Paska pandemi Covid - 19, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI)  terus melakukan kegiatan. Dan beberapa kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara online, kini sudah sebagian besar dilakukan secara normal, atau langsung. Tidak lagi virtual. Seperti misalnya kegiatan diklat dan pertandingan atau kejuaraan.

Alhamdulilah ditengah masa pandemi, para praktisi Taekwondo masih bisa bergeliat melakukan kegiatan pembinaan dan  prestasi. Berbagai catatan prestasi para atlet yang sukses menjuarai berbagai kejuaraan internasional ditengah masa pandemi, membuktikan bahwa semangat atmosfir pembinaan dan pengembangan prestasi tidak pernah surut. Sampai hari ini semangat dan motivasi demi suksesnya program pembinaan dan pengembangan prestasi terus dilakukan.  Demikian hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki ketika ditanya wartawan tentang massifnya kegiatan taekwondo ditanah air akhir-akhir ini.

“Berbagai kegiatan dari diklat dan penataran wasit (PWN), kejuaraan nasional antar wilayah, kejuaraan Open Turnamen tingkat nasional dan suksesnya konsolidasi serta pergantian pengurus di berbagai daerah dalam bentuk Musprov dan Rakerda, membuktikan bahwa para praktisi taekwondo Indonesia telah berhasil terus mengobarkan api semangat dalam membangun penguatan di bidang  organisasi maupun Prestasi demi menggapai prestasi saat ini maupun di masa yang akan datang.” Ujar Thamrin

Seperti diketahui, baru-baru ini, selain kejurnas antar wilayah yang sebagian telah digelar dan sukses pelaksanaannya di Aceh, Palembang dan Banten, sebelumnya PBTI juga sukses melakukan penataran dan penyegaran wasit nasional di Jakarta dan Makasar. Selain itu, di bidang tata kelola organisasi, pelaksanaan beberapa propinsi yang menyelenggarakan Musprov juga sukses dalam pelaksanaanya. Seperti pada (9/11) lalu di Sulawesi Tenggara yang kembali memilih Dedi Muskar untuk memimpin untuk kali kedua Pengprov TI Sultra, dan Musprov di  Papua Barat yang secara demokratis memilih Marten Luther sebagai ketua Pengprov TI Papua Barat.  Baru-baru ini (12/11) pada gelaran Musprov TI di Gorontalo juga berhasil memilih Irwan Mamesah sebagai ketua TI Gorontalo dan Musprov TI di NTT yang telah memilih  Fransisco Bernando Bessi sebagai Ketua Pengprov TI  NTT. Semua pengurus baru tersebut akan memimpin TI untuk periode 2022 – 2026.

Selain kegiatan tersebut kegiatan lain dalam bentuk open turnamen seperti liga taewondo di Jakarta, kejuaraan Moks Open di Jawa Tengah, dan Open turnamen baru-baru ini (12/11) di Jogyakarta, Kapolri Cup IV di Jakarta, serta Porprov cabor taekwondo di beberapa propinsi, seta POMNAS yang didalamnya juga mempertandingkan Cabor Taekwondo di Padang Sumatra Barat (17/11) juga menggambarkan betapa energi dan geliat atmosfir taekwondo begitu sangat besar pasca Pandemi Covid – 19 ini. Hal tersebut menurut Thamrin merupakan harapan sekaligus optimisme tentang masa depan prestasi taekwondo Indonesia.

“Butuh fokus dan komitmen berorganisasi dan mindset dalam mengembangkan prestasi taekwondo Indonesia serta kesediaan mengorbankan waktu untuk para pengurus, baik di PBTI maupun di daerah saaat ini dengan begitu banyaknya kegiatan.” Terang Thamrin.

Dirinya yakin semua akan berujung pada upaya konsolidasi, penguatan dan perubahan positif dalam prestasi taekwondo Indonesia di masa yang akan datang.

Indonesia Ikut Kejuaraan Dunia Taekwondo di Meksiko

Ditengah tingginya intensitas aktivitas PBTI dalam menggelar dan memonitoring program serta kegiatan taekwondo di berbagai daerah, PBTI juga telah memberangkatkan timnas taekwondo Indonesia untuk mengikuti Kejuaraan dunia taekwondo di Meksiko.

Berkekuatan 3 atlet yang terdiri dari Muhammad Basam yang turun dikelas U – 63 Kg, Ni Kadek Heny Prikasih dikelas U – 46 Kg Putri dan Silvana Lamanda yang turun dikelas U-67 Kg putri serta didampingi pelatih asal Korea Mr. Kim dan manajer Yefi Triaji, timnas taekwondo berangkat berbekal persiapan matang.

Menurut Yefi Triaji, dengan persiapan matang, semoga para atlet bisa bertanding lepas dan mengambil pengalaman berharga di kejuaraan yang menampilkan para atlet terbaik dunia itu.

Ketua Umum PBTI meminta para atlet untuk menjaga kondisi. Baik fisik maupun kesehatan. Laksanakan instruksi pelatih dan selalu berdiskusi disetiap kesempatan kepada pelatih selama mengikuti kejuaraan.

Timnas Taekwondo Indonesia berhasil menyabet 1 emas, 3 perak dan 2 perunggu dalam Kejuaraan 15th ASEAN Taekwondo Championship 2022 di Ho Chi Minh City, Vietnam (01/04/2022). Para atlet turun dalam kategori Kyorugi (tarung) di enam kelas yang berbeda.

Satu-satunya medali emas diraih oleh Ossanando Naufal Khairudin yag tampil di kelas putra U-74 kg. Di final Ossanando berhadapan dengan atlet tuan rumah dan menang telak dengan skor akhir 25 - 4. Sedangkan tiga perak disumbangkan oleh Silvana Lamada dalam kelas putri U-67 kg, Dinda Putri Lestari dalam kelas putri U-73 kg dan Nicholas Armanto dalam kelas putra U-87 kg. Dua medali perunggu diperoleh Kenny Rafael dalam kelas putra U-63 kg dan Glorya Rinny Keleyen kelas putri U-53 kg.

Terkait dengan pencapaian hasil tersebut Ketua umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki mengucapkan selamat dan meminta para pelatih dan atlet untuk terus melakukan evaluasi terhadap hasil pertandingan.

" Ini catatan yang positif, karena baru kali ini para atlet kyorugi tampil kembali setelah dua tahun tidak bertanding karena pandemi." Ujar Thamrin.

Ketua Umum meminta para atlet terus bersemangat dan menjaga kondisi fisik serta penampilan hingga perhelatan Sea Games nanti.

" Harus bekerja keras lagi agar tampil lebih maksimal, karena dilihat dari penampilan mereka, seperti yang disampaikan pelatih, mereka belum tampil dalam kemampuan terbaiknya." Tegas Ketua Umum.

Keikutsertaan timnas di ajang Kejuaraan internasional 15th ASEAN Taekwondo Championship 2022 ini juga mendapat perhatian serius dari Konsul Jenderal RI di Ho Chi Minh City,.

Konsul Jenderal Kemenlu RI di Ho Chi Minh City Agustaviano Sofjan menyampaikan selamat kepada para atlet dan pelatih yang telah membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia.

“Semoga prestasi atlet-atlet nasional muda Taekwondo Indonesia dapat terus meningkat dan berkembang dalam berbagai Kejuaraan Taekwondo internasional lainnya," ujarnya.

Untuk diketahui bahwa ajang ini merupakan bagian dari uji coba timnas taekwondo Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi multi event SEA Games yang akan berlangsung pada pertengahan Mei 2022 di Hanoi, Vietnam dan juga Asian Games 2022.

Ketua Umum PBTI juga menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan kerjasama Konsulat Jenderal RI di Ho Chi Minh City yang telah membantu persiapan kedatangan para atlet dan pelatih nasional Taekwondo Indonesia dalam mengikuti Kejuaraan tingkat kawasan Asia Tenggara (ASEAN) itu.

Kontingen Tana Toraja berhasil meraih juara umum 1 kategori junior pada perhelatan Kejuaraan Taekwondo se-Indonesia Timur yang bertajuk Gubernur Cup 2022. Selain itu, Kontingen Tana Toraja juga memboyong beberapa piala dari kategori lain.

Kejuaraan Taekwondo Gubernur Cup tahun 2022 digelar di GOR Sudiang Makassar, selama empat hari, 10-13 Maret 2022. Ajang ini mempertemukan sekitar 700 atlet dari beberapa Provinsi di Indonesia Timur.

Kontingen Tana Toraja sukses meraih 4 medali di kategori Pre Cadet (usia 8-11 tahun). Kemudian di kategori usia 12-14 tahun kontingen Tana Toraja meraih 4 medali emas. Kategori Junior usia 15-17 tahun kontingen meraih 4 Medali Emas dan kategori Senior Tana Toraja meraih 3 Medali Emas. Dari hasil ini menempatkan Kontingen Tana Toraja sebagai Juara Umum 1 Kategori Junior, Juara Umum 2 Cadet, Juara Umum 3 Senior, Juara Umum 2 All Kategori.

Selain prestasi yang gemilang tersebut, prestasi membanggakan lainnya adalah dari kejuaraan ini Panitia menyatakan Atlet Kabupaten Tana Toraja atas nama Putri Samara dan Rian Tullun sebagai Atlet Terbaik.

Ketua Taekwondo Tana Toraja, Berthyna Adherline Tukkeng menyatakan bangga dan bersyukur dengan prestasi yang diraih oleh para atlet di ajang ini. Dia berharap, ke depan, atlet Taekwondo Tana Toraja akan terus meraih prestasi hingga ke tingkat nasional dan internasional.

Berthyna juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut mendukung dan membantu kontingen Tana Toraja. Secara khusus, Berthyna mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Sulsel, John Rende Mangontan dan anggota DPR RI, Eva Stevany Rataba. (*)

 

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) melantik secara resmi kepengurusan TI Maluku Utara yang dipimpin oleh ketua Lutfi Saleh menggantikan Ketua sebelumnya Fahcri Sangaji, bertempat di Royal Resto Ternate, (20/3).  Sebelumnya Pengprov TI Maluku Utara sukses menyelenggarakan Musyawarah Propinsi (Musprov) pada tanggal 15 Januari 2022 yang lalu. Dimana dalam Musprov tersebut, Luthfi Saleh yang waktu itu menjabat sebagai Sekretaris Umum secara aklamasi ditetapkan menjadi Ketua untuk masa bakti 2022 – 2026.

Pelantikan dilakukan oleh Wakil Ketua Umum PBTI Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari mewakili Ketua Umum PBTI yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya Wakil Ketua Umum mengucapkan selamat selamat bekerja kepada pengurus baru. Noor Fadjari mengingatkan kepada Pengprov TI Maluku yang baru untuk melaksanakan amanah kepemimpinan yang diberikan dengan mempedomani petunjuk organisasi sesuai yang tertuang di dalam AD/ART.

“Laksanakan prinsip-prinsip tata kelola kegiatan taekwondo sesuai dengan ketentuan tata laksana yang telah dikeluarkan oleh PBTI sebagai dasar pijak kegiatan. Dan yang paling penting adalah tetap kobarkan semangat untuk selalu berusaha mencapai prestasi terbaik untuk taekwondo Maluku Utara dengan pelibatan partisipasi semua pihak dalam suasana keharmonisan dan kebersamaan serta kegotong-royongan sesuai dengan janji dan azas-azas taekwondo.” Ujar Fadjari.

Sehari sebelumnya, tepatnya tanggal 18 – 19 Maret 2022, Pengprov TI Maluku Utara juga sukses mengelar UKT DAN dan Diklat Kepelatihan yang berlangsung di Sport Hall Jl. Karang Panjang, Maluku Utara.  Kegiatan tersebut dikuti 120 peserta dari berbagai kepulauan. Termasuk peserta dari kegiatan tersebut adalah Ketua Pengprov TI sendiri beserta Istri. Antusiasme dan besarnya peserta UKT DAN termasuk Kegiatan Kepelatihan ini karena setelah 6 tahun Maluku Utara baru kembali mengadakan kegiatan tersebut. GM Ina Febriana mewakili PBTI menjadi penguji DAN sekaligus instruktur dalam kegiatan kepelatihan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Waketum PBTI juga menyampaikan program penyelesaian pengembangan sistem database keanggotaan yang terintegrasi. Program yang diberi nama Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS yang sudah masuk kedalam tahap sosialisasi. Luthfi Saleh terpilih menjadi Ketua Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Maluku Utara (Malut) periode 2022 – 2026 melalui Musyawarah Provinsi Taekwondo Indonesia Maluku Utara ke IV tahun 2022. Luthfi Saleh bukan orang baru di kepengurusan taekwondo Maluku Utara, karena pada kepengurusan sebelumnya yang bersangkutan adalah Sekretaris Umum.

Atraksi demi atraksi ketangkasan taekwondoin, dilanjutkan pembacaan janji taekwondoin, janji atlet dan janji wasit, serta pemukulan gong menandai dibukanya Kejuaraan Taekwondo Gubernur Cup Open Tournament 2022.

Kejuaraan di Balikpapan Sport and Convention Centre Dome diikuti klub-klub taekwondo se-Kalimantan dibuka Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, Jumat 25 Februari 2022.

Kejuaraan Taekwondo Gubernur Cup Open Tournament di Balikpapan ini, menurut Gubernur, sangat positif sekaligus ajang adu kemampuan dan ketangkasan para taekwondoin muda menuju atlet taekwondo andalan daerah.

"Saya bangga dan bahagia, anak-anakku, para atlet taekwondoin teruslah berlatih, terus berlomba dan jangan lupa, junjung tinggi sportivitas," kata Gubernur Isran Noor di hadapan ratusan atlet peserta Kejuaraan Taekwondo Gubernur Cup Open Tournament.

Ambisi menjadi juara lanjutnya, harus dimiliki setiap diri atlet, tapi tetap memperhatikan kaidah-kaidah bertanding, terutama menghormati hasil keputusan wasit atau juri.

"Jangan takut, jangan ragu atas keputusan wasit. Sebab tadi sudah diambil dan diucapkan janjinya. Jadi, wasit tidak mungkin berbuat curang," ungkapnya.

Orang nomor satu Benua Etam ini pun berharap tidak hanya cabang olahraga taekwondo yang aktif menggelar pertandingan atau pun kejuaraan.

Termasuk pihak-pihak yang peduli dengan dunia olahraga, untuk mendukung bahkan mensponsori lomba-lomba atau kejuaraan olahraga di daerah.

"Saya akan bangga jika cabang-cabang olahraga lainnya juga sering menggelar lomba. Terutama dalam mempersiapkan atlet-atlet tangguh dan unggul yang membawa nama harum daerah di kancah olahraga," ucapnya.

Di akhir sambutannya, mantan Bupati Kutai Timur ini kembali mengingatkan peserta dan panitia agar tetap menaati protokol kesehatan Covid-19, mengingat wabah corona masih mengancam.

Ketua Panitia Kejuaraan Taekwondo Gubernur Cup Open Tournament Yono Suherman menyebutkan kejuaraan digelar tiga hari (25-27 Februari) dengan peserta kejuaraan sebanyak 926 atlet dari klub-klub taekwondo berbagai daerah di Kalimantan. 

"Izin Pak Gubernur, karena kejuaraan masih di tengah kondisi pandemi, maka para atlet dan pendamping serta wasit dan panitia telah melakukan tes antigen, cek kesehatan dan suhu tubuh, serta pakai masker selama pertandingan," jelas Yono.

Hadir Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, Pengprov Taekwondo Kaltim dan Balikpapan, grand master Jakarta dan Semarang, para master serta perwakilan Pengcab Taekwondo Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kaltim.(yans/sul/adpimprov kaltim)

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia terus mematangkan proses penyelesaian pengembangan sistem database keanggotaan yang terintegrasi. Program yang diberi nama Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS) ini sudah masuk kedalam tahap sosialisasi dan akan memasuki tahap uji coba.

“Sejauh ini sudah masuk kedalam tahap sosialisasi ke berbagai daerah dan direncanakan bulan depan akan masuk kedalam tahap uji coba.” Ujar Wakil Ketua Umum PBTI Brigjen TNI (Purn) H. Noor Fadjari, ST dalam sambutannya ketika melantik Lutfi Saleh sebagai Ketua Pengprov TI Maluku Utara menggantikan ketua sebelumnya Fachri Sangaji minggu lalu bertempat di Royal Resto K 26 Ternate (20/3).

Sehari sebelumnya, tepatnya tanggal 18 – 19 Maret 2022, Pengprov TI Maluku Utara juga sukses mengelar UKT DAN dan Diklat Kepelatihan yang berlangsung di Sport Hall Jl. Karang Panjang, Maluku Utara. Kegiatan tersebut dikuti 120 peserta dari berbagai kepulauan. GM. Ina Febriana mewakili PBTI menjadi penguji DAN sekaligus instruktur dalam kegiatan kepelatihan tersebut.

Terkait dengan program TIIS PBTI, Pernyataan serupa juga disampaikan Noor Fadjari ketika melantik Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Lampung di GOR Podomoro, Natar Lampung Selatan yang bertepatan pula dengan pembukaan kejuaraan Taekwondo SABURAI CUP XIII (29/3).

Menurut Fadjari, tata kelola organisasi dengan pendekatan aplikasi dan sistem yang terintegrasi dan pelayanan organisasi yang akuntable, saat ini menjadi hal yang mutlak dilakukan. PBTI menyadari bahwa di era digital ini, kecepatan pelayanan dan sistem yang terintegrasi menjadi salah satu prasyarat efektifnya tata kelola organisasi yang profesional, maju dan modern.

“Saya percaya dan yakin seluruh elemen taekwondo setuju untuk perubahan mendasar terkait tata kelola database keanggotaan taekwondo Indonesia ini seperti yang sudah menjadi komitmen bersama saat Rakernas beberapa waktu lalu di Jakarta.” Terang Fadjari.

Ditambahkannya, jika pun masih ada yang kurang pas secara teknis dalam penerapan sistem ini, PBTI sangat terbuka untuk berkomunikasi dan mengkomodir berbagai masukan dari para pengprov demi kebaikan tata kelola pelayanan kedepan.

“Segala sesuatunya pasti memerlukan komunikasi yang efektif dan uji coba. Uji coba itu untuk melihat adanya trial and error. Dari sinilah peran, saran dan masukan-masukan konstruktif Pengprov dan elemen taekwondo dibutuhkan. Karena sejatinya, segala upaya dan proses yang dilakukan ini semata-mata bertujuan untuk menghadapi tantangan dan dinamika kemajuan teknologi dan informasi, sekaligus demi kebaikan taekwondo Indonesia kedepan.” Terang Noor Fadjari.

Seperti diketahui, dalam Rakernas bulan Januari lalu, Pengprov Taekwondo di seluruh Indonesia telah menyetujui diimplementasikannya program digital platform yang sedang dikembangkan PBTI ini. Agar prosesnya berjalan lebih efektif, maka ketua pengprov TI dan management TISS diharapkan juga ikut melakukan sosialisasi program aplikasi database keanggotaan ini secara intensif.

Paling tidak sosialisasi dilakukan dari tingkat Pengprov, Pengkab/ Pengcab/ Pengkot hingga masuk ke dojang-dojang. Hal ini bertujuan agar semua elemen taekwondo memahami dan mengerti proses dan prosedur serta mekanisme tata kelola serta pelayanan yang diberikan PBTI terkait keanggotaan, layanan kegiatan UKT, diklat, Kejuaraan dan sebagainya.

Timnas taekwondo Indonesia yang dipersiapkan untuk menghadapi Sea Games di Vietnam dan Asian Games di Hangzhou, Tiongkok bertolak ke Madrid Spanyol untuk melakukan training camp. Direncanakan program training camp dan tryout berlangsung selama sebulan. (29 Maret – 28 April 2022). Sebelum melakukan training camp, timnas akan mengikuti turnamen internasional Spanish Open yang akan berlangsung dari tanggal 2 – 3 April 2022.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) Yefi Triaji, keberangkatan timnas taekwondo ini adalah sebagai bagian dari upaya manajemen pelatnas untuk melihat progress pencapaian perkembangan atlet. Selain itu, menurutnya training camp dan mengikuti kejuaraan internasional juga dijadikan ajang untuk menimba pengalaman.

“Setelah mengikuti turnamen, timnas selanjutnya akan berada di Madrid melakukan training camp dan latih tanding hingga tanggal 28 April 2022 mendatang, tepatnya berlatih bersama di Hankuk Taekwondo team. Salah satu klub taekwondo dunia yang menghasilkan banyak atlet kelas Olimpiade ” Ujar Yefi.

Dalam keterangannya Yefi juga menjelaskan bahwa timnas dibagi kedalam dua team, (tim A dan tim B). Tim A yang mengikuti Spanish Open terdiri dari dari Kim Seung ill dan Ong Stevanus (pelatih), yang akan mendampingi 6 atlet, yaitu  Reynaldi Atmanagera, Adam Yazid, M. Bassam, Ni Kadek Heni, Mariska Halinda dan Megawati.

Adapun tim B mengikuti kejuaraan ATF di Vietnam yang akan berlangsung dari tanggal 1 – 2 April 2022. Mereka terdiri dari Andi Cahyadi, Vinny dan Hasbullah (pelatih), yang mendampingi 6 orang atlet yaitu Nicholass Armando, Kenny Rafael, Osanando Nauval, Glorya Keleyen, Silvana Lamanda dan Dinda Putri L.

Timnas Poomsae Training Camp di Korea

Sementara itu timnas poomsae Indonesia juga akan melakukan training camp di Korea dan direncanakan akan mengikuti kejuaraan Internasional “Goyang 2022 World Taekwondo Poomsae Championship”.

Timnas terdiri dari Shin Seung Jung dan Maulana Haidir (pelatih), Laras Fitriana (Manajer). Mereka mendampingi atlet yang terdiri dari Defia Rosmaniar (Recognize Individual), M. Alfi Kusuma (Reacognize team), M. Hafidz (Reacognize team), dan M. Rizal (Reacognize team) dan Andi Sultan ( Free style U -17 Male).

Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki berpesan kepada seluruh jajaran tim pelatnas, baik manajer, pelatih maupun atlet untuk memaksimalkan kesempatan bertanding dan berlatih disana. Dirinya meminta program training camp dan mengkuti kejuaraan internasional ini dijadikan momentum untuk mengukur sekaligus mengevaluasi program latihan pemusatan latihan.

“Masih ada kesempatan untuk mengevaluasi segala kekurangan hingga para atlet berada dalam peak performance ketika bertanding di Sea Games nanti.” Ujar Thamrin

 

 

 

Sosok wanita ini separuh hidupnya didekasikan untuk Taekwondo.  Ia Malang melintang di dunia olahraga dan seni ilmu bela diri asal Korea itu.  Baik sebagai atlet, pelatih, manajer tim nasional, hingga wasit internasional. Semua itu menjadi pengalaman dan bagian dari perjalanan hidupnya hingga saat ini. Selama hampir satu dasarwa ini, beliau juga concern pada kegiatan kepelatihan. Baik sebagai narasumber maupun sekaligus pengurus yang menjabat sebagai Ketua komisi kepelatihan di Pengurus Besar taekwondo Indonesia (PBTI). Belum lama ini, beliau dianugerahi oleh pemerintah, melalui Kemenpora, saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2021 sebagai “Most Achiever Coach of the Year” atau pelatih berprestasi tahun 2021.

Wanita pemegang rekor DAN tertinggi Kukkiwon di Indonesia ini, memang keliatan agak tomboy. Tapi Ia tetap terlihat modis dan cantik, karena selalu tampil fashionable. Itulah yang membuat dirinya selalu tampak muda, menarik dan terkesan santai.  Namun ketika sudah berada dalam aktivitas dan atmosfir kegiatan taekwondo, Semua berubah. Ia justru terlihat “angker” dan menjadi sosok yang cukup disegani oleh banyak praktisi taekwondo. Baik oleh atlet, pelatih hingga para wasit. Apalagi ketika saat dirinya memberikan materi, baik menyangkut soal perwasitan maupun kepelatihan. Bukan karena memang dirinya ingin tampil di hormati,  namun karena Ia memang selalu serius dan all out dalam menjalankan tanggung jawab dan profesinya.

Ya, Ina Febriana Sari namanya. Jebolan Universitas Indonesia untuk jurusan sastra Jerman dan Administrasi Bisnis di Inter Study ini hampir dua dasa warsa lebih aktif di PBTI. Puluhan penghargaan baik nasional maupun internasional dan sertifikat kompetensi menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Semua itu melegitimasi dirinya menjadi salah satu sumber referensi bagi praktisi taekwondo untuk mentransformasi keilmuannya, maupun sekedar berbagi pengalaman untuk menjadikannya motivator bagi kalangan taekwondoin di Indonesia.   

Bersama dua anggota Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) lainnya, yaitu  Indra Mulia yang menjabat Sekjen PBTI, dan Anthony Musa Siregar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Harian PBTI, nama Ina juga sudah melekat menyandang Grand Master (GM). Sebuah panggilan yang menggambarkan pencapaian seorang praktisi taekwondo yang berada di puncak pengakuan dan eksistensi dari perjalanan kompetensi keilmuannya sebagai praktisi taekwondo.

Sudah ratusan event yang diikutinya baik sebagai atlet, wasit nasional maupun internasional. Sudah puluhan penghargaan pula tersematkan kedalam dirinya sebagai. Salah satu penghargaan bergensinya adalah menjadi yang terbaik dari 50 negara ketika menggelar uji kompetensi. Acara yang digelar dua tahun lalu yang bertajuk Pohang World University Taekwondo Competition ini, semakin melekatkan namanya sebagai salah satu wasit internasional terbaik dunia.

Pengabdian dan dedikasi menurutnya akan terus ia sumbangsihkan kepada bangsa dan negara melalui olahraga taekwondo ini. Ia tidak pernah lelah dan selalu melihat optimisme akan pasang surut prestasi taekwondo Indonesia. Karena Ia yakin Taekwondo Indonesia suatu saat akan kembali tampil mendunia.

“Mungkin saya bukanlah mantan atlet berprestasi, tapi saya akan terus berusaha memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman terbaik yang dimiliki kepada para praktisi taekwondo. Baik kepada para wasit maupun pelatih, agar mereka memiliki kompetensi yang baik dan bisa berkarir serta berkiprah dalam berbagai kegiatan taekwondo dengan sebaik-baiknya.” Ujar GM Ina.

Seperti yang disampaikannya ketika diwawancarai langsung president Kukkiwon, terkait motivasinya menyelesaikan High DAN,  Grand Master Ina menjawab bahwa “motivasi dan tujuannnya mengambil High DAN adalah untuk memberikan contoh kepada taekwondoin muda, para pemegang sabuk hitam agar terus berlatih dan mempelajari filosofi taekwondo itu sendiri bagi kehidupannya sehari-hari.”

Ya, GM Ina amat concern dan peduli pada taekwondoin muda, karena memang menurutnya semakin kedepan, tantangan pemegang sabuk hitam sangat berat. Apalagi saat ini aktivitas begiat dalam pratisi dunia olahraga di era global ini, tidak terkecuali cabor taekwondo, juga menghadapi berbagai tantangan dan perkembangan yang makin modern dengan penggunaan peralatan dan teknologi yang semakin canggih dalam pertandingannya. Menurut Ina, hanya praktisi yang terus update pada perkembangan iptek itulah, yang terus belajar dan terus mengasah kemampuannya, yang bisa beradaptasi dan survive pada profesi ini.

Dirinya selalu berpesan dan memberikan motivasi agar mereka, taekwondoin muda jangan berpuas diri dan berhenti untuk mencari ilmu baru yang nantinya dapat diberikan kepada generasi muda taekwondo.

“Seperti filosofinya, bahwa sejatinya sabuk hitam adalah awal, Ia ibarat sabuk putih yang baru mulai dan berharap tidak pernah berhenti berlatih. Sebab seseorang yang menyandang sabuk hitam berarti Ia mulai bisa bertanggung jawab sebagai seorang judansha. Bukan saja kepada dirinya, tapi juga bagi lingkungan dan almamaternya (taekwondo) dalam rangka melestarikan nilai-nilai luhur olahraga tersebut sebagai seni sekaligus ilmu bela diri ” Tegas Ina yang juga sebagai Founders INA Taekwondo Academy itu.

Terkait dengan profesinya sebagai wasit internasional. Dirinya berpesan bahwa wasit atau pengadil dilapangan memang menjadi profesi amat strategis bagi sebuah pertandingan. Tak terkecuali pertandingan di cabor taekwondo. Karena ditangannyalah sebuah keputusan penting diambil tentang nilai kejujuran meraih kemenangan.

Oleh karena itu, menurutnya wasit disamping harus menguasai teknik penilaian dan aturan dalam suatu pertandingan, dirinya juga harus paham bagaimana sebuah skill atau teknik diukur dalam perspektif  standard baku penilaian yang sudah ditentukan parameternya oleh badan dunia taekwondo tentang aturan penilaian pertandingan. 

“Kecakapan seorang wasit itulah yang melegitimasi dirinya menjadi wasit internasional (International referee) yang disematkan kedalam pundaknya ketika mewakili negaranya memimpin sebuah pertandingan di kejuaraan Internasional.” Terang Ina.

Oleh karenanya Ina berpesan, baik kepada para wasit maupun pelatih, bahwa kompetensi yang dilegitimasi dan disertifikasi dalam sebuah kurikulum pendidikan dan penyegaran, haruslah dibarengi dengan pengabdian dalam penugasan serta kemampuan dirinya menguasai bahasa asing.

Menurutnya sangat penting bagi setiap praktisi taekwondo Indonesia, ketika ingin serius mengembangkan potensi dirinya dan berkarir dalam dunia taekwondo, maka tiada jalan lain, bahasa asing harus dikuasai. Inilah yang menjadi salah satu problem yang harus terus ditingkatkan bagi para praktisi taekwondo Indonesia. Khususnya bagi para wasit nasional dan para wasit daerah. Karena yang namanya event Internasional, bukan saja event tersebut berada di luar negeri. Bisa saja event Internasional itu berada di Indonesia sebagai tuan rumah.

Menurutnya, kendala bahasa akan menjadi salah satu distorsi keseragaman, dan pemerataan para wasit di Idonesia. Dan ini yang akan menjadi concern dirinya untuk terus membantu memberikan motivasi dan pengalamannya kepada para taekwondoin Indonesia. 

 

 

Taekwondoin Indonesia, Andi Sultan asal DKI Jakarta berhasil meraih medali emas untuk kategori Freestyle Male Cadet dalam kejuaraan dunia “Online  2021 World Taekwondo Poomsae Open Challenge Final”.  Yang penilaiannya berlangsung dari tanggal 20 – 23 Desember 2021. Andi Sultan sukses merebut emas dengan skor 6.220 mengalahkan taekwondoin Iran M Habibzadeh yang hanya meraih skor 5960 yang harus puas mendapatkan perak. Sementara medali perunggu di raih taekwondoin asal Meksiko O. Martinez dan taekwondoin asal Macao H.Shi yang masin-masing meraih skor 5750 dan 5500.

Selain Andi Sultan, Indonesia sendiri menurunkan 2 atlet lainnya, yakni  M. Nadim Faturrahman dari Jawa Barat yang  turun di kategori Recognize Male Cadet dan Naylana Khansa  Janneta asal Jawa Barat yang turun di kategori Freestyle Female Cadet . Kedua atlet Indonesia, Nadim dan Naylana harus puas berada di peringkat kelima. Nadim harus mengakui keuanggulan taekwondoin asal USA yang meraih emas dengan skor 6080, perak dari taekwondoin Italia B. Corradeshi dengan skor 5960 dan medali perunggu yang direbut oleh taekwondoin asal Macao C. CHiang dengan skor 5720 dan taekwondoin Iran A.Amrafe yang meraih skor 5640. Nayla sendiri meraih skor 5380.

Sementara itu, taekwondoin Indonesia lainnya Nadim Faturahhman gagal meraih medali perunggu  setalah hanya kalah tipis dari taekwondoin asal Hongkong yang meraih skor 7310. Nadim sendiri meraih skor 7310. Emas di kategori ini direbut oleh taekwondoin asal Korea  H. Kim dengan meraih skor 7470. Medali perak diraih taekwondoin asal Peru R. Perez dengan skor 7360.

Terkait dengan keberhasilan tim Indonesia meraih emas dan masuk ke 5 besar kejuaraan dunia ini, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBTI Yefi Triaji menyatakan puas. Menurutnya penampilan ketiga atlet kita sudah cukup maksimal. Selain Andi Sultan yang tampil meyakinkan dan nyaris sempurna dengan teknik skill dan gerakan freestyle-nya, ketiga atlet kita semua tampil maksimal. Menurutnya, memang persaingan di semua kategori cukup ketat dan semua atlet yang turun adalah atlet-atlet terbaik yang pernah juara dan berperingkat delapan besar di rangkaian seri kejuaraan dunia selama satu tahun ini.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki ketika dihubungi menyatakan rasa bangganya kepada para atlet. Menurutnya, walaupun ditengah masa pandemi Covid – 19, mereka tetap konsisten berlatih keras, sehingga hasil yang raihpun maksimal.  Ini menunjukkan bahwa prestasi yang dicapai mereka adalah output dari sebuah proses tata kelola pembinaan atlet usia muda yang  berjalan dengan baik.  Para atlet berprestasi ini tak lepas dari identifikasi bakat dan pembinaan yang di produksi oleh klub atau dojang, dan di monitoring serta di bina terus secara berjenjang ditingkat pengprov, hinggga mereka digembleng secara optimal di pelatnas.

“Saya sebagai Ketua Umum PBTI merasa bangga, dimana atlet muda kita berprestasi di tingkat global. Ini menunjukkan walaupun dalam kondisi pandemi Covid – 19, pembinaan atlet di pusat maupun di darah tetap berjalan secara optimal.” Ujar Thamrin.

Untuk diketahui bahwa kejuaraan dunia yang digelar World Taekwondo ini adalah kejuaraan dunia yang diselenggarakan selama tahun 2021 yang bertepatan dengan kondisi atau situasi masa pandemi Covid – 19. Oleh karenanya, kejuaraan berkategori level G2 ini digelar secara online atau virtual. 

Sebelumnya WT menggelar World Taekwondo Poomsae Open Challenge I 2021 yang mempertandingkan kategori junior (pasangan dan tim). Berikutnya World Taekwondo Poomsae Open Challenge II 2021 yang mempertandingkan kategori cadet (pasangan dan tim) dan World Taekwondo Poomsae Open Challenge III 2021 mempertandingkan kategori senior dan kategori Para (disabilitas). Jadi kejuaraan Dunia ini adalah grand final yang merupakan  putaran akhir dari rangkaian serie ini, dimana para atlet terbaik dari masing-masing serie kembali bertarung merebut yang terbaik di masing-masing kategori.

Tiga atlet Taekwondo Indonesia  kategori Kadet tampil di grand final Kejuaraan Dunia Poomsae  yang bertajuk  “Online  2021 World Taekwondo Poomsae Open Challenge Final”. 

Ketiga atlet tersebut adalah Andi Sultan, atlet asal DKI Jakarta yang akan turun di kategori Freestyle Male Cadet,  M. Nadim Faturrahman dari Jawa Barat yang  akan turun di kategori Recognize Male Cadet dan Naylana Khansa  Janneta asal Jawa Barat yang akan turun di kategori Freestyle Female Cadet . Kejuaraan ini mulai berlangsung dan ditayangkan secara streaming di chanel Youtube World Taekwondo mulai hari ini tanggal 20 – 23 Desember 2021.

Ketiga atlet tersebut selama ini dan khususnya selama sebulan ini, dilatih oleh pelatih yang juga mantan atlet pelatnas. Mereka terdiri dari Maulana Haidir, Sofiudin dan Laras Fitrianti Sumarna.

Menurut Maulana Haidir, keikutsertaan atlet kadet Indonesia ini didasari atas aturan WT yang merupakan imbas dari prestasi yang telah mereka torehkan sebelumnya di rangkaian kejuaraan serupa yang digelar sepanjang tahun 2021 ini.

“Secara otomatis mereka masuk putaran final karena prestasi sebelumnya. Andi Sultan misalnya. Ia adalah juara dunia di Online  2021 World Taekwondo Poomsae Open Challenge II. Adapun M Nadim Faturrahman dan Naylana Khansa  Janneta adalah peringkat kelima dan kedelapan dikejuaraan yang sama. Jadi otomatis mereka akan tampil di putaran final ini” Ujar Maulauna.

Ditambahkan Maulana,  Andi Sultan yang turun di kategori Freestyle Male Cadet akan bersaing memperebutkan yang terbaik bersama 7 negara peserta. M Nadim Faturrahman yang turun di kategori Recognize individual Male Cadet, akan bersaing dengan 21 negara lain. Sementara Naylana Khansa  Janneta yang turun di kategori frestyle individual female cadet akan bersaing dengan 9 negara peserta, serta ketika Nayla yang juga turun di kategori Recognize individual Female Cadet akan bersaing memperebutkan tempat terbaik bersama 23 negara peserta lainnya.

Untuk diketahui bahwa kejuaraan dunia yang digelar World Taekwondo ini adalah kejuaraan dunia yang diselenggarakan selama tahun 2021 yang bertepatan dengan kondisi atau situasi masa pandemi Covid – 19. Oleh karenanya, kejuaraan berkategori level G2 ini digelar secara online atau vritual. 

Sebelumnya WT menggelar World Taekwondo Poomsae Open Challenge I 2021 yang mempertandingkan kategori junior (pasangan dan tim). Berikutnya World Taekwondo Poomsae Open Challenge II 2021 yang mempertandingkan kategori cadet (pasangan dan tim) dan World Taekwondo Poomsae Open Challenge III 2021 mempertandingkan kategori senior dan kategori Para (disabilitas). Dan saat ini 8 peserta terbaik dari masing-masing tahap kembali akan bertarung di grand final open Challenge.

Keberhasilan ketiga atlet masuk putaran final  ini sebenarnya tak lepas dari analisis pelatih kepala timnas Poomsae Mr. Shin Seung Jung yang melihat potensi para atlet ini yang luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Selain prestasinya, Menurut pelatih asal Korea itu, mereka juga adalah para atlet yang aktif di media sosial dengan banyak memperagakan atraksi freestyle taekwondonya. Misalnya Andi Sultan.  Ia adalah atlet multitalenta yang memang memiliki karakter dan bakat yang luar biasa dan sangat membantu penilaiannya dalam melihat potensi atlet tersebut.

“Era digital teknologi informasi saat ini memang memungkinkan kita bisa menilai kapasitas para atlet. Dan selain prestasinya, mereka ini adalah salah satu dari produk audisi PBTI yang direkomendasi oleh tim Talent Scouting yang terus memantau perkembangan prestasi mereka sebelumnya. Ujar Mr, Shin

Sementara itu, ketika dimintai dalam keterangannya, Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki berharap ketiga atlet Cadet Indonesia ini tampil maksimal. Dengan usia yang masih muda, mereka akan punya pengalaman internasional dan jam terbang yang lebih panjang dalam menorehkan dan membawa harum nama bangsa dan negara.  Mereka adalah aset timnasional Indonesia kedepan yang harus terus diasah lebih baik dari hari-kehari.

Menurut Ketua Umum PBTI, Program audisi atlet memang merupakan salah satu alternatif program penjaringan dan seleksi PBTI.

“Program Audisi atlet akan memungkinkan kita bisa lebih optimal melakukan penjaringan dan seleksi atlet berbakat secara efektif dan efisien. Dan yang paling penting program audisi ini bisa dan mampu mengakomodir potensi para atlet yang tersebar hingga kepelosok daerah yang mungkin saja tidak terjangkau atau teridentifikasi oleh pengurus didaerah.” Terang Thamrin  

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI