Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) kembali mengadakan seleksi nasional (Seleknas) untuk atlet pelatnas taekwondo kategori poomsae (jurus), Jumat (11/11/2021).

Bertempat di Hotel Green Forest, Bogor, Jawa Barat, seleknas tersebut dilakukan untuk memenuhi tambahan kuota kebutuhan timnas taekwondo Indonesia, yakni sebanyak 18 atlet yang nantinya akan menghuni pelatnas SEA Games XXXI Hanoi, Vietnam 2022.

Menurut Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki, seleknas tersebut bertujuan untuk lebih memperketat proses pengadaan atlet pelatnas. Hal ini, kata dia, guna memperoleh atlet dengan tingkat kualitas yang baik dan supaya atlet taekwondo Indonesia bisa bersaing ketat dengan atlet-atlet di tingkat Asia Tenggara, yang rerata berlevel dunia.

“Para atlet yang dipanggil seleknas itu, adalah hasil penilaian yang telah dilakukan oleh PBTI melalui evaluasi dan kebijakan promosi dan degradasi atlet pelatnas yang akan diambil 3 putra dan 3 putri, hasil seleknas secara online yang akan dipilih 5 orang atlet putra dan putri, serta dari hasil penilaian tim talent scouting PON ke-20 Papua 2021,” terang Thamrin.

Pihaknya yakin, proses seleksi dengan mempertimbangkan hasil evaluasi melalui kebijakan promosi dan degradasi, monitoring, seleksi online serta hasil penilaian tim talent scouting dari PON XX Papua, akan didapatkan atlet-atlet yang sesuai dengan standarisasi dan ekspektasi pelatih, untuk target pencapaian hasil maksimal di SEA Games Vietnam 2022 mendatang.

“Dengan perjalanan dan rekam jejak prestasi atlet, baik untuk atlet timnas yang sudah ada di pelatnas, dan atlet-atlet lainnya yang baru akan bergabung, saya percaya untuk nomor poomsae, kita akan bisa memberikan hasil terbaik. Oleh karenanya, komposisi 30 persen atlet senior dan 70 persen atlet junior yang akan menjadi penghuni pelatnas nanti adalah komposisi ideal saat ini untuk mendorong semangat dan motivasi mencapai target medali di SEA Games Vietnam nanti,” ungkapnya.

Di samping itu, Ketua Umum PBTI juga memberikan arahan dan mengingatkan terkait etos berlatih, kedisiplinan, serta semangat kepada para atlet. “Ketika menghuni pelatnas, mereka dapat fokus dan bisa mengikuti setiap program maupun strategi kepelatihan yang diberikan para pelatih,” imbuhnya.

Seleknas tersebut dilakukan secara tertutup. Para atlet akan diuji atau di tes oleh tim pelatih pelatnas yang terdiri dari, pelatih kepala Mr. Shin Seung Jung, Mukhlish Ba Alwi, Maulana Haidir dan Laras Fitriana Sumarna. Mereka menguji jurus dan gerakan dari test basic movement, test poomsae (I Jang – 8 Jang), test basic tendangan, new poomsae, freestyle poomsae, dan test poomsae Koryo – Sipjin.

Adapun para atlet yang dipanggil seleknas diantaranya terdiri dari 6 orang atlet pelatnas, yakni M. Alfi Kusuma (Jawa Barat), M. Hafifizh Fachrur (Jawa Tengah), M. Syarif Hidyatullah (Jawa Barat), Defia Rismaniar (Jawa Barat), Mutiara Habiba (Jawa Tengah), dan Kevita Deliza Rizkia (Jawa Barat).

Kemudian, dari hasil seleknas online, atlet yang dipanggil untuk mengikuti seleknas terdiri dari Muhammad Rizal (Jawa Barat), Raymond Arya Krina (Jawa Timur), Eko Nugraha (DKI Jakarta), Gabriel Simorangkir (Kaltim), E.M Riyandi Kusuma (Jawa Barat), Noverentiwi Ramandhanifa (Jawa Barat), Nur Azizah (Sulwesi Tengah), Ina Rahma Prawesti (Banten), Maheswari Enesia irianto (Jawa Barat), dan Avisha Nabila Shaman (Jawa Barat).

Sementara itu, atlet yang dipanggil dari hasil penilaian tim Talent Scouting di PON XX Papua lalu diantaranya, Muhammad Rizal (Jawa Barat), Gabriel Simorangkir (Kaltim), Abdurahman Darwin (Sulawesi Tengah), Ruhil (Kaltim), dan Rahhmania G. Putri (Jawa Barat).

Untuk diketahui, hadir dalam seleknas tersebut yakni, Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki, Sekjen PBTI Indra Mulia, Wasekjen Billy Apriliansyah dan Irwan Nugraha, Ketua Harian, Anthonily Siregar, Kabid Diklatbang, Fachmy Fachrezzy, Kabid Humas, Kolonel Ruminta dan Komisi Kepelatihan, Ina Febriana.

 

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H. M Thamrin Marzuki mengungkapkan rasa syukurnya dan mengucapkan Apresiasi serta terima kasih kepada seluruh pihak, terutama penyelenggara, Offcial dan manajer team, pelatih dan wasit serta khususnya para atlet yang telah melaksanakan pertandingan cabor taekwondo di PON XX yang berlangsung di GOR Diklat Penerbangan, Jayapura 2 – 5 Oktober 2021 dengan lancar, aman, fair dan sportif.

“Selaku Ketua Umum, saya menyaksikan seluruh pertandingan dari hari pertama hingga hari terakhir ini, semua berjalan lancar, aman, fair dan sportif.  Ini tentu sesuai harapan kita semua. Untuk itu, saya mengapresiasi kepada seluruh peserta yang komit dan konsisten menjalankan semua proses dan aturan pertandingan dengan sangat baik..” Ujar Ketua Umum PBTI

Di ajang PON XX Papua ini, juara umum cabor taekwondo berhasil dipertahankan Propinsi Jawa Barat. Diikuti 168 atlet dari 30 Propinsi di Indonesia, Jawa Barat sukses meraih 9 medali emas 3 perak dan 3 perunggu. Sementara tuan rumah Papua, berhasil masuk ke peringkat ke 7 dengan raihan 1 emas dan 2 perunggu.

Ketua Umum PBTI juga mengingatkan bahwa di setiap pertandingan, sudah tentu ada yang menang dan ada yang kalah. Oleh karena itu, menurutnya apapun hasilnya, kita patut bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan YME bahwa semua hasil yang diraih di pertandingan taekwondo ini, itu semua adalah hasil yang bisa kita buktikan atas seluruh proses kinerja semua pihak.

“Saya tegaskan, kemenangan dan kekalahan atlet bukan semata-mata terjadi atas kontribusi atlet yang bersangkutan, tapi atas ridho Allah SWT - Tuhan YME dan  atas keterlibatan serta kontribusi semua pihak. Dari pengurus, pelatih, tim official, bahkan peran dan partisipasi stakeholders daerah masing-masing. Termasuk yang utama adalah peran dan dukungan orang tua dan keluarga. Dengan memahami itu, atlet dan tim yang menang, seharusnya bisa menjadi atlet yang selalu rendah hati, mawas diri dan tetap bersahaja. Sementara Atlet yang kalah tidak perlu berkecil hati, karena hasil hari ini bukanlah akhir, tapi bisa menjadi awal yang lebih baik lagi event-event selanjutnya.” Ungkap Thamrin

Yang paling penting dari seluruh proses pertandingan ini menurutnya adalah kita semua harus melakukan evaluasi. Selaku Ketua Umum, dirinya juga akan mengevaluasi semua proses pelaksanaan PON XX Papua ini. Termasuk melakukan telaah dan analisis hasil monitoring para atlet pelatnas dan para atlet muda potensial yang tampil gemilang di PON XX Papua.  

Dirinya juga berharap hal ini berlaku di tingkat Pengprov TI masing-masing. Intinya, pasca pesta akbar PON XX Papua ini, audit kinerja, tata kelola administrasi dan tata kelola pembinaan serta pengembangan prestasi mutlak harus dilakukan untuk mengkonstruksi masa depan prestasi taekwondo menjadi lebih baik lagi.

“Dalam kesempatan yang baik ini, mewakili Keluarga Besar Taekwondo Indonesia, saya mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tuan rumah Papua. PON XX Papua kali ini adalah pesta olahraga akbar nasional yang luar biasa. Kami bukan saja mendapat kehormatan berada di tanah indah Papua, tapi juga mendapat kesan mendalam atas keramahtamahan, keseteraan dalam keberagamaan dan rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa.” Terang Thamrin.

Tak lupa selaku Ketua Umum PBTI, dirinya mewakili keluarga besar taekwondo Indonesia juga menyampaikan permohonan maaf jika selama pertandingan berlangsung, banyak tutur kata, sikap dan perilaku yang kurang berkenan, sehingga mencederai persahabatan dan kebersamaan kita sebagai keluarga besar taekwondo Indonesia.

“Saya selaku pribadi, sekaligus selaku Ketua Umum PBTI dan mewakili keluarga besar taekwondo Indonesia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada tuan rumah Papua, jika ada tutur kata, sikap dan tindak tanduk perilaku kami yang kurang berkenan.” Ungkapnya 

Ketua Umum PBTI juga mengirimkan pesan kepada seluruh partisipan untuk memberikan kesan positif yang mendalam kepada keluarga, sahabat dan rekan-rekannya di daerah masing-masing, terkait semua hal yang indah dan menyenangkan tentang eksotisnya alam dan tingginya adat dan budaya tanah Papua yang sempat kita nikmati.

Propinsi Jawa Barat kembali menjadi kampiun juara umum untuk cabor taekwondo PON XX papua yang berlangsung di GOR Diklat Penerbangan, Jayapura 2 – 5 Oktober 2021. Diikuti 168 atlet dari 30 Propinsi di Indonesia, Jawa Barat sukses meraih 9 medali emas 3 perak dan 3 perunggu. Sementara tuan rumah Papua, berhasil masuk ke peringkat ke 7 dengan raihan 1 emas dan 2 perunggu.

Hari keempat atau hari terakhir perhelatan PON XX Papua di cabor Taekwondo yang berlangsung di gedung Politeknik Penerbangan Papua mempertandingkan 5 kelas kyorugi. Dikelas Under 80 Kg Putra, Taekwondoin Jawa Barat Dinggo Ardian Prayogo berhasil memperoleh emas dengan mengalahkan taekwondoin asal Sumatra Barat Bimantara Subrata yang harus puas meraih perak. Medali perunggu direbut taekwndoin asal Kaltim Luthfi Lukmanul Hakim dan taekwondoin Muhammad Akbar Sidik.

Dikelas Under 54 taekwondoin yang juga atlet pelatnas, Reynaldy Atmanegara berhasil merebut emas dengan mengalahkan taekwondoin asal Jawa Barat Dhiva Rahmani Sonjaya. Sementara medali perunggu berbagi atlet asal DKI Jakarta  Panduaji Alzayed dan R. Odo PrangbakatSuryokamto asal DIY Yogyakarta.

Sementara itu dikelas Under 46 putri, taekwondoin nasional Ni Kadek Heni Prikasih sukses mempersembahkan medali emas untuk propinsi Bali setelah difinal mengalahkan taekwondoin asal Banten Fisca Afe Relia yang harus puas mendapatkan medali perak. Perunggu dikelas ini diraih taekwondoin asal DKI Jakarta Felita Chaniago dan Jauza Rona Hassan asal Jawa Tengah.

Prestasi mengejutkan terjadi dikelas Under 53, dimana taekwondoin asal Papua Glorya Rinny Keleyen sukses mempersembahkan emas pertama untuk Papua di cabor taekwondo setelah difinal mengalahkan taekwondoin asal Jawa Tengah Tsamara Tsabitah. Sementara perunggu harus puas diraih atlet pelatnas Mariska Halinda asal Kaltim dan Hanifah Safitri asal Riau.

Dipartai terakhir, dikelas over 87 Kg putra taekwondoin asal Jawa Barat Nicholass Armanto sukses meraih emas dengan mengalahkan Addekumara Sandi asal Jawa Tengah yang harus puas meraih perak. Adapun perunggu direbut taekwondoin asal Riau Galuh Kogas Prakasa dan Pradito Damas Pradana.  

Dengan demikian, sejak pertandingan cabor taekwondo ini digelar dari tanggal 2 Oktober 2021 lalu, Jawa Barat berhasil mempertahankan posisi sebagai juara umum dengan raihan total medali 9 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Peringkat kedua berhasil ditempati Jawa Tengah dengan 4 emas, 6 perak dan 5 perunggu. Sementara DKI Jakarta harus puas diposisi ketiga dengan 3 emas, 1 perak dan 6 perunggu. Diposisi keempat Sulawesi Tengah dengan 1 emas dan 2 perak, diikuti Bali  dengan 1 emas, 1 perak dan 4 perunggu. Tuan rumah Papua di perhelatan PON XX kali ini cukup mengejutkan dengan keberhasilan  meraih 1 emas dan 2 perunggu.

Terkait dengan suksesnya penyelenggaraan cabor taekwondo di PON XX Papua ini, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki dalam arahannya mengatakan dirinya bersyukur seluruh jalannya pertandingan berlangsung dengan lancar, aman, fair dan sportif.

“Selaku Ketua Umum, saya menyaksikan seluruh pertandingan dari hari pertama hingga hari terakhir ini, semua berjalan lancar, aman, fair dan sportif.  Ini tentu sesuai harapan kita semua. Untuk itu, saya mengapresiasi kepada seluruh peserta yang komit dan konsisten menjalankan semua proses dan aturan pertandingan dengan sangat baik..” Ujarnya

Senada dengan Ketua Umum, Ketua Technical Delegade, yang juga selaku Kabid Binpres PBTI Yefi Triaji mengatakan bahwa dirinya juga mengapresiasi seluruh peserta dan tim official, pelatih dan para wasit yang sudah bekerjasama dengan baik, sehingga pertandingan taekwondo PON XX Papua ini berjalan dengan lancar sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Namun demikian, dirinya juga tetap akan mengevaluasi terkait proses pelaksanaan pertandingan ini. Selain itu dirinya juga dalam waktu dekat akan memanggil tim talent Scouting yang memantau dan memonitoring para atlet. Sebab menurutnya, dari ajang PON XX Papua ini, ada beberapa atlet muda yang memiliki potensi bagus untuk terus dikembangkan menjadi atlet nasional dimasa depan.

 

 

 

 

Kontingen Jawa Barat memperkokoh posisinya sebagai peringkat teratas perolehan medali untuk sementara di cabor taekwondo hingga hari ketiga di PON XX Papua dengan menambah 3 medali emas.  Ketiga emas di hari ketiga, pertandingan taekwondo yang dilangsungkan di GOR Politeknik Penerbangan Jayapura, Papua,  tersebut diraih masing-masing Megawati Tamesti Maheswari kyourugi di kelas under 49 kg putri, Muhammad Rizaldi dikelas under 74 kg putra  dan Adam Yazid di kyorugi dikelas Under 68 kg.

Adam Yazid Ferdyansyah berhasil menyumbang emas setelah di pertandingan final mengalahkan taekwondoin asal DKI Jakarta Kenny Rafael Mumpel dengan skor akhir 38-15 pada PON XXX Papua 2021.

Kedua taekwondoin mempertontonkan pertandingan yang sangat menarik. Adam maupun Kenny sama-sama tampil menyerang dengan teknik-teknik tendangan yang variatif. Di ronde pertama, pertandingan lebih dikuasai oleh Adam Yazid Ferdyansyah dengan mencatatkan nilai 20 sedangkan Kenny hanya mampu mengumpulkan empat poin. Beberapa pukulan dan tendangan dari atlet unggulan Jawa Barat tersebut membuat Kenny harus terjatuh bahkan sempat keluar dari garis matras.

Di ronde kedua Adam tidak menurunkan serangan. dan sebaliknya peraih medali emas pada PON XIX Jawa Barat 2016 tersebut semakin menggencarkan tendangan ke lawannya. Bahkan, beberapa kali Kenny kembali dibuat jatuh. Tapi Kenny bukan tanpa perlawanan, di suatu momen ia juga berhasil membuat peraih juara dua Chuncheon Korea Open 2015 tersebut juga jatuh. Pada babak kedua skor masih menjadi milik Adam yakni 27 berbanding sembilan milik Kenny Rafael Mumpel. Di ronde ketiga, atlet DKI Jakarta tersebut mulai mengalami kesulitan dan tampak kehabisan tenaga. Di akhir laga, Adam yang merupakan juara satu Jeonju Open Korea pada 2016 tersebut memastikan diri meraih medali emas dengan skor akhir 38-15, sekaligus menyumbang emas untuk Jawa Barat.

Sementara itu, emas kedua bagi kontingen Sumatera Barat (Sumbar) berhasil diraih melalui atlet andalannya yakni Delva Riski yang bermain kelas 0-73 Kg. Tampil menjanjikan pada dua pertandingan awal dengan mendapatkan kemenangan atas Sulawesi Tengah dan Papua, difinal Delva tampil berhati-hati saat menghadapi kontingen Riau, Bella Oktafianti. Sejak awal pertandingan, Delva tampil lebih unggul hingga berhasil mengamankan medali emas bagi Sumbar. Delva menang dengan skor akhir 23-13. Selain Delva, Sumbar juga berhasil mengamankan medali perunggu berkat Densa Mata Astrit. Densa harus puas meraih perunggu setelah dirinya kalah pada kelas U-73 oleh M Rizaldi dari Jawa Barat dengan skor telak saat babak semifinal.

Sampai hari ketiga pertandingan taekwondo, 5 besar klasmen perolehan medali untuk sementara masih dipegang Jawa Barat dengan meraih total 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Jawa Tengah yang sebelumnya berada di urutan ketiga, akhirnya berhasil menggeser DKI Jakarta dengan menambah 1 emas menjadi total 3 emas, 4 perak dan 4 perunggu. DKI Jakarta untuk sementara berada di posisi ketiga dengan raihan 3 emas 1 perak dan 4 perunggu, diikuti Sulawes Tengah yang berada diposisi keempat dengan raihan 1 emas dan 2 perak. Selanjutnya Sumatra Barat dengan 1 emas dan 2 perunggu.

Sehari sebelumnya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman berkesempatan mengunjugi pertandingan Taekwondo. Dalam kunjungannya tersebut, Marciano Norman mengucapkan terimakasih kepada seluruh atlet yang berpartisipasi di PON XX kali ini. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan beberapa pesan mengenai gelaran acara PON Papua 2021. Salah satunya tentang penerapan protokol Kesehatan dan harapan di PON Papua 2021.

“Saya harapkan pembukaan PON yang begitu megah akan diimbangi dengan prestasi atlet yang kita bisa banggakan. Lalu, protokol Kesehatan kita bisa menerapkan secara ketat, sehingga tidak menerapkan masalah setelah PON selesai. Jadikan ini juga momentum yang sangat baik untuk kita dengan saudara kita di Papua, mempererat persaudaraan kita. Bahwa kita merupakan bagian dari mereka, mereka juga merupakan bagian dari kita dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ujar Ketum KONI pusat.

Marciano juga berharap di cabang olahraga Taekwondo ada atlet muda yang bisa diambil dari PON XX Papua.

“Saya berharap ada atlet-atlet muda yang bisa kita jaring dari PON ini. Atlet-atlet senior juga masih mempertahankan prestasinya, dan performa mereka juga masih sangat baik. Tapi kita harapkan juga atlet muda akan lahir dari cabor Taekwondo” ungkap Marciano Norman yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBTI selama dua periode tersebut.

 

 

 

 

 

 

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman berkesempatan mengunjugi pertandingan Taekwondo di PON XX Papua 2021 yang berlangsung  di GOR Politeknik Penerbangan, Jayapura. Minggu (3/10/2021). Pertandingan cabor Taekwondo sendiri akan diselenggarakan hingga 5 Oktober 2021 besok.

Dalam kunjungannya tersebut, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman mengucapkan terimakasih kepada seluruh atlet yang berpartisipasi di PON XX kali ini.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan beberapa pesan mengenai gelaran acara PON Papua 2021. Salah satunya tentang penerapan protokol Kesehatan dan harapan di PON Papua 2021.

“Saya harapkan pembukaan PON yang begitu megah akan diimbangi dengan prestasi atlet yang kita bisa banggakan. Lalu, protokol Kesehatan kita bisa menerapkan secara ketat, sehingga tidak menerapkan masalah setelah PON selesai. Jadikan ini juga momentum yang sangat baik untuk kita dengan saudara kita di Papua, mempererat persaudaraan kita. Bahwa kita merupakan bagian dari mereka, mereka juga merupakan bagian dari kita dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.” Ujar Ketum KONI pusat.

Tidak hanya itu, Marciano juga berharap di cabang olahraga Taekwondo ada atlet muda yang bisa diambil dari PON XX Papua.

“Saya berharap ada atlet-atlet muda yang bisa kita jaring dari PON ini. Atlet-atlet senior juga masih mempertahankan prestasinya, dan performa mereka juga masih sangat baik. Tapi kita harapkan juga atlet muda akan lahir dari cabor Taekwondo” ungkap Marciano Norman yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBTI selama dua periode tersebut..

 

Hari kedua perhelatan PON XX Papua di cabor Taekwondo yang bertanding di gedung Politeknik Penerbangan Papua berlangsung sangat menarik dan banyak kejutan. Selain Jawa Barat yang mendominasi di Nomor Poomsae, beberapa daerah luar Jawa ternyata juga mampu menembus persaingan dan sukses berbagi medali.

Dalam pertandingan yang digelar Minggu (3/10), Jawa Barat unggul di nomor Poomsae Individu Putri, beregu Putra, beregu Putri dan di nomor Kyorugi putri U – 47 Kg.  Dinomor Individual putri, peraih Emas Asian Games 2018, Defia Rosmaniar masih belum bisa tertandigi lawan-lawannya. Defia sukses mengalahkan dua rekan atlet pelatnas taekwondo Indonesia asal Jawa Tengah, Mutiara Habiba dan Ruhil asal Kalimantan Timur dengan nilai tertinggi, 8,18. Yang mengejutkan dinomor ini, atlet asal tuan rumah Papua, Elfira juga sukses menembus persaingan ketat  atlet poomsae tersebut dengan meraih medali perunggu.

Sementara itu kejutan juga terjadi di nomor inividual putra. Atlet asal Sulawesi Tengah Abdul Rahman Darwin K. Latjanda diluar dugaan sukses mengalahkan dua atlet pelatnas asal Jawa Barat dan Bali. Abdul Rahman meraih emas dengan skor 79,999, sementara perak harus puas diraih Muhammad Alfi Kusuma dengan skor 78,666 dan perunggu direbut Muhammad Abdurahman Wahyu dengan skor 76,333.

Dinomor beregu Putri, atlet Jawa Barat Defia Rosmaniar, Kevita Deliza, Rachmania Gunawan Putri berhasil merebut emas dengan skor tertinggi 8,13. Diikuti Jawa Tengah yakni Mutiara Habiba, Talitha Laliba, Besta Noviana yang merebut medali perak dengan skor 7, 965. Adapun perunggu diraih atlet asal DIY Yogyakarta Elisabeth Sherly, Immnuella Anindita, Anisa Nuroktaviana dengan skor 7, 76 dan atlet asal Jawa Timur Rizki Nur Fadilah, Siti Aisyah, Aprila Dwi Rahayu dengan skor 7,755.

Dinomor beregu putra, atlet asal Jawa Barat yang terdiri dari M. Alfi Kusuma, M. Rizal, dan M. Syarif Hidyatullah sukses merebut emas dengan skor nilai akhir 8.00, diikuti atlet asal Sulawesi Tengah yakni J. Angtolis, Abdul rahman Darwin, Rafik Fitriah yang merebut perak. Sementara perunggu diraih oleh Atlet asal Jawa Tengah dan Kalimantan Timur. Atlet Jawa Tengah terdiri dari  M. Hafidzh Fachrur Rhozy, Anggara Wahyu Ramdhan, Felix Danar Praditya. Atlet asal Kaltim terdiri dari Gabriel Simorangkir, Rastra Jabadiou Kutai, dan Ridwan Prayitno.

Dinomor Kyorugi U – 57 putri, atlet Jawa Barat Aqila Aulia Ramadhan sukses merebut emas. Difinal Aqila mengalahkan atlet asal Jawa Tengah Nabila Amalia Ummu Aiman melalui pertarungan sengit yang berakhir dengan skor 20 – 14. Sejak awal,  Aqila yang merupakan atlet pelatnas taekwondo Indonesia itu mendominasi jalannya pertandingan. Walaupun mendapat tekanan keras, namun Aqila tetap konsisten menjaga performanya hingga berhasil mempertahankan jarak point kemenangan. Dinomor ini perunggu di raih atlet asal Bali Putu Desya Srinadi Putri dan atlet asal Kaltim, Eka Safitri.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTi) Letjen TNI (purn) Thamrin Marzuki ketika dimintai komentarnya terkait hasil pertandingan cabor taekwondo hari kedua ini mengatakan, dirinya cukup puas. Karena selain Jabar, atlet dari daerah lain, utamanya dari luar Jawa, seperti Sulawesi Tengah dan Papua, yang selama ini tidak pernah mampu menembus persaingan dinomor poomsae ternyata mereka berhasil merebut medali emas.

“Ini membuktikan bahwa pembinaan dan pengembangan prestasi atlet didaerah berjalan sangat baik. Sehingga persaingan terlihat makin lebih merata.” Ujar Thamrin.

Sampai hari kedua klasmen perolehan medali, untuk sementara Jawa Barat berhasil menggeser DKI Jakarta dengan 4 emas, 2 perak dan 2 perunggu. DKI menempati peringkat kedua dengan 3 emas, 2 perunggu, Sementara Jawa Tengah berada di posisi ketiga dengan 2 emas, 3 perak dan 3 perunggu. Sulawesi Tengah Sukses berada diposisi keempat dengan raihan 1 emas dan 1 perak diikuti Bali dengan 2 perak dan 2 medali perunggu.

 

 

 

Hari pertama pertandingan cabor  taekwondo PON XX yang berlangsung  di GOR Politeknik Penerbangan , Jayapura, Jumat mempertandingkan lima nomor final dan DKI Jakarta sukses memborong tiga emas dan dua lainnya direbut Jawa Tengah (Jateng).

Emas pertama DKI Jakarta diraih oleh Muhammad Bassam Raihan dari Kyorugi U-58. Di final Bassam mengalahkan wakil Jambi Farel Patra Syaifullah dengan skor yang cukup telak 40-26.  Dikelas ini Perunggu direbut wakil Jawa Barat Hendro Gunawan dan wakil Sumatera Barat Marstio Embrian.

Apa yang diraih Bassam ternyata menyulut semangat atlet DKI lainnya. Terbukti di kelas Thoriq Muhammad Hafizh yang bertanding di kelas U - 63 berhasil mengalahkan wakil Jawa Timur Alfian Dzulfikar dengan skor ketat 15-14 dan berhak meraih emas. Perunggu untuk wakil Jawa Tengah Fauzi Akbar dan wakil Sumatera Utara Hizkia Alfa.

Emas ketiga DKI Jakarta direbut oleh Permata Cinta Nadya di kelas U-67. Di laga final andalan ibukota ini mengalahkan wakil Bali Ni Kadek Surya dengan skor 26-15. Perunggu direbut wakil Kalimantan Timur Saskia Ayu dan wakil Banten Alya Zhafirah.

Sedangkan dua emas tersisa direbut oleh atlet terbaik dari Jawa Tengah. Emas dibuka oleh Syamsul Hilali di kelas U-87 setelah di babak final mengalahkan wakil Jawa Barat Daffa Haditama dengan skor 48-19. Perunggu direbut wakil Jambi Oki Yusmika dan Hilmy Rizky dari DKI Jakarta.

Emas yang dipersembahkan Syamsul Hilali ini adalah yang pertama untuk kontingen Jateng di PON Papua. Sedangkan bagi atlet berusia 24 tahun ini adalah yang kedua di PON yang diikutinya.

Satu emas lagi Jateng dipersembahkan oleh Dinda Putri Lestari dari kelas U-73 setelah di partai puncak mengalahkan wakil Sumatera Utara Oppy Danena Ginting dengan skor 23-16. Sedangkan perunggu untuk wakil DKI Jakarta Nanda Fernandia dan Teshya Tiara dari Jawa Barat.

 

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki  membuka pertandingan cabor taekwondo di PON XX, yang berlangsung di  Aula Diklat Penerbangan Jayapura – Papua (1/10).

Diikuti sebanyak 178 atlet yang memperebutkan 20 medali emas, 20 perak dan 40 medali perunggu di 20 nomor baik Kyorugi (tarung) maupun Poomsae (Jurus), Ketua Umum PBTi berharap pertandingan cabir taekwondo di PON XX Papua ini berjalan dengan lancar, aman dan mempertontonkan pertandingan taekwondo yang berkualitas, fair dan sportif. Selain itu, dirinya juga berharap pertandingan nanti akan berlangsung dalam suasana dan semangat kompetisi yang sehat penuh persaudaraan.

Ketua Umum PBTI juga berpesan kepada semua stakeholders yang terlibat. Baik dari sisi penyelenggara pertandingan, operator, wasit, pelatih yang mendampingi atlet, hingga para atlet yang bertarung nanti, untuk menjaga kualitas dan kredibiltas pertandingan cabor taekwondo di PON XX Papua ini.

“Keluarga besar Taekwondo Indonesia harus membuktikan, bahwa pertandingan taekwondo di PON XX Papua ini, bisa menjadi contoh teladan bagaimana fairness,  sportifitas dan profesionalitas sebuah pertandingan di multi event nasional dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.” Terang Thamrin Marzuki.

PBTI juga bangga dan mengapresiasi Papua sebagai tuan rumah PON XX kali ini. Karena PON XX Papua ini menunjukkan bahwa selain pesta olahraga, yang menghadirkan kualitas dan prestasi dari putra – putri terbaik daerah, PON kali ini juga menghadirkan semangat persaudaraan, keramah-tamahan dan solidaritas bersama dalam semangat Bhineka Tunggal Ika di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mewakili seluruh keluarga besar Taekwondo Indonesia, saya, selaku Ketua Umum memberikan ucapan selamat, terima kasih, sekaligus rasa bangga dan apresiasi mendalam kepada pemerintah propinsi Papua, PB PON, Panitia penyelenggara cabor taekwondo, dan seluruh masyarakat Papua yang telah membangun dan mendukung serta menggalang semua potensi sumber daya di Papua ini, sehingga pesta olahraga terbesar nasional ini bisa terselenggara dengan baik di Papua.” Ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pertadingan Cabor Taekwondo Nicator Warbandido, S.Ip. mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang mendukung semua proses pertandingan taekwondo di PON XX ini.  Dirinya juga berjanji akan terus berkordinasi dengan baik kepada PBTI, agar pertandingan berlangsung dengan baik dan sesuai dengan harapan masyarakat ataekwondo Indonesia.

“Kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Papua, Ketua Umum PBTI, Ketua Pengprov TI Papua dan semua panitia yang terlibat, sehingga acara ini bisa terlaksana.” Terang Nicator.

Hadir dalam acara pembukaan, Perwakilan KONI Puat, Ketua Bidang Pertandingan PB PON, Ketua Pengprov TI Papua, Dr. Muhammad Musaad, Sip, Msi, Kajati Propinsi Papua, Nikolaus Pondomo, SH, MH dan sejumlah Ketua dan pengurus Propinsi TI.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki resmi melantik jajaran pengurus propinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalimantan Barat masa bhakti 2021 – 2025 yang berlangsung di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, Minggu (12/9).

Hadir dalam pelantikan tersebut KONI Kalimantan Barat, Fachrudin D. Siregar didampingi Sekretaris KONI H. Erwin Anwar yang juga merupakan Ketua Pengprov TI Kalbar periode sebelumnya.. Selain itu hadir pula dari unsur pemerintah, mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sugeng Haryadi.

Pelantikan tersebut merupakan pengukuhan secara resmi, setelah sebelumnya sesuai dengan mekanisme organisasi, Pengprov TI Kalimantan Barat telah menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada tanggal 11 Juli 2021 lalu. Dimana dalam Musprov tersebut, terpilih Muji Wagito sebagai ketua Umum TI Kalbar menggantikan H. Erwin Anwar.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki dalam sambutannya mengucapkan selamat atas terpilih dan dilantiknya Muji Wagito sebagai Ketua Pengprov TI Kalbar beserta seluruh jajaran pengurus TI kalbar periode 2021-2025.

Dalam arahannya, Ketua Umum PBTI menginstruksikan kepada saudara Muji Wagito untuk melaksanakan amanah kepemimpinan ini dengan mempedomani petunjuk organisasi sesuai yang tertuang di dalam AD/ART.

“Laksanakan prinsip-prinsip tata kelola kegiatan taekwondo sesuai dengan ketentuan yang telah dikeluarkan oleh PBTI sebagai dasar pijak kegiatan. Dan yang paling penting adalah tetap kobarkan semangat untuk selalu berusaha mencapai prestasi terbaik untuk taekwondo Kalimantan Barat dengan pelibatan partisipasi semua pihak dalam suasana keharmonisan dan kebersamaan serta kegotong-royongan.” Ujar Thamrin.

Selain itu, Ketua Umum juga mengingatkan ditengah masa pandemi Covid- 19 ini, pengurus harus terus melakukan kreativitas dan inovasi agar roda kegiatan taekwondo dan tata kelola organisasi terus berjalan dengan baik.

“Sudah banyak kejuaraan-kejuaraan yang digelar. Bahkan atlet-atlet kita banyak yang berprestasi di level kejuaraan internasional. Pola latihan dan pembinaan serta pengembangan sumber daya atlet, pelatih dan wasit juga kita saksikan diberbagai daerah tetap berlangsung. Saya minta ini semua terus dijaga atmosfirnya. Termasuk yang dilakukan di Kalimantan Barat. Saya percaya dan yakin saudara Muji Wagito beserta jajaran pengurus lainnya bisa melaksanakannya, dan saya yakin taekwondo Kaimantan Barat akan makin lebih baik kedepan.” Terang Ketua Umum PBTI itu.

Khusus kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang mungkin akan diselenggarakan di Kalimantan Barat, Selaku ketua Umum PBTI, Thamrin Marzuki juga mengingatkan agar pengurus tetap mengedepankan sinergitas dan kolaborasi terkait masalah prosedur, perizinan, peran dan partisipasi serta pengawasan PBTI, Pengprov, Pengkab/Pengkot dan sebagainya.

PBTI meminta yang dilakukan terkoordinasi dengan baik sesuai dengan tata laksana/SOP pertandingan dan perizinan yang sudah sama-sama kita pedomani. Karena semua kegiatan ada pertanggungjawabannya. Hal tersebut penting agar setiap kegiatan memiliki output dan outcome yang maksimal. Yakni menjaga agar api semangat dan atmosfir positif perkembangan taekwondo, khususnya di berbagai daerah terjaga dengan baik secara sportif dan profesional yang dapat melahirkan sumber daya dan regerenasi atlet yang baik kedepannya.

Sementara itu, Ketua Pengprov TI Kalimantan Barat, Muji Wagito dalam sambutanya berjanji akan melaksanakan instruksi PBTI untuk meningkatkan sinergi kerjasama dengan institusi terkait di Propinsi Kalimantan Barat. Khususnya pemerintah daerah, KONI dan Dinas Pendidikan pemuda, olahraga dan pariwisata.  

“Sinergi dan kerjasama dengan berbagai instansi terkait sangat dibutuhkan untuk kegiatan-kegiatan yang menunjang prestasi olahraga di Kalimantan Barat, Khususnya cabor taekwondo. Terutama di ajang POPDA dan upaya untuk mengikutsertakan cabor taekwondo di gelaran O2SN. ” Ungkap Muji.

Untuk rencana hal tersebut, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat terkait agar bisa terealisasi. Sebelumnya dirinya juga mengungkapkan bahwa TI Kalbar sudah melakukan Rapat Kerja daerah pada 11 September 2021 lalu, yang telah menghasilkan dan merumuskan berbagai rencana dan agenda kerja kepengurusan.

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) resmi melantik jajaran pengurus propinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Kalimantan Tengah periode 2021-2025 dikukuhkan secara tatap muka, di Palangka Raya dan melalui sarana virtual disaksikan langsung jajaran  Pengurus Besar (PB) TI,Sabtu (4/9).

Pelantikan tersebut merupakan pengukuhan secara resmi, setelah sebelumnya sesuai dengan mekanisme organisasi, Pengprov TI Kalimantan Tengah telah menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Musprov) pada tanggal 1 April 2021 lalu. Dimana dalam Musprov tersebut, Heriansyah terpilih kembali menjadi Ketua Provinsi Kalimantan Tengah masa bakti 2021 - 2025, melanjutkan kembali kepemimpinan periode sebelumnya (2017 – 2021).

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H.M Thamrin Marzuki dalam sambutannya setelah pelantikan mengucapkan ucapkan selamat atas diamanahkannya kembali saudara Heriansyah sebagai Ketua Pengprov TI Kalteng periode 2021-2025.

Ketua Umum PBTI meminta setelah resmi dilantik, ketua Pengprov dan jajaran pengurus baru agar dapat segera melaksanakan tugas-tugas organisatorisnya secara efektif. Apalagi terkait dengan perhelatan PON Papua yang sudah didepan mata. Selain persiapan PON dan berbagai agenda program kerja lainnya, Ketua Umum PBTI juga meminta kepada Pengprov TI Kalteng nantinya untuk mengupayakan agar taekwondo bisa masuk dalam  Pemusatan Pembinaan Latihan Pelajar (PPLP) Provinsi Kalteng.

“Cabor Taekwondo harus dipikirkan masuk menjadi bagian dari Program PPLP Propinsi. Target ini harus dipikirkan masuk dalam kepengurusan baru. Ini penting saya sampaikan karena cabor taekwondo di Kalteng termasuk cabor unggulan, dan salah satu  cabor yang tertib organisasi dan menjadi contoh cabor-cabor lainnya. Jadi wajar Kalteng harus punya target bahwa cabor taekwondo harus ada PPLP provinsinya disini. ” Terang Thamrin

Selain memberikan pesan tentang fokus program kedepan ketua Umum PBTI juga memberikan apresiasi terkait pencapaian taekwondo Kalteng.

“Selaku ketua Umum PBTI, saya mengapresiasi sejauh ini pencapaian kepemimpinan saudara Heriansyah. Bukan saja dalam hal mengembangkan atmosfir taekwondo di kalteng, tapi juga menyangkut soal kualitas atlet, pelatih dan wasit taekwondo di Kalimantan Tengah. Ada grafik positif yang terlihat berkaitan dengan prestasi atlet, jumlah wasit dan kompetensi pelatih di Kalimantan Tengah.” Ujar Thamrin.

Selain itu, Ketua Umum PBTI juga mengapresiasi aktifnya berbagai kegiatan taekwondo yang dikelola oleh pengprov TI. Terbukti berdasarkan laporan KONI Kalimantan Tengah, ternyata dari 48 Pengprov cabor di Kalimantan Tengah, 14 KONI Kabupaten/ Kota, Cabor taekwondo adalah termasuk salah satu cabor yang paling aktif menggelar berbagai kegiatan yang sangat berdampak positif bagi perkembangan olahraga di Kalimantan Tengah.

Lebih lanjut Ketua Umum PBTI, H.M. Thamrin  Marzuki  meminta kepengurusan yang dinakhodai H. Heriansyah dkk dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi yang lebih aktif dan produktif kepada stakeholders terkait, dalam hal ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng khususnya Dispora dan induk cabang olahraga KONI Kalteng. Ketua Umum meminta program kerja yang dibuat nantinya harus sejalan dan sesuai dengan kalender kegiatan, sehingga program kerja pengprov Ti kalteng yang telah disusun bisa menjadi bagian integral dengan program-program olahraga yang di tata kelola oleh pemerintah daerah dan KONI daerah.

Selain itu, Ketua Umum PBTI juga mengingatkan bahwa dalam masa pandemi Covid -19 dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4  di Kalteng, dirinya berharap  pengurus memiliki ide-ide kreatif agar kaderisasi atlet juga latihan terus tetap  berjalan dengan tetap menjalankan protokol  kesehatan (Prokes) ketat.

Kegiatan pelantikan yang dipusatkan di gedung Gedung Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura Dan Peternakan Provinsi Kalteng ini dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalteng, Falery Tuwan  mewakili Gubernur , H. Sugianto Sabran dan Sekretaris Umum KONI Kalteng, H. Elbadi Fardian serta perwakilan  KONI Kabupaten Katingan.

 

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI