzuki.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia Letjen TNI (Purn) H. M. Thamrin Marzuki, S.Sos memberikan Penghargaan Sabuk Hitam dan 5 Kehormatan kepada Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura. Penganugerahan DAN 5 Kehormatan tersebut diberikan pada acara Pelantikan Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Sulawesi Tengah Masa Bhakti 2021-2025, di Swiss Bell Hotel Palu, (8/8 /2021). Untuk diketahui bahwa Ketua Umum PBTI melantik pengurus TI Sulteng Masa Bhakti 2021-2025 yang dipimpin oleh Dasmin Lamasiara, S.Pd, M.Pd yang menggantikan ketua sebelumnya, Dr. Arifuddin Lamusa, MP. IPM dalam acara Musprov yang berlangsung pada tanggal 30 Mei 2021 lalu.

Terkait dengan penghargaan DAN 5 kehormatan yang diberikan Ketua Umum PBTI kepada Gubernur Sulteng, dalam sambutannya Thamrin Marzuki mengemukakan bahwa penghargaan tersebut diberikan semata-mata karena dirinya menyaksikan sendiri beliau banyak berjasa dalam mengembangkan olahraga beladiri Taekwondo di Sulawesi Tengah.

“Saya pernah lama bertugas di Sulteng, pernah sebagai Danrem 132/Tadulako Palu dan Kabinda Sulteng. Saya menyaksikan sendiri bahwa Gubernur Sulteng, H. Rusdy Mastura, dulu beliau masih menjabat sebagai walikota Palu, banyak membantu dan berjasa dalam pengembangan Taekwondo di Sulteng khususnya dalam mensupport event-event baik di daerah maupun tingkat nasional. Dan saya yakin sebagai Gubernur saat ini, komitmennya terhadap perkembangan dan prestasi taekwondo di Sulteng makin tinggi.” Ujar Thamrin.

Sementara itu dalam kata sambutannya, Gubernur Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasinya terhadap Penghargaan DAN 5 Kehormatan dari Ketua Umum PBTI ini kepada dirinya.

“Pak Thamrin terima kasih saya senang sekali. Ini merupakan penghormatan, sekaligus tanggung jawab saya dalam upaya lebih mengembangkan pembinaan dan prestasi taekwondo di Sulawesi Tengah.” Ungkapnya disambut tepuk tangan meriah dari para undangan.

Gubernur juga menyampaikan komitmenya akan memajukan Olahraga Taekwondo di Sulawesi Tengah dengan menggandeng pengusaha – pengusaha besar yang banyak tersebar di Sulteng dan menargetkan Sulawesi Tengah bersama Sulawesi Utara menjadi tuan rumah PON 2028 mendatang

Acara pelantikan ini dihadiri oleh perwakilan dari Korem 132 Tadulako, Perwakilan Polda Sulteng, KONI Sulteng, Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Janssen Pongi, Front Pemuda Kaili Kota Palu dan beberapa undangan dari Cabor Olahraga serta Pengurus Pengkab/Pengkot TI Sulteng.

*) Adt

Muji Wagito atau biasa disapa Panji terpilih memimpin Pengurus Propinsi taekwondo Indonesia Kalimantan Barat periode 2021 - 2024. Dirinya dipilih oleh para Ketua Pengkab/Pengkot dalam Musyawarah Propinsi yang berlangsung di Hotel Ibis, Pontianak (11/7) lalu. Dalam penghitungan suara, Muji Wagito yang saat ini menjabat di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Propinsi Kalimantan Barat itu, menggalahkan Ahmad Yani yang juga mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum Pengprov TI Kalbar.

Terkait dengan suksesnya pelaksanaan Musprov TI Kalimanta Barat tersebut, Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki mengatakan selamat. Ketua Umum PBTI meyakini, dengan terpilihnya ketua Pengprov TI yang baru ini, atmosfir, pembinaan dan pengembangan Taekwondo di Kalbar semakin meningkat dan dapat memberikan kontribusi positif bagi kualitas atlet dan prestasi taekwondo Indonesia di masa yang akan datang.

“Saya yakin, dengan semangat kontinuitas dan kesinambungan program pembinaan dan pengembangan sumber daya, baik atlet, pelatih maupun para wasit, termasuk profesionalitas menata kelola organisasi TI dari tingkat dojang, Pengkab/pengkot hingga tingkat propinsi, TI Kalimantan Barat akan dapat ikut mewarnai peta persaingan taekwondo di tingkat nasional, sekaligus menjadi salah satu propinsi yang akan memberikan kontribusi atlet nasional untuk timnas taekwondo Indonesia, yang mewakili Indonesia di event-event Internasional.” Ujar Thamrin Marzuki.

Ketua Umum PBTI juga menegaskan, bahwa dirinya berharap dengan momentum semangat kekeluargaan dalam Musprov Kalbar tersebut, akan lahir komitmen baru yang diformulasikan menjadi program yang akan dijalankan oleh pengurus baru. Hal ini menurut Ketua Umum PBTI itu berkaitan dengan upaya Kalbar agar lebih meningkatkan kembali capaian prestasinya di tingkat nasional.

“Oleh karenanya, Saya berharap pengurus baru nanti dapat mengevaluasi capaian kinerja pembinaan dan pengembangan prestasi taekwondo Kalbar secara faktual dan obyektif.  Sehingga dengan evaluasi tersebut, peta jalan perubahan konstruktif prestasi taekwondo Kalbar kedepan akan terlihat dan dapat diimplementasikan pada kepengurusan yang baru nanti.” Terang Ketua Umum PBTI

Untuk mewujudkan hal itu, Ketua Umum PBTI berharap Ketua Pengprov TI Kalimantan Barat yang terpilih dan pengurus yang bekerja nanti, akan lebih meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan para Pengkab/ Pengkot, bersinergi dan berkoordinasi dengan PBTI dan pihak-pihak terkait di wilayah propinsi Kalbar, terutama kepada KONI Kalbar, Dispora dan pemerintah daerah untuk mengefektifkan dan meningkatkan kapasitas program-program kerja pembinaan dan pengembangan prestasi berupa pembinaan dan prestasi atlet, peningkatan kapasitas kompetensi para pelatih, pemberdayaan dan peningkatan kualitas dan status wasit, pemberdayaan dan profesionalisme manajemen tata kelola dojang atau klub-klub taekwondo yang tersebar di Kalimantan Barat, peningkatan geliat dan atmosfir pertandingan taekwondo di Kalimantan Barat, serta peningkatan intensitas keikutsertaan atlet asal Kalimantan Barat dalam event-event atau open tournament nasional dan internasional.  

Sementara itu Ketua Pengprov TI terpilih, Muji Wagito mengatakan bahwa pihaknya, setelah menetapkan susunan pengurus akan langsung bekerja melakukan berbagai hal terkait dengan program peningkatan kapasitas dan profesionalisme tata kelola organisasi dan program pembinaan dan pengembangan prestasi.

“Kepengurusan TI Kalbar nanti akan berusaha mewujudkan organisasi yang profesional menuju taekwondo Indonesia Kalimantan Barat menjadi cabang olahraga beladiri unggulan.” Ujar Panji.

Terkait upaya untuk mewujudkan orientasi itu, dirinya bersama pengurus akan bersinergi melakukan penataan dan pemberdayaan SDM dalam organisasi sesuai dengan aturan main, merancang program dan melaksanaan pembinaan, penjaringan dan seleksi atlet secara obyektif, efektif dan efisien.

Panji juga menegaskan bahwa berbagai program tersebut tentunya akan bisa terlaksana dengan efektif jika didukung penerapan teknologi informasi yang memudahkan semua pihak melakukan sinergi dan komunikasi, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kinerja. Efektifitas program juga menurutnya ditentukan oleh adanya dukungan anggaran yang memadai. Oleh karenanya, dirinya akan merencanakan dalam kepengurusannya akan membangun sistem sistem penggalangan dana yang berbasis kemandirian dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang concern dan mendukung program-program cabor taekwondo di Kalimantan Barat.

 

 

 

 

 

Taekwondoin Indonesia Andi Sultan meraih juara dunia kategori Kadet setelah berhasil meraih point tertinggi di ajang World Taekwondo Poomsae Open Chalennge II 2021. Andi Sultan merebut emas dengan mengalahkan taekwondoin dari sejumlah negara. Andi Sultan mengumpulkan point tertinggi 6860 mengalahkan peringkat kedua asal Iran M. Habibzadeh yang mengumpulkan skor 6760 dan harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diraih oleh taekwondoin O. Martinez Asal Meksiko dengan skor 6360 dan H. Shi asal Macao dengan skor 5980.

World Taekwondo Poomsae Open Challenge 2021 adalah ajang kejuaraan online yang digelar oleh badan taekwondo dunia (World Taekwondo) sepanjang tahun 2021 ini. Kejuaraan dunia ini dibagi kedalam 3 tahap. World Taekwondo Poomsae Open Challenge I 2021 mempertandingkan untuk kategori junior (pasangan dan tim). World Taekwondo Poomsae Open Challenge II 2021 mempertandingkan kategori cadet (pasangan dan tim)  dan World Taekwondo Poomsae Open Challenge III 2021 mempertandingkan kategori senior dan kategori Para (disabilitas). Diakhir tahun nanti, 8  peserta terbaik dari masing-masing tahap kembali akan bertarung di grand final  open Challenge.  

Di ajang kejuaraan dunia level G.2 ini, Timnas taekwondo Indonesia mengikuti kategori kadet dengan menyertakan 3 orang atletnya. Ketiga atlet tersebut adalah Muhammad Nadim Fathurahman Hemawan asal Jawa Barat yang tampil di nomor Poomsae recognize Male, Naylana Khansa Janeeta asal Jawa Barat yang tampil di nomor Poomsae recognize Female & Freestyle dan Andi Sultan atlet asal DKI Jakarta yang tampil di nomor poomsae freestyle Male.

Keberhasilan Andi Sultan tak lepas dari analisis pelatih timnas Poomsae Mr. Shin Seung Jung yang melihat potensi atlet ini yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Selain prestasinya, Menurut pelatih asal Korea itu, Andi Sultan yang aktif di media sosial dengan banyak memperagakan atraksi freestyle taekwondonya, memang memiliki karakter dan bakat yang luar biasa dan sangat membantu penilaiannya dalam melihat potensi atlet tersebut.

“Era digital teknologi informasi saat ini, memang memungkinkan kita bisa menilai kapasitas para atlet. Dan para pelatih seyogiayanya juga bisa mendorong perkembangan kualitas atlet melalui ekspose melalui media sosial. Andi Sultan adalah salah satu contoh, bagaimana dirinya mampu meyakinkan para pelatihnya, baik di level klub, Pengprov maupun khususnya pelatih nasional terkait kapasitas teknik dan skillnya memperagakan jurus dan akrobatik dalam taekwondo” Ujar pelatih nasional yang mengantarkan Defia Rosmaniar meraih Emas Asian Games 2018 lalu itu.

Senada dengan Mir. Shin, Pelatih Nasional Poomsae Maulana Haidir menambahkan, dengan kemampuan presentasi skill para atlet melalui media sosial yang dimilikinya, kedepan untuk bisa lebih mematangkan dan mengefektifkan pola dan proses seleksi atlet, sistem audisi bisa menjadi suatu alternatif yang bisa diterapkan. Menurutnya, ini memungkinkan kita bisa lebih optimal melakukan penjaringan atlet berbakat secara efektif dan efisien dan mampu mengakomodir potensi para atlet yang tersebar hingga kepelosok daerah yang mungkin saja tidak terjangkau atau teridentifikasi oleh pengurus didaerah. “Tinggal teknis, mekanisme dan parameternya perlu diatur saja dengan melibatkan pengurus didaerah.” Ujar Maulana.

Untuk diketahui bahwa Andi Sultan adalah atlet asal DKI Jakarta, Selain aktif di taekwondo, dirinya juga pemegang gelar juara nasional INC Master 2020, sebuah kompetisi tingkat nasional dalam memperagakan keahlian menggunakan alat beladiri Nunchaku. Dengan keahlian freestyle taewondo dan kemahirannya menggunakan Nunchaku itulah dirinya saat ini sukses menjadi aktor laga di sebuah sinetron dilayar kaya di salah satu televisi swasta.

Terkait dengan keberhasilan Andi Sultan meraih medali emas di ajang kejuaraan dunia tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengucapkan selamat dan berharap capaian prestasi tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi bagi atlet lainnya untuk bisa berprestasi tingkat dunia.

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) menggelar Seleksi Nasional (Seleknas) untuk persiapan multi event pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara, Sea Games XXXI yang akan berlangsung di Vietnam November 2021 mendatang. Diikuti 14 propinsi dan 114 atlet, Seleknas berlangsung di gedung Popki Cibubur, Jakarta Timur 4 – 7 Februari 2021.

Seleknas dibuka oleh Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M. Thamrin Marzuki, didampingi oleh sejumlah pengurus PBTI dan Pengurus propinsi. Hadir pula Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kemenpora RI, Chandra Bakti yang memonitoring langsung jalannya seleknas. 

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBTI mengatakan, bahwa dirinya mengakui prestasi taekwondo Indonesia di Sea Games mengalami pasang surut. Namun kita selalu berikhtiar untuk terus mengevaluasi diri secara obyektif.

“Saya optimis, taekwondo Indonesia akan kembali menunjukkan prestasi terbaiknya di level Asia Tenggara. Walaupun kita tahu bahwa atlet-atlet kelas dunia baik kyorugi maupun poomsae, saat ini juga bercokol di kawasan Asia Tenggara, seperti Vietnam, Thailand dan Filipina.”. Terang Thamrin

Terkait dengan rangkaian Seleknas ditahun ini, Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki kembali menegaskan bahwa, walaupun dilaksanakan di masa pandemi, Seleknas tetap dilaksanakan secara obyektif dan memiliki parameter yang jelas dalam penilaiannya. Harapannya dengan semuanya dilakukan secara terbuka, dan dilakukan melalui proses serta standarisasi sesuai ‘rule of WT,  kita akan mendapatkan atlet-atlet yang memang terbaik di kelas dan nomor/kategori. Terbaik dari segi fisik, teknik atau skill, maupun mentalitas dan intelegensianya.  Sehingga menurutnya, nanti ketika para atlet tersebut di gembleng di kawah candradimuka Pelatnas Taekwondo Indonesia, mereka adalah para atlet yang sudah siap pakai dan siap tanding.

Kedepan, saya menginginkan pelatih di pelatnas hanya tinggal mengasah dan meningkatkan aspek dari segi kapasitas fisik, psikologi dan strategi bertanding saja. Untuk teknik atau skill, tinggal dijaga saja kemampuannya. Karena mereka sebenarnya sudah sangat baik. Sebab telah dibina cukup panjang oleh pelatih di daerah dan hasil pembinaan di PPLP/PPLD/SKO. Pelatih pelatnas tinggal mempertajam dan menjaga Peak Performance – nya hingga momentum pertandingan tiba.” Ujar Thamrin.

Sementara itu, menurut Manajer pelatnas Pino Indra menjelaskan bahwa Seleknas kali ini diikuti 114 atlet. 78 atlet berasal dari disiplin Kyorugi (tarung) dan 36 atlet berasal dari disiplin Poomsae (jurus). Mereka berasal dari 14 propinsi, yaitu Bali, Banten, DKI Jakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Papua, Riau dan Sumatra Utara

“Mereka-mereka ini adalah para atlet yang terbaik di ajang Pra-PON XX 2019. Baik diseluruh kelas/nomor dan seluruh zona wilayah. Selain itu, mereka juga adalah para juara di ajang Pekan Olahraga Pelajar 2019. Dan yang terbaik di ajang kejurnas antar SKO/PPLP/PPLD 2019. ”

Ditambahkan Pino, dari hasil seleknas yang dibuat sesuai dengan standarisasi event internasional ini, nantinya akan terpilih 16 atlet. 6 atlet untuk disiplin poomsae dan 10 atlet untuk disiplin kyorugi.

Selain itu, menurutnya, PBTI akan melaksanakan kembali Seleknas yang ke-2. Direncanakan Seleknas tersebut akan dilaksanakan pada bulan Mei dan Agustus mendatang dengan syarat peserta juara 1 dan ke 2 Pra PON 2019, Juara 1 Popnas 2019 dan Kejurnas PPLP/SKO.

“Tiga kali rangkaian Seleknas ditahun ini bertujuan untuk menciptakan suasana kompetisi antar sesama atlet di lingkungan pelatnas nantinya.” Terang Pino.

Setelah itu, Lanjut Pino sebelum mengikuti Sea Games, para atlet akan mengikuti event-event internasional, antara lain Korea Open di bulan Juli, Islamic Solidarity Games yang akan berlangsung di bulan Agustus dan Kejuaraan Asia di Libanon pada bulan September mendatang. 

Berikut adalah hasil seleknas :

Kyorugi Putra U - 54

  1. Reinaldy Atmanegara (Jateng)
  2. Siloam Blegur ( Kaltim)
  3. Kumara Arsyi (Sumut)
  4. Khaerullah (Jabar)

  Kyorugi Putra  U – 68

  1. Adam Yazid (Jawa Barat
  2. Arya Danu (Banten)
  3. Apriliandy (Papua)
  4. Kenny Rafael (DKI Jakarta)

 Kyorugi Putra U – 58

  1. Bassam (DKI Jakarta)
  2. Yudhistira (Jambi)
  3. Pandu AJi (DKI Jakarta)
  4. Seno Satrio (Jawa Timur)

 Kyorugi Putra U – 63

  1. Ibrahim Zarman (Riau)
  2. Thoriq Muhammad (DKI Jakarta)
  3. Farel Patra (Jambi)
  4. Rifki Naufal (Banten)

Kyorugi Putra U – 87

  1. Nicholass Armando (Jabar)
  2. Tugabus Maulana (Jabar)
  3. Angga Aulia (Papua)
  4. Hilmi Rizky (DKI Jakarta)

Kyorudi Putri U – 46

  1. Ni Kadek Heni ( Bali)
  2. Fisca Afrila (Banten)
  3. Pradinda Puspa (Jateng)
  4. Felta Chaniago (DKI Jakarta)

 Kyorugi Putri U – 62

  1. Shaleha Fitriana (Jateng)
  2. Defina Syahrani (Jabar)
  3. Annisa CM (Jabar)
  4. Nadira Putri (Jabar)

 Kyorugi Putri U – 49

  1. Megawati Amesti (Jabar)
  2. Aqila Aulia (Jabar)
  3. Luh Putu Aprilia (Bali)
  4. Dhean Titania (Jabar)

 Kyorugi Putri U – 53

  1. Mariska Halinda (Kaltim)
  2. Tsamara Tsabitah (Jateng)

 Kyorugi Putri U - 73

  1. Dinda Putri (Jateng)
  2. Amelia Putri (Jateng)
  3. Jessica Nur (Jateng)
  4. Bella Oktafianty (Riau)

  Poomsae Putra

  1. Alfi Kusuma (Jabar)
  2. Hafizh Fachrur. R (Jateng)
  3. Syarif Hidayatullah (Jabar)

Poomsae Putri

  1. Mutiara Habiba (Jateng)
  2. Defia Rosmaniar (Jabar)
  3. Kevita Deliza Rizkia (Jabar)

Seleknas kali ini dilaksanakan dengan prosedur dan protokol ketat kesehatan. Hal ini dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid – 19. Seluruh atlet, pelatih dan perwakilan pengurus dari daerah yang diundang terbatas, wajib mengikuti swab test terlebih dahulu dan wajib menggunakan masker.

 

 

 

Dianggap sukses membenahi dinamika organisasi taekwondo di DKI Jakarta dengan pembenahan dari sisi manajemen adminisitrasi dan keuangan yang transparan, akuntable  dan profesional serta didukung progress peningkatan prestasi taekwondo di DKI Jakarta dalam kurun waktu 4 tahun terakhir, Mayjen TNI Ivan Pelealu, SE, MM akhirnya resmi kembali didapuk memimpin Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) DKI Jakarta periode 2021-2025. Ia terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Umum Taekwondo DKI Jakarta dalam Musyawarah Propinsi (Musprov) yang berlangsung di Gedung Lemhanas, Jakarta pada Minggu (3/1)

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua Umum TI DKI Jakarta tersebut menjelaskan bagaimana tata kelola menajemen organisasi yang berbasis pada akuntabilitas dan profesionalitas dipertanggungjawabkan. Mayjen Ivan sangat memahami bahwa salah satu akar dinamika konflik TI di DKI Jakarta selama ini, berasal dari masalah akuntabilitas dan transparansi. Oleh karenanya, dengan didukung oleh pengurus yang solid dan berkinerja baik serta ikhlas mengelola organisasi, soliditas taekwondo di DKI mulai kembali terbangun dengan baik.

Lima Pengurus Kota (Pengkot) juga sangat merasakan perubahan konstruktif tersebut. Terbukti dalam sesi pandangan umum pertanggungjawaban, seluruh Pengkot mengungkapkan rasa bangga dan puasnya dengan masalah tata kelola administrasi dan manajemen TI DKI ini. Bahkan menurut beberapa sumber, KONI DKI memuji proses adminsitratif laporan kegiatan TI DKI kepada KONI DKI sebagai contoh laporan yang profesional sesuai dengan kaidah dan prinsip laporan kegiatan dan keuangan yang obyektif dan layak di contoh cabor-cabor lain. Menurut para Pengkot, semoga formulasi ini terus dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada kepengurusan kedua nanti.  

Namun demikian, dalam sesi pandangan umum, pengkot juga memberikan catatan evaluasi terkait masalah pembinaan dan prestasi yang masih harus terus ditingkatkan. Catatan positif tersebut akan menjadi pedoman dalam upaya menuju sukses prestasi TI DKI di event-event nasional, terutama PON XX Papua mendatang.

Ivan juga mengucapkan terima kasih atas segala dukungan dan pencapaian TI DKI selama ini.  "Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat Taekwondo Jakarta, khususnya para klub yang membina para atlet, para orang tua yang anaknya memilih taekwondo sebagai olahraga yang digelutinya dan kepada lima pengurus kota yang menjadi ujung tombak kami,” kata Ivan

Dalam kepemimpinan selanjutnya, Ivan menyatakan akan fokus pada peningkatan kualitas pembinaan serta membenahi terus manajemen organisasi agar target prestasi atlet dapat tercapai, salah satunya juara umum PON Papua.

"Visi pertama saya akan mengembalikan kebanggaan Jakarta untuk bisa medali emas di PON Papua,” ujarnya.

Menurut Ivan, salah satu cara yang akan dilakukan untuk mencapai target adalah melalui proses pembinaan secara normatif, mulai dari perekrutan atlet dengan menerapkan sport science, pelatihan dengan mendatangkan atlet-atlet juara Olimpiade, serta melakukan pemantauan kegiatan atlet.

Musprov dibuka oleh wakil Ketua Umum PBTI Irjen Pol (Purn) Syahrizal Achyar, SH, MM. hadir pula Ketua Harian PBTI, Ir. Anthony Siregar, SH, MH, Kabid Organisasi Brigjen TNI (Purn) Untung Waluyo, SE

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum PBTI itu menegaskan prinsip komunikasi organisasi yang baik dan efektif yang harus dilakukan oleh Ketua Umum TI DKI dan jajaran pengurus kepada PBTI khususnya dan semua stakeholders yang berpengaruh terhadap eksistensi Taekwondo DKI Jakarta. Karena menurutnya dengan komunikasi yang efektif tersebut, sinergi dan partisipasi akan terbangun dengan baik dan akan berdampak pada kinerja maksimal para pengurus dalam mengejar prestasi.  

Selain jajaran Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Pengurus Propinsi Taekwondo DKI Jakarta dan pewarkilan 5 Pengurus Kota (Pengkot) di wilayah DKI Jakarta, Musprov juga di hadiri pula oleh Ketua dan jajaran KONI DKI Jakarta dan beberapa undangan. Walaupun digelar secara terbuka, namun mengingat pelaksanaan Musprov berlangsung di tengah wabah pandemi Covid – 19, Musprov kali ini tetap dilaksanakan dengan prosedur dan protokol ketat kesehatan. Seluruh peserta sebelum memasuki tempat acara wajib dilakukan pemeriksaan kesehatan dan Swab test.

 

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) kembali menggelar Pendidikan dan latihan (Diklat) serta (penyegaran) refreshing wasit Nasional dan wasit daerah (Kyorugi dan Poomsae) yang berlangsung di  Hotel Best Skip Palembang, dari tanggal 21 – 24 Desember 2020. Diklat dan penyegaran wasit kali ini diikuti sebanyak 60 wasit Se – Sumatra. Diantaranya berasal dari Sumsel, Bengkulu, Jambi, Bangka, Riau, Lampung dan sebagainya. Pembukaan acara Diklat dihadiri oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumatra Selatan H. Akhmad Yusuf Wibowo yang juga dihadiri oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI Yefi Triaji.

Dalam sambutannya Kepala Dispora Sumsel mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi induk cabang olahraga taekwondo, dalam hal ini PBTI yang secara kontinyu menyelenggarakan diklat dan penyegaran wasit nasional dan daerah. Menurutnya kegiatan tersebut sangat penting bagi para praktisi taekwondo Indonesia untuk meningkatkan dan menyeragamkan kompetensinya sebagai wasit.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PBTI yang telah mempercayakan Sumsel sebagai tuan rumah penyelenggaraan Diklat wasit ini yang pesertanya berasal dari berbagai wilayah di Sumatra.” Ujar Yusuf Wubowo

Ditambahkan Yusuf, Ia berharap dan mengajak para praktisi olahraga untuk memaksimalkan sarana dan prasarana di Jakabaring Sport City (JSC) Palembang. Menurutnya, sarana tersebut bukan saja digunakan untuk mendorong semangat prestasi, tapi juga untuk mengkampanyekan  Fifa World Cup U-21 yang akan berlangsung tahun depan. Selain itu, dirinya juga mengajak para insan olahraga untuk menjadikan kegiatan olahraga sebagai bagian dari bisnis dan industri pariwisata. Hal ini sesuai dengan tagline program dan orientasi kemenpora yang dicanangkan pada saat Hari Olahraga Nasional beberapa waktu yang lalu. Dengan demikian, ada hubungan sinergis dalam aktivitas keduanya yang saling mendukung. Apalagi menurutnya, saat ini pandemic covid – 19 masih melanda di seluruh dunia, yang berdampak kesemua aspek. Termasuk olahraga dan aktivitas ekonomi lainnya.

Sementara itu, Kepala bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres PBTI), Yefi Triaji mengatakan bahwa kegiatan diklat dan penyegaran wasit nasional dan daerah ini adalah merupakan program rutin PBTI, khususnya untuk bidang perwasitan dalam upaya untuk meningkatkan dan menjaga kompetensi para wasit. Hal ini dikarenakan peraturan perwasitan selalu mengalami perkembangan dan perubahan sesuai yang dikeluarkan oleh World Taekwondo (WT).

“Intinya diklat kali ini bertujuan meningkatkan skill dan pemerataan pengetahuan para wasit, agar para wasit yang berasal dari Jawa dan diwilayah lain, terutama di Sumatra  juga memiliki kompetensi yang sama sesuai kapasitasnya, apakah sebagai wasit nasional atau sebagai wasit daerah.” Terang Yefi.

Disamping itu menurutnya, kegiatan yang dilaksanakan di Sumsel ini juga sebagai upaya PBTI agar kegiatan berlangsung efektif, tidak memberatkan peserta karena dilakukan per wilayah. dan kebetulan Palembang masuk dalam agenda tuan rumah kegiatan untuk wilayah Sumatra.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi Perwasitan PBTI, Hand Prihatindra meminta agar para wasit terus mengasah pengetahuan dan skill-nya sebagai wasit. Sehingga ketika nantinya bertugas, para wasit menjadi pengadil yang obyektif. Karena karir wasit dalam cabor taekwondo juga sangat jelas, apakah sebagai chief referee, technical delegate, CSB, Review Jury (RJ), maupun sebagai Technical Assistant (TA).  Oleh karena itu dirinya meminta agar peserta diharapkan focus dan serius dalam mengikuti setiap materi yang disampaikan oleh para instruktur dan narasumber. Lebih interaktif dan yang paling penting memahami dan dapat mengaplikasikan teknik penilaian dalam pertandingan.  

“Inikan refreshing wasit, jadi perlu peningkatan kompetensi wasit untuk diasah ulang, diberi pengetahuan dan pelajaran-pelajaran yang baru untuk kegiatan di Pekan Olahraga Nasional (PON), maupun pada Pekan Olahraga Pelajar ditahun depan di Palembang,” Ujar Hand.

 

 

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki membuka kejuaraan Internasional taekwondo E – Poomsae “The Best Of Indonesian International Changmookwan E-Poomsae Championship 2020” yang penilaiannya dipusatkan di Yogyakarta (27/11).

Dalam sambutannya Ketua Umum PBTI menyambut baik sekaligus mengapresiasi kerjasama antara Expert Yogjakarta Club yang menggandeng World Taekwondo Changmookwan - Korea untuk  melaksanakan kejuaraan internasional ini di Indonesia.  

Terkait hal itu, Ketua Umum PBTI mengucapkan terima kasih kepada Presiden World Taekwondo Changmookwan, Dr. Joong Young Kim beserta jajaran pengurus, dan perwakilannya serta para member Chang Moo Kwan di Indonesia.  Khususnya karena telah memberikan kesempatan kepada Expert Yogjakarta Club yang disupervisi langsung oleh PBTI untuk menyelenggarakan kejuaraan Internasional ini. Apalagi menurutnya antusiasme dan partisipasi  para peserta begitu besar.

“Saya juga menyambut baik kejuaraan internasional ini karena selain adanya kepercayaan dari World Taekwondo Changmookwan untuk menyelenggarakan event ini di Indonesia sebagai tuan rumah, kejuaraan ini diikuti oleh 1500 peserta dari negara-negara lain, Indonesia, Yunani, Malaysia, Italia, Singapura, India, Brazil, Ekuador, Meksiko, Australia, USA, Slovenia, Hongkong, Venezuela, Ukraina, Chile, Makau, Kryzigstan, Prancis dan Rusia.” Ujar Thmarin

 Ditambahkan Ketua Umum PBTI, Indonesia sendiri sebagai tuan rumah  mengikutsertakan 182 klub dari 33 Provinsi. Hanya Propinsi Papua yang tidak ikut berpartisipasi. Dirinya berharap di event-event mendatang propinsi Papua bisa ikut berpartisipasi. Kejuaraan ini juga dipimpin oleh para wasit internasional. Bukan saja dari Indonesia, tapi juga dari Meksiko, India, Malaysia, Singapura dan Myanmar. Hal ini menurut ketua Umum menunjukkan bahwa penilaian kejuaraan dilakukan obyektif, bukan cuma dari wasit Indonesia.

Senada dengan Ketua Umum PBTI, ketua penyelenggara kejuaraan Letkol Laut (K) drg Agung Wijayadi Sp.Ort juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden World Taekwondo Changmookwan, Dr. Joong Young Kim dan PBTI atas kesempatan yang diberikan kepada Expert Yogjakarta Club dan segenap panitia penyelenggara.

“Harapannya, kejuaraan ini berlangsung lancar dan bisa menjadi contoh bagi klub lain untuk menyelenggarakan kejuaraan-kejuaraan internasional serupa.” Ujar Letkol drg Agung Wijayadi.

Dijelaskan Ketua Penyelenggara bahwa kejuaraan ini mempertandingkan  kategori dari pra cadet, cadet dan junior individual putra putri, senior putra/putri, pair senior putra/putri, kelas Under 30, 40, 50, 60 dan 65 serta exhibition. Peserta mengirimkan video ke panitia sejak tanggal 15 – 17 November lalu. Dan untuk penilaian semua kategori lanjutnya akan dilaksanakan  mulai hari ini 27 – 29 November 2020.

Untuk diketahui, World Taekwondo Changmookwan adalah perguruaan taekwondo tertua di Korea. Perguruan ini sudah berdiri sejak tahun 1946. Perguruan ini sangat dihormati oleh seluruh klub taekwondo di Korea, bahkan di dunia. Pendiri dan alumni perguruan ini pulalah yang juga mengembangkan Kukkiwon dan World Taekwondo. Bahkan pengurus WT dan Kukkiwon saat ini juga sebagian merupakan member dari perguruan ini. Beberapa praktisi taekwondo Indonesia juga ternyata merupakan member dari World Taekwondo Changmookwan ini.

Ketua Umum PBTI berharap keberadaan World Taekwondo Changmookwan makin membuka khasanah bagi praktisi taekwondo Indonesia untuk makin maju dan berkembang.  Yakni dengan melakukan akselerasi pengembangan kapasitas skill dan kompetensinya sebagai praktisi taekwondo dengan menimba ilmu di perguruan tersebut. 

Sebagai Informasi, World Taekwondo Changmookwan juga terbuka kesempatan kepada siapapun praktisi taekwondo diseluruh dunia untuk menjadi member. Dengan menjadi member mereka, tentu ada nilai positif yang bisa diambil. Selain kerjasama menyelenggarakan pertandingan, para praktisi taekwondo juga dapat memiliki akses yang lebih mudah untuk kegiatan training atau kepelatihan dan seminar-seminar taekwondo di Korea, yang berguna untuk meningkatkan kapasitas dan skill sebagai praktisi taekwondo.

Hadir dalam pembukaan Ketua KONI DIY, Prof. Dr. Joko Pekik Pramono, Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora sekaligus Penasehat Kejuaraan, Bapak Dr. Teguh Raharjo,Wakil Ketua Umum PBTI, Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST beserta jajaran pengurus PBTI dan Ketua Pengprov TI DIY beserta pengurus lainnya. 

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI