world taekwondo global membership system - video

29 Jan 2018
1088 times

Media

Media

Info GMS WT

12 Jan 2018
2572 times

Surat Pemberitahuan Pemberlakuan Kartu Keanggotaan Global Membership System World Taekwondo Kepada Seluruh Ketua Pengprov T.I Klik DISINI

 

 

12 Jan 2018
380 times

GMS

Media

Kalender Kegiatan

12 Jan 2018 Written by

 

 

 

 

 

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) Marciano Norman kembali mengunjungi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Taekwondo Indonesia di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, (9/1).

Hadir bersama dampingi staf khusus, Sekjen, Ketua Harian, Ketua Komisi Perwasitan, dan Kabid Binpres, kunjungan Marciano Norman kali ini, disamping merupakan bagian dari pengawasan langsung Ketua Umum PBTI sebagai pihak yang bertanggung jawab terkait progress perkembangan atlet pelatnas, beliau juga hadir dalam rangka memberikan semangat dan motivasi kepada para atlet. Karena menurutnya tidaklah ringan beban latihan dan rutinitas lain yang dijalankan para atlet. Apalagi pelatnas taekwondo Indonesia termasuk salah satu pelatnas yang paling lama menjalankan kontiniutas programnya dalam jangka Panjang.

Terkait begitu padatnya jadwal agenda latihan dan rutinitas para atlet pelatnas, Menurut Ketua Umum PBTI, pihaknya memandang perlu agar seluruh pengurus memberikan terus semangat dan motivasi kepada para atlet. Walaupun Ketua Umum PBTI juga menyadari bahwa apa yang PBTI harapkan terkait dengan komposisi jumlah atlet pelatnas, hingga saat ini masih belum mendapat dukungan dari Kemenpora.

"Pelatnas harus berjalan walaupun sampai sekarang  dukungan dari kemenpora  masih belum final dan masih di verifikasi.  Sebelumnya dari PBTI mengusulkan  32 atlet untuk di pelatnaskan 10 kyorugi dan 12 poomsae. Tetapi saat verifikasi  hanya di setujui 16 atlet untuk kyorugi dan poomsae.  No of event Asian Games 10 nomor Kyorugi dan 4 nomor poomsae (individu putra dan putri, beregu putra dan putri).  Untuk kyorugi 5 putra dan 5 putri atau 10 atlet. Poomsae  individu putra putri 2 atlet. Beregu putra putri 6 atlet. Total kebutuhan atlet poomsae 8 atlet. Jadi total keseluruhan 18 atlet itu untuk kuota 100 %.  Jadi jangankan untuk sparing patner utk bisa full team aja masih kurang 2 atlet ” Terang Marciano

Berdasarkan komposisi tersebut, Marciano menginstruksikan kepada Kepala Bidang Pembinaan prestasi (Kabid Binpres) PBTI untuk segera membuat  rencana alternatif terkait bagaimana strategi pemenangan nantinya. Marciano meminta di buat skala prioritas dan segera program program yg telah dibuat kemarin segera di jalankan.

Apa yang diinstruksikan Ketua Umum PBTI tersebut sangat beralasan, sebab menurut Marciano,  saat ini pemerintah hanya akan mendukung atlet yang berpotensi medali dan saat ini fokus hanya untuk Asian Games.

“Jadi yang tadinya kita berharap bisa melakukan pembinaan untuk jangka panjang kepada atlet-atlet yang potensial sepertinya tidak dapat di akomodir. Karena saat ini dana pembinaan di prioritaskan untuk Asian Games” Tegas Marciano.

Ketua Umum PBTI juga mengajak seluruh pengurus PBTI untuk memberikan support dan motivasi kepada atlet-atlet secara bergiliran. Sehingga Tim pelatnas baik atlet, pelatih dan penfurus PBTI bersinergi untuk dapat tercapainya prestasi sesuai dengan yang diharapkan. 

“Atlet dan pelatih tahunya mereka berlatih dan membuat program latihan maupun try out. Untuk urusan dukungan dan lain-lain menjadi tanggung jawab seluruh pengurus PBTI”. Imbuh Marciano Norman yang juga sebagai mantan kepala BIN itu.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Ketua Umum PBTI juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat,  PBTI akan mendarangkan Prof Jeong untuk dapat melatih tim poomsae Indonesia untuk kategori New Poomsae dan free style. Seperti diketahui, Prof. Jeong juga pernah datang sebagai narasumber memberikan kepelatihan singkat kepada para pelatih daerah dari seluruh pengprov taekwondo Indonesia dalam acara diklat kepelatihan tahun lalu di Hotel Sentul Jawa Barat.

 

PBTI telah melakukan penjaringan dan seleksi ulang terhadap atlet yang akan mengisi posisi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Asian Games 2018. Pasca gelaran Kejurnas 2017 beberapa waktu yang lalu, sejumlah atlet memang sudah bergabung menambah formasi 12 atlet yang sudah ada sebelumnya. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBTI, Rahmi Kurnia, total PBTI mengusulkan 22 atlet, baik dari kategori poomsae maupun kyorugi.

"Kami mengajukan 22 atlet atau dua kali lipat dari nomor-nomor yang dipertandingkan dalam Asian Games. Kyorugi, kami mengajukan 10 atlet dan poomsae kami mengajukan 12 atlet," Ujar Rahmi Kurnia, Jumat (15/12).

Rahmi mengatakan atlet taekwondo Indonesia yang telah mendapatkan surat keputusan pelatnas sejak selepas SEA Games 2017 yaitu 12 atlet terdiri dari enam atlet poomsae dan enam atlet kyorugi.

"Dua belas atlet itu mendapatkan surat keputusan pelatnas dari Satlak Prima. Tapi, kami diminta pemerintah untuk memperbarui rencana program pelatnas jelang Asian Games. Keputusan jumlah atlet pelatnas taekwondo pada Januari nanti," katanya.

Ditambahkan Rahmi, jadi hingga saat ini kami masih menunggu, dan semoga cepat segera turun untuk memastikan berapa jumlah atlet yang disetujui oleh pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bukan Cuma cabor taekwondo, cabor-cabor lainpun beraharap sama, mereka semua masih menunggu SK untuk Asian Games ini turun.

Posisi SK Asian Games memang sangat sentral. Sebab, lewat SK ini, setiap cabor bisa mendapatkan akses yang lebih mudah untuk menggelar kegiatan menyangkut persiapan Asian Games seperti pelatnas, uji coba ke luar negeri, hingga seleksi atlet. Tak cuma itu. Dengan SK, setiap cabor juga bisa mendapatkan akses yang mudah untuk menerima serta mengelola dana persiapan Asian Games.

Sebelumnya, Kemenpora sudah meminta setiap Pengurus Besar cabang olahraga mengajukan proposal untuk program pelatnas Asian Games. Dan, Jumat 15 Desember 2017 lalu, menjadi batas waktu akhir dalam penyerahan proposal tersebut. Terkait hal tersebut PBTI melalui manajemen pelatnas, sudah mengajukannya dan sudah pula direvisi. Saat ini menurut Rahmi proposal PBTI kemungkinan tengah diverifikasi lebih lanjut, sebelum SK turun.

"Harapannya, sebelum SK yang 2017 berakhir, turun edisi baru. Katanya sih, nanti seluruh cabor akan diundang setelah verifikasi," ujar Rahmi.

Taekwondo Indonesia, lanjut Rahmi, akan berusaha mencapai target prestasi baik dari pemerintah maupun pengurus cabang olahraga. "Kami mendapatkan target satu medali emas dari Pemerintah," katanya.

Untuk mencapai itu, taekwondo Indonesia telah menyiapkan program pelatihan dengan mengirim atlet-atlet mereka ke Korea Selatan guna mengikuti program pemusatan latihan luar negeri dan mengikuti sejumlah kejuaraan uji coba.

"Kami akan mulai program ke luar negeri setelah mengikuti kejuaraan uji coba Asian Games pada awal Februari 2018. Atlet-atlet kami juga akan mengikuti kejuaraan Asia pada Mei," kata Rahmi.

Atlet-atlet taekwondo Indonesia akan menjalani program pelatihan di Korea Selatan hingga 5 Agustus jelang penyelenggaraan pertandingan cabang taekwondo Asian Games 2018 yang akan berlokasi di Jakarta International Expo Kemayoran.

Rahmi mengatakan penambahan dua nomor pertandingan kyorugi yaitu pada kelas 53 kilogram dan 63 kilogram pada Asian Games bukan hanya usulan dari Indonesia melainkan dari federasi Asia. "Pada setiap Asian Games, jumlah pertandingan kyorugi itu idealnya delapan kelas putra dan delapan kelas putri. Tapi, Asian Taekwondo Union juga sudah mengajukan penambahan dan kami mendapatkan dua nomor lagi," katanya. 

 

 

 

Two Taekwondoin Indonesia Muhammad Alfi Kusuma and Aprila Dwi Rahayu scent the name of Indonesia in the world arena. Both managed to give the best performance in the World Taekwondo Championship Championship of the Ambassador's Cup 2017 which took place in Kukkiwon, Seoul, South Korea, Wednesday (6/12/2017) local time.
 
Muhammad Alfi Kusuma berhasil meraih emas di kategori Poomsae individual putra usia - 20 tahun sementara Aprila Dewi Rahayu berhasil meraih medali perak dikategori Individual putri usia – 20 tahun. Kejuaraan dunia yang mulai digelar sejak tahun 2014 ini adalah program rutin Kementerian Luar Negeri Korea Selatan dalam rangka meningkatkan kerjasama budaya Korea dengan negara-negara sahabat.   Kementerian Luar Negeri Korea berkomitmen melakukan diplomasi publik olahraga melalui Taekwondo, dan memastikan masyarakat global lebih memahami budaya dan semangat budaya Korea melalui keterlibatan dan partisipasinya dalam acara yang diselenggarakan.

Kejuaraan dunia kali ini secara selektif hanya diikuti sebanyak 52 peserta dari 25 negara. Masing-masing negara hanya diminta dua atlet terbaiknya untuk berpartisipasi. Dua atlet nasional Indonesia didampingi oleh pelatih pelatnas poomsae Indonesia Mr. Shin Seung Jung. 

Terkait dengan keberhasilan dua taekwondoin muda pelatnas Indonesia itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mengucapkan selamat dan memberikan catatan positif atas prestasi kedua taekwondoinnya. 

"Keduanya memang akan diproyeksikan dalam jangka Panjang oleh PBTI." Terang Rahmi.

Menurut Rahmi, pihaknya menerjunkan atlet muda pelatnas tersebut untuk mengukur sejauhmana metode dan program akseleratif bagi atlet pelatnas berjalan efektif. Dan ternyata hasilnya terbukti di kejuaraan dunia ini. 

Program akseleratif tersebut adalah program kepelatihan yang memadu-padankan secara konprehensif kemampuan teknik para atlet muda dan atlet yang lebih senior dengan tuntutan kebutuhan sport science dalam program pelatihan.

Selain itu, dengan keberhasilan dua atlet Indonesia di kejuaraan ini, pihaknya akan terus mendorong taekwondo, khususnya poomsae untuk makin berkembang di daerah.  Kategori nomor poomsae dalam taekwondo ini, menurutnya akan memberikan peluang optimistik bagi taekwondo Indonesia untuk makin bisa menembus elit dunia. 

"PBTI akan berusaha keras bersama Pengurus di Daerah untuk terus memacu percepatan pembinaan dan pengembangan taekwondo, khususnya poomsae yang menurutnya sejauh ini masih tertinggal atmosfirnya dengan kategori Kyorugi (tarung)", ujar Rahmi.

Rahmi also hopes that the World Taekwondo Championship of the Ambassador's Cup 2017 will add to the motivation and enthusiasm and optimism of Indonesia taekwondo team that will compete in the 2018 Asian Games, where Indonesia will host the grand event of the Asian Games. 

 

07 Des 2017
440 times

Sea games 2017

Media

Senayan Trade Centre (STC),
Senayan, Lantai 3 No.173B,
Jalan Asia Afrika. Jakarta Selatan
Telp: 021-29407769

Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Cari

Peta Kantor PBTI